She'S Mine

She'S Mine
Seolah Sedang Terzalimi


__ADS_3

Zea masih menatap tak suka ke arah Keyra. Karena Zea sangat yakin jika Alex meninggalkannya di mall karena gadis itu yang mempengaruhi Alex.


'Kenapa gadis itu bisa berada di kediaman Kim sampai selarut ini? Bahkan dia mengenakan piyama tidur. Apa dia menginap disini?' batin Zea dengan pandangan menatap Keyra dari atas hingga bawah dan kembali lagi ke atas.


Zea masih mencoba berpikir positif. Mungkin benar dugaannya selama ini jika Keyra adalah sepupu atau mungkin kerabat jauh Alex. Ya walaupun dia sedikit ragu. Apalagi dari postur tubuh saja sudah beda jauh. Alex tinggi sedangkan Keyra jauh lebih pendek.


"Ngapain dia kesini kak?" tanya Keyra pada suaminya.


Alex mengangkat kedua bahunya. "Kakak juga gak tau."


"Maaf, ada keperluan apa nona Zea datang ke rumah kami malam-malam seperti ini?" tanya dad Kim menyela.


"Maaf om buka bermaksud tidak sopan, tapi saya ada perlu dengan Alex," jawab Zea. "Apa saya boleh berbicara berdua saja dengan Alex?" tanya Zea dengan sangat sopan. Dia harus bersikap baik dan manis agar keluarga Alex bisa dengan mudah menerima kehadirannya.


Dad Kim menatap sekilas ke arah putranya. Lalu menganggukan kepalanya samar. "Boleh, tapi lebih baik kita masuk dulu. Gak enak di kalau ada yang liat kita malah ngobrol di luar."


"Dad..." mom Lisa menatap dad Kim seakan memberi tahu suaminya itu jika mom Lisa tak setuju Zea masuk ke dalam rumahnya.


"Udah gak pa-pa. Biar Kikim selesaiin masalah dia sama wanita itu. Agar Alex dan Keyra juga bisa menjalani rumah tangga mereka dengan tenang," bisik Dad Kim pada istrinya.


Ia pun menggandeng mom Lisa masuk dan langsung menuju ruang keluarga. Sedangkan Alex, Keyra dan Zea langsung duduk di ruang tamu dengan Zea yang tetap duduk di kursi rodanya.


"Aku cuma mau bicara berdua sama Alex. Kamu bisa tinggalin kami sebentar?" tanya Zea pada Keyra. Namun nada bicaranya seolah bukan mengungkapkan sebuah pertanyaan. Melainkan sebuah pemberitahuan dan secara tak langsung saat ini Zea sedang mengusir Keyra.


Keyra mentap ke arah suaminya yang saat ini sedang menatap tajam kearah Zea. Lalu detik selanjutnya dia berdiri. Sepertinya Keyra harus sedikit memberi waktu pada suaminya untuk menyelesaikan semua masalahnya.


"Mau kemana?" tanya Alex yang reflek langsung menahan tubuh istrinya agar tak selangkahpun meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Dia ingin berbucara empat mata sama kakak. Jadi lebih baik Keyra pergi dari sini. Dan tolong segera selesaikan masalah kakak dan wanita itu," ucap Keyra sembari menatap sekilas ke arah Zea yang saat ini juga sedang menatap ke arah mereka.


"Gak boleh. Kamu harus tetap disini. Kamu harus temenin kakak." Alex menarik pelan tangan Keyra hingga istrinya itu kembali duduk disisinya.


"Tapi kak...."


"Udah kamu duduk di sini aja. Diem dan gak usah kemana-mana," ucap Alex yang tak mau lagi di bantah.


"Ehem...." Zea berdemen cukup keras karena merasa keberadaannya tak di anggap oleh Alex dan juga Keyra.


Alex mengalihkan pandangan ke arah Zea dengan wajah tanpa ekspresi. Sangat berbeda jauh dengan tatapan Alex pada Keyra. "Cepat katakan apa yang mau lo bicarain ke gue?"


"Tapi Lex, bisa tidak gadis itu pergi dari sini? Aku cuma mau bicara empat mata sama kamu," pinta Zea dengan penuh permohonan.


"Gak bisa. Keyra harus ada di sini. Kalau lo gak mau ada Keyra, lebih baik lo pulang sekarang. Karena gue gak mau ngomong berdua aja sama lo," ucap Alex dan langsung berdiri dari duduknya.


Sebenarnya Alex juga ikut andil dengan keberadaan Argus asisten pribadi tuan Baskara di perusahaan Aditama grup tadi siang. Dia sengaja ingin memberi tekanan pada Zea agar gadis itu menyerah dan tak lagi menggangunya. Namun sepertinya tekanan yang dia berikan tak menyurutkan semangat Zea untuk terus mengusik hidupnya.


"Oke Lex, Oke. Gak pa-pa Keyra disini," ucap Zea mengalah. Hingga mau tak mau Alex kembali duduk di sofa untuk melanjutkan pembicaraan mereka.


"Lex kenapa kamu ninggalin aku di mall dengan tagihan makanan lima belas juta lebih? Apa kamu tahu aku enggak punya uang sebanyak itu untuk membayarnya," ucap Zea memulai pembicaraan. "Bahkan aku harus merelakan HP ku satu-satunya sebagai ganti uang yang tak bisa aku bayarkan," sambung Zea dengan ekspresi wajah sendunya.


"Ohh.. jadi kamu kesini cuma mau minta uang ganti rugi?" Alex tersenyum sinis menatap Zea yang saat ini terlihat membelalakan kedua matanya.


"Bukan gitu Lex. Aku gak minta ganti rugi. Aku cuma..."


"Cuma apa?" tanya Alex seolah menyudutkan Zea. Hingga membuat Zea menunduk takut. "Maaf Lex. Tapi bukan itu maksud aku," ucapnya lirih.

__ADS_1


"Udahlah Zea. Gak usah muter-muter. Kalau lo emang butuh duit ngomong aja. Gue bakalan kasih. Tapi gue harap lo jangan ganggu hidup gue lagi," ucap Alex yang terlihat semakin muak dengan drama Zea yang seolah sedang terzalimi.


"Lex lo kok ngomong gitu sama gue. Lo jahat Lex. Lo berubah. Lo gak seperti Alex yang gue kenal dulu," ucap Zea dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya.


Alex tersenyum sinis. "Lo belum kenal gue yang sebenarnya Zea. Dan inilah gue yang sebenarnya," ucap Alex.


"Gak Lex. Ini bukan kamu. Alex yang aku kenal itu baik. Gak kayak gini," ucap Zea seraya menggelengkan kepalanya dengan samar. "Apa sekarang kamu berubah karena gadis cebol itu?"


"Jaga bicara lo Zea." Alex berdiri sembari menunjuk wajah Zea. Dia tak terima istri kesayangannya di katai cebol oleh manusia siluman itu.


"Emang bener kan yang gue omongin? Dia itu pendek, kerdil, kuntet. Bahkan tingginya aja cuma seketiak lo," ucap Zea yang mulai terbawa emosi saat membahas tentang Keyra. Bagi Zea, Keyra hanya seorang penghalang yang menghalangi dirinya untuk mendapatkan Alex.


Plak..


Satu tamparan keras dari tangan Alex mendarat cantik di pipi kiri Zea.


"Kakak...." pekik Keyra sembari menahan tubuh Alex agar tak melakukan hal lebih.


"Kenapa? Kenapa lo nampar gue Lex?" Zea bertanya sembari memegangi pipinya yang panas. Jujur saja dia kaget saat mendapat tamparan dari Alex. Zea tak menyangka Alex bisa sekasar itu.


"Lo masih tanya kenapa?" Alex menatap tajam kearah Zea. Matanya sudah memerah menandakan saat ini kemarahannya sudah hampir sampai di puncaknya.


"Iya kenapa? Gue ngarasa bener. Emang dia cebol," teriak Zea sembari menunjuk kearah Keyra.


Alex hendak melayangkan tamparan yang kedua kalinya ke arah Zea. Namun Keyra sudah memeluknya dari belakang. Menahan agar suaminya itu tak melakukan kekerasan lagi.


"Tutup mulut sampah lo itu," sentak Alex. "Sekali lagi kamu menghina istri gue, akan gue pastikan tangan gue sendiri yang merobek mulut sampah lo itu," sambung Alex mengancam.

__ADS_1


"Istri?" gumam Zea dengan kedua mata yang sudah membola dengan sempurna.


__ADS_2