She'S Mine

She'S Mine
Anak Durhaka


__ADS_3

Zea masih diam membeku menatap foto Evan. Pria yang sempat melakukan one night stand bersamanya. Dan pria yang sudah membantunya untuk merekayaksa kecelakaan saat pemotretan bersama Alex.


"Bagaimana Zea? Apa lo kenal orang ini?" tanya Alex yang melihat jelas ekspresi tegang di wajah wanita di hadapannya itu.


"A-aku... aku gak kenal dia Lex," jawab Zea berkilah.


Alex kembali tersenyum smirk saat Zea terlihat masih ingin bermain-main dengannya. Lalu Alex mengeser layar ponselnya dan memutar sebuah video. Video pengakuan Evan tentang siapa dirinya dan apa hubungannya dengan Zea.


Bahkan di video itu Evan juga mengatakan jika mereka pernah melakukan one night stand. Evan juga mengatakan jika Zea hanya berpura-pura lumpuh demi mendapat simpati dari Alex dan meggunakan perasaan bersalah Alex untuk menjeratnya.


Zea mengepalkan tangannya. 'Dasar brengsek. Berani-beraninya dia.' maki Zea pada sosok Evan, si pria tak berguna yang sudah membongkar semua rencananya.


"Bagaimana Zea. Apa lo masih gak kenal sama dia?" tanya Alex untuk kesekian kalinya.


"Maaf Lex, aku memang mengenalnya. Tapi semua yang dia katakan itu bohong Lex. Itu semua tidak benar," kilah Zea. "Dia itu mantan pacarku. Kita putus karena Evan memaksa untuk berhubungan suami istri. Tapi aku menolaknya. Karena aku hanya ingin melakukan itu bersama suamiku nanti," ucap Zea kembali merangkai kata-kata bantahan.


"Mungkin dia marah dan dendam padaku Lex. Hingga dia berani menfitnahku sekejam itu," sambung Zea mencoba meyakinkan Alex. Namun percuma, karena Alex sudah mengetahui semuanya.


"Sudahlah Zea. Apa lo gak muak bermain drama kayak gini?" tanya Alex.


"Aku gak bermain drama sama kamu Lex. Aku udah ngomong jujur. Kenapa kamu gak bisa percaya sedikit aja sama aku?" tanya Zea kembali menangis. Dia berusaha menguatkan dirinya untuk bersiap-siap menghadapai apapun pertanyaan yang mungkin saja akan menyudutkannya.


"Bagaimana bisa gue percaya sama orang yang udah menipu dan membodohi gue selama ini?" teriak Alex mulai tersulut emosi. "Lo manfaatin kebaikan gue Zea."

__ADS_1


"Aku gak nipu kamu Lex. Aku juga gak manfaatin kebaikan kamu ke aku," ucap Zea lirih dengan ekspresi wajah tertekannya. Seolah-olah tuduhan Alex sama sekali tidak benar.


"Lihat ini. Apa lo masih bisa bilang lo gak nipu gue?" Alex kembali memutar video. Video CCTV yang Alex dapat dari Mike saat Zea loncat-loncat di hotel karena hadiah kecoa yang mom Lisa berikan.


Zea terdiam. Dia tak menyangka di dalam kamar hotel itu terpasang CCTV. Bukankah itu termasuk melanggar privasi pelanggan? Lalu apa yang harus dia katakan saat ini pada Alex? Dia tak mungkin bisa mengelak lagi.


"Apa lo masih mau mengelak lagi setelah semua bukti yang gue kasih ke elo?" tanya Alex.


Zea turun dari kursi roda dan bersimpuh di hadapan Alex. Zea memegang kaki Alex dengan kuat karena pria itu terlihat ingin menghindar. Dia sudah tak bisa lagi berpura-pura lumpuh. Karena Alex sudah memiliki bukti kuat.


"Alex maafin aku. Aku gak maksud bohongin kamu. Semua ini aku lakuin karena aku sayang sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu Lex." Zea berucap dengan di selingi air mata buaya yang sudah membanjiri kedua pipinya.


"Gue udah tau alasan lo deketin gue Zea. Jadi lo gak perlu susah payah berakting lagi. Karena semua itu percuma," ucap Alex dengan dingin.


"Tapi aku berkata jujur Lex. Aku cinta kamu. Aku mau sama-sama kamu Lex," sahut Zea.


Zea membelalakan kedua matanya tak percaya. Ternyata Alex sudah tahu semuanya sampai sejauh ini. Lalu apa yang harus Zea lakukan saat ini?


"Lo salah besar Zea. Kalau lo pikir gue bakalan bayarin utang lo setelah elo jadiin gue milik lo. Karena pada kenyataannya gue gak punya apa-apa. Gue pengangguran. Gue gak punya duit. Bahkan hidup gue hanya bergantung pada bokap gue," ucap Alex dengan jujur. "Seharusnya kalau lo mau utang lo di bayar lunas, lo deketin bokap gue yang duitnya banyak."


"KIKIM...." sentak mom Lisa. Bisa-bisanya Alex menawarkan dad Kim layaknya barang dagangan.


"Kenapa?" Alex balas menatap mom Lisa yang saat ini menatap tajam ke arahnya. "Bukankah yang Alex bilang itu benar?"

__ADS_1


"Emang bener. Tapi gak kayak gitu juga. Dasar anak durhaka," sahut mom Lisa kesal.


"Udah-udah. Jangan ribut. Lagian daddy juga gak bakalan bisa berpaling dari istri daddy yang satu ini," ucap dad Kim sembari merangkul istrinya dengan posesif.


Jujur saja dad Kim takut mom Lisa termakan ucapan Alex dan berakhir memusuhinya. Padahal di dalam hatinya tak ada niat sedikitpun untuk memberi celah pelakor masuk kedalam celah rumah tangga mereka yang sudah memasuki tahun ke dua puluh.


"Lex, aku deketin kamu bukan karena ingin kamu membayar semua utang ayahku pada tuan Baskara. Tapi aku mencintaimu Lex. Aku ingin hidup bareng kamu. Bahkan walaupun aku harus menjadi istri keduamu, aku rela. Aku sangat rela," ucap Zea dengan tidak tahu malunya.


"Berani sekali kamu." Keyra yang tak terima dengan ucapan Zea langsung berdiri dari duduknya dan menapar wanita itu dengan sekuat tenaga.


Plak


Zea yang mendapat tamparan dari Keyra langsung bangkit berdiri sembari mengusap sudut bibirnya robek dan mengeluarkan sedikit darah segar.


"Wanita sialan," maki Zea saat mendapati darah di tangannya. Karena merasa tak terima dengan perlakuan Keyra, Zea langsung menyerang Keyra dengan membabi buta.


Jujur saja sudah sejak pertama bertemu Zea ingin mencakar-cakar wajah Keyra. Namun dia masih berusaha menahan diri. Dan sayangnya tidak untuk saat ini.


Rencananya yang berantakan membuat Zea frustasi dan ingin segera melampiasakannya.


"Zea lepaskan Keyra." Alex menarik tubuh Zea dan menjauhkannya dari istrinya.


Terlihat jelas bekas cakaran di wajah Keyra. Hanya cakaran kecil, karena Alex langsung menjauhkan Zea sebelum wanita itu berbuat lebih gila.

__ADS_1


"Pak Sukma. Tolong usir wanita gila ini," ucap Alex saat melihat penjaga keamanannya itu masuk setelah drama keributan yang Zea ciptakan.


"Lex kau mengusirku?" tanya Zea tak percaya.


__ADS_2