
Mendengar suara Zea menyadarkan Alex jika saat ini bukan hanya ada mereka berdua saja di ruangan ini.
"Ayo masuk dek." Alex mengambil rantang makanan di tangan Key dan menggandeng gadis itu menuju ke arah Zea.
Sedangkan Key hanya bisa tersenyum saat mendapati Alex yang kini sudah kembali bersikap manis padanya, tak seperti saat terakhir mereka bertemu.
"Dia siapa Lex?" tanya Zea sembari menatap Keyra dari atas hingga ke bawah. Namun tatapannya terhenti saat melihat tangan Alex dan gadis itu masih saling bertautan.
"Ahh... kenalin Zee, ini Keyra. Key kenalin ini Zea," ujar Alex setelah meletakan rantang makanan di atas nakas.
"Zea." Zea memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya ke arah Keyra.
"Kak lepas dulu tangannya," bisik Keyra namun masih terdengar jelas di telinga Zea, hingga membuat Zea mengepalkan tangan kirinya dengan cukup erat.
"Maaf kakak lupa," jawab Alex terkekeh sembari melepaskan tautan tangan mereka.
"Keyra." Key membalas uluran tangan Zea dengan tersenyum. 'Zea? Bukankah Zea itu nama cewek yang udah pernah nolak kak Alex dulu?'
"Siapanya Alex?" tanya Zea yang sudah sangat penasaran.
"Ahh... a-aku ad......."
"Key kamu bawa makanan apa?" tanya Alex yang sengaja menyela ucapan Keyra. Karena jujur saja Alex tak suka jika Keyra memberi tahu orang lain jika mereka adalah kakak adik.
"Ahh...itu ada kimbab, kimci sama......" Key terdiam mencoba mengingat apa saja makanan yang mom Lisa bawakan untuk makan siang Alex. "Key lupa kak apa lagi yang Key bawa. Soalnya mommy bawain banyak banget, Key gak hafal," jawab Keyra tersenyum nyengir.
"Ckk.. kamu itu." Alex mengacak gemas puncak kepala Keyra. "Kamu sendiri udah makan siang belum?" tanya Alex masih menatap intens Keyra yang sekarang sudah cukup pandai memakai riasan wajah. Tak berlebihan dan tentu saja masih tetap menampilkan sisi remajanya.
"Belum. Kata mommy, Key suruh nemenin kak Alex makan disini," ucap Keyra. "Mommy juga udah bawain dua porsi makanan kok. Jadi kak Alex pasti tetep kenyang walau Key ikut makan," lanjut Keyra menjelaskan.
__ADS_1
"Kok cuma dua?" tanya Zea yang merasa heran kenapa mommy Alex hanya membawakan dua porsi makanan. Padahal di rumah sakit Alex sedang menjaga dirinya. Apa keberadaannya tak di anggap?
"Maaf kak Zea. Tapi kata mom Lisa, kak Zea pasti udah dapet makanan dari rumah sakit. Jadi gak perlu di bawakan makanan lagi," ucap Keyra sembari tersenyum. Bahkan dia seolah mengabaikan perubahan wajah Zea yang kini sudah terlihat sangat kesal.
"Ya udah yuk. Kita makan dulu! Pasti kamu udah laper," ajak Alex yang lagi-lagi menggandeng tangan Keyra menuju sofa yang ada di sudut ruangan.
"Sini kak biar Key yang siapin." Keyra mengambil alih rantang makanan dari tangan Alex, lalu mulai membukanya satu persatu.
"Kamu makin cantik aja dek. Perasaan kakak baru dua hari gak lait kamu," goda Alex dengan pandangan masih fokus menatap Keyra yang sedang menyiapkan makan siang untuk mereka.
"Kak Alex apaan sih." Wajah Key sudah memerah. Bahkan dia menjadi salah tingkah saat menyadari jika Alex terus menatapnya. "Udah nih kak makan!" Key menyodorkan makanan yang sudah dia siapkan tanpa melihat ke arah Alex. Jujur saja dia merasa cukup malu menatap Alex setelah mendengar gombalan kakak angkatnya itu.
"Suapin," pinta Alex dengan manja.
"Udah makan sendiri aja kak," tolak Keyra. Bagaimana bisa Alex memnita dirinya untuk menyuapinya? Apa Alex tak tahu hal itu benar-benar bisa membuat jantung Keyra meledak karena harus bekerja dengan ekstra. 'Duh jantung, please jangan gini. Nanti kalau kak Alex denger detakanmu yang kenceng kayak gini gimana? Kan aku malu,' batin Key mengrutuki jantungnya yang terus berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Gak mau. Kak Alex maunya di suapain," ucap Alex dengan sangat manja.
Key mulai mencapit sepotong kimbab menggunakan sumpit lalu mengarahkannya ke Alex.
"Kalau nyupin liat orangnya," gerutu Alex saat Key justru menyuapi pipinya.
Key mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk. "Maaf, Key gak sengaja," ujar Key lirih.
"Hmm... gak pa-pa," jawab Alex sesaat setelah memasukan potongan kimbab ke mulutnya. "Sini biar kakak aja yang suapin." Alex mengambil alih sumpit di tangan Keyra. Dan mereka pun mulai makan siang bersama dengan Alex yang menyupi dirinya sendiri dan juga Keyra.
Bahkan saat ini Key terlihat mulai nyaman dengan sikap Alex padanya. Apalagi kakak angkatnya itu memang sangat pandai mencairkan suasana, hingga tak ada lagi ke canggungan di antara keduanya.
"Lex......" panggil Zea yang sejak tadi menahan kekesalannya saat melihat kedekatan antara Alex dan juga Keyra. Apalagi hingga saat ini Zea masih belum tahu betul siapa Keyra sebenarnya.
__ADS_1
"Iya Zee. Kamu ingin sesuatu?" tanya Alex yang sudah mengalihkan pandangannya ke arah Zea.
'Zee? Apa itu panggilan sayang kak Alex untuk gadis itu? Gadis yang udah nolak kak Alex dulu? Apa jangan-jangan gadis itu juga yang udah buat kak Alex jatuh cinta? Tapi bukankah kak Alex bilang kalau gadis yang udah buat di jatuh cinta adalah gadis yang udah dia tolak?' Key bertanya pada dirinya sendiri.
'Ahh...iya, kak Alex kan pernah bilang kalau Zea nembak dia beberapa waktu yang lalu. Apa kak Alex akhirnya nolak dia waktu itu? Trus, apa sekarang kak Alex nyesel udah nolak dia?' pertanyaan-pertanyaan itu terus bermunculan di kepala Keyra. Bahkan hingga membuat dirinya kesal.
"Lex tolong ambilin aku minum," pinta Zea lirih seolah tak berdaya.
"Baiklah." Alex meletakan sumpitnya.
"Kak, biar Key aja," tawar Keyra. 'Gak akan gue biarin lo deket-deket sama kak Alex gue," batin Key dengan tersenyum smirk.
"Beneran kamu aja?" tanya Alex memastikan.
"Iya. Kak Alex lanjutin aja makannya," jawab Key yang kini langsung bangkit dan berjalan ke arah Zea.
"Ini minumnya kak." Key menyodorkan gelas berisi air putih yang baru saja dia isi dari botol air mineral kemasan.
"Makasih." Zea meraih gelas di tangan Keyra dengan sedikit kasar.
"Sama-sama." Key menjawab dengan tersenyum simpul.
"Lex, bantuin gue. Gue mau ke toilet," pinta Zea lagi.
"Biar aku aja kak yang bantuin," sahut Keyra yang masih berdiri di sisi ranjang.
"Gak perlu. Lo gak bakalan bisa. Biar Alex aja." Zea berkata tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Keyra karena fokusnya kini sedang menatap Alex yang juga sedang menatap ke arah mereka.
"Kak Alex biar aku aja yang bantu kak Zea," ucap Key sedikit berteriak. "Aku bisa kok," lanjutnya lagi.
__ADS_1
'Jangan ngarep bisa deket-deket kak Alex. Karena kak Alex cuma milik aku.'