She'S Mine

She'S Mine
Mesum


__ADS_3

Tepat pukul dua siang, acara pernikahan Alex dan Keyra akhirnya usai. Dan kini hanya menyisakan empat keluarga inti. Yaitu keluarga Dad Kim, Papi Genta, Papa Arya dan Papa Jo. Karena nanti malam masih akan ada makan malam spesial yang di hadiahkan Papa Jo khusus untuk Alex.


"Ingat nanti malam masih ada acara makan malam spesial perayaan pernikahan anak kita Alex dan juga Keyra," ucap papa Jo mengingatkan.


"Dan semuanya wajib hadir!" sambung papa Arya.


"Untuk sekarang. Kalian bisa kembali ke kamar masing-masing. Dan di harapkan semua kembali kumpul tepat pukul tujuh malam di restoran hotel yang berada di lantai empat lima," lanjut papa Jo.


Papa Jo atau pria paruh baya yang mempunyai nama lengkap Jonathan Rivaldi adalah pemilik hotel bintang lima yang salah satu ballroomnya digunakan untuk acara pernikahan Alex. Selain itu Papa Jo juga ayah dari seorang jomblo abadi, Jonathan Michael.


"Semua udah tahu kamar masing-masing kan?" tanya Dad Kim dan di balas anggukan kepala oleh semuanya.


"Oke.. karena semua sudah tahu. Sekarang boleh bubar," sambung papi Genta yang sudah seperti panita study tour.


~


"Kak ini gak salah kita cuma tidur berdua aja di kamar ini?" tanya Keyra begitu memasuki kamar yang di siapkan khusus untuknya dan juga Alex.


Ini bukan pertama kalinya Keyra menginap di hotel. Tapi ini pertama kalinya dia menginap di kamar presidential suite. Hingga pandangan matanya tak lepas dari setiap sisi kamar yang luas dan terlihat sangat mewah.


"Ya iyalah tidur berdua, masa iya kita malam pertama rame-rame," gumam Alex.


"Gimana kak?" tanya Keyra yang tak mendengar dengan jelas gumam Alex. Apalagi saat Alex berbicar, Keyra tengah fokus pada kemewahan yang ada di kamar ini.


"Gak pa-pa. Mending sekarang kita ganti baju dan istirahat," ucap Alex yang berjalan ke arah lemari pakaian. Karena mom Lisa mengatakan jika bajunya dan Keyra sudah di pindahkan ke kamar ini.


"Ini hotel milik papa kak Mike kan kak?" tanya Keyra dengan pandangan yang masih terus mengagumi interior kamarnya.


"Hmm, iya."


"Wah, berarti papa kak Mike kaya banget dong. Hotelnya aja sebagus ini. Pasti mahal banget kalau nginep disini bayar," ujar Keyra sambil terkekeh.


"Halah, cuma bayar hotel beginian juga kakak bisa," sahut Alex yang entah kenapa tak suka Keyra memuji orang lain.


"Emang kakak punya uang? Kakak kan gak kerja," ledek Keyra.


Alex menatap tak percaya pada gadis yang baru saja berubah status menjadi istrinya itu. Bagaimana bisa Keyra yang biasanya berbicara polos kini berani meledeknya. "Kakak punya uang. Banyak. Kamu mau minta berapapun bakalan kakak kasih," tantang Alex.

__ADS_1


"Iya sih uang kak Alex banyak. Tapi kan bukan hasil kerja keras kakak," ucap Keyra. "Dan Keyra yakin seratus persen kalau semua uang kak Alex pasti dari dad Kim," sambungnya lagi.


Alex membelalakan matanya tak percaya. Namun detik selanjutnya dia hanya bisa menghela nafas panjang. Karena apa yang di ucapakan Keyra memang tak ada yang salah.


"Gini ya Key. Bukan apa-apa. Tapi kamu pernah gak sih berpikir...."


"Berpikir apa kak?" tanya Keyra penasaraan.


"Pernah gak kamu berpikir, Dad Kim susah-susah cari duit cuma buat kakak. Ehh, kakak malah nyari duit sendiri." Keyra terdiam mendengar ucapan Alex.


"Kamu bisa bayangin gimana perasaan Dad Kim?" Keyra masih terdiam. "Kakak cuma takut Daddy ngerasa kalau perjuangannya bating tulang buat kakak hanya sia-sia. Atau bahkan yang lebih parah Dad Kim merasa perjuangannya mencari nafkah gak di hargai sama kakak," sambung Alex.


'Bener juga sih yang di omongin kak Alex. Tapi kok aku ngerasa ada yang aneh ya.'


"Udah gak usah bengong. Sekarang lebih baik kamu mandi trus istirahat. Nanti malem kan masih ada acara makan malam keluarga. Dan kakak yakin kamu bakalan suka dengan tempat makan malam kali ini," ujar Alex yang memang sudah pernah makan malam di restoran hotel yang berada di lantai empat lima.


"Emm....." Keyra masih diam di tempat.


"Kenapa? Emang kamu gak mau istirahat?" tanya Alex heran karena melihat Keyra sama sekali tak bergerak dari posisinya saat ini.


"Bukan gitu kak."


"Itu anu...."


"Anu apa?" tanya Alex bingung.


"Bantuin lepasin ini." Keyra menunjuk siger yang masih berada di kepalanya.


"Ohh, itu doang?" tanya Alex dengan tersenyum aneh.


"Maksud kak Alex?" tanya Keyra tak mengerti.


"Enggak. Kak Alex cuma mau bilang kalau kakak juga bisa bantu lepas yang lainnya," jawab Alex sembari berjalan mendekat ke arah Keyra.


"Maksud kakak yang lainnya?" Keyra kembali bertanya.


"Itu...." Alex menunjuk kebaya yang di kenakan Keyra dengan ekor matanya.

__ADS_1


"Kakak jangan." Keyra menyilangkan tangannya di depan dada.


"Kenapa? Kan udah halal buat di lihat."


"Ihh...kakak mesum," teriak Keyra histeris.


"Ehh... sssttt, jangan teriak-teriak Key. Kakak cuma bercanda." Alex membungkam mulut Keyra dengan telapak tangannya. Dia khawatir teriakan Keyra terdengar hingga ke luar kamar. Padahal kamar presidential suite di hotel ini di lengkapi dengan peredam suara. Hingga tak mungkin suara. Keyra terdengar hingga keluar kamar.


Keyra meronta meminta agar Alex melepaskan tangannya.


"Kamu diem dulu nanti baru kakak lepasin," pinta Alex. Dan Keyra pun menganggukan kepala sebagai jawaban.


"Kakak...." teriak Keyra begitu mulutnya terlepas dari tangan Alex.


"Ssttt, diem. Nanti orang-orang ngira kakak ngapa-ngapain kamu," ujar Alex sembari mengarahkan jari telunjuk di bibirnya sendiri sebagai pertanda agar Keyra diam.


"Emang kakak mau ngapa-ngapain Keyra," sahut Keyra dengan ekspresi siaga. Dia khawatir Alex menyerang saat dirinya lengah.


"Enggak Key enggak. Tadi kakak cuma bercanda," ucap Alex memjelaskan. 'Padahal udah halal, tapi tetep aja gak bisa menikmati,' gerutu Alex dalam hati. 'Sabar Lex sabar, buat Keyra jatuh cinta dulu sama lo. Biar nanti kalau unboxing rasanya lebih mantap,' batin Alex menyemangati dirinya sendiri.


"Beneran cuma bercanda?" tanya Keyra curiga.


"Iya, iya kakak bercanda doang," jawab Alex meyakinkan.


"Ya udah Keyra percaya," jawab Keyra sembari menurunkan kedua tangannya yang sejak tadi berada di menutupi dadanya.


"Harus percaya, kakak kan suami kamu. Lagian kalau liat dikit doang kan gak pa-pa."


"Kakak....." pekik Keyra kembali menyilangkan tangannya di depan dada.


"Ya ampun Key kakak bercanda doang," ucap Alex pasrah. Sepertinya belum saatnya melihat ciptaan tuhan paling indah milik Keyra. "Ya udah sini kakak bantuin copot sigernya."


"Tapi kakak gak bakalan macem-macem kan?" tanya Keyra dengan pandangan was-was.


"Ya ampun Key. Kamu masih percaya sama kakak?"


"Bukan gitu."

__ADS_1


"Kalau percaya, sini kakak bantuin!"


Dan pada akhirnya mau tak mau Keyra mendekat pada suaminya. Namun di dalam hati, ia terus berdo'a semoga ucapan Alex benar-benar dapat di percaya.


__ADS_2