She'S Mine

She'S Mine
Sikap Dingin Keyra


__ADS_3

Sebelum makan malam, Ello dan Ayura sudah tiba di kediaman Kim dengan membawa beberapa menu makan malam yang di masak khusus oleh Bi Sari.


"Kak Keyra mana?" tanya Ayura sesaat setelah masuk ke dalam rumah.


"Ada di kamarnya," jawab Alex. "Wah pas banget nih lo bawa makanan di waktu yang tepat." Alex tersenyum sembari mengusap perutnya yang mulai lapar.


"Ini bukan buat lo ngab," sahut Ello sembari meletakan rantang makanan di meja makan.


"Pelit banget sih lo ngab. Lagian lo kan mau numpang tidur di rumah gue jadi anggep aja makanan itu sebagai biaya menginap," ucap Alex dengan pandangan fokus ke rantang makanan.


"Gue di nginep kan disuruh mom Lisa. Bukan kemauan gue sendiri. So, kalau kamu mau minta biaya sewa, minta aja sama nyokap lo," balas Ello dengan santainya.


"Haishh... sumpah lo ngeselin banget ngab," ucap Alex sebal.


"Kamar kak Key dimana kak? Biar Ayura panggilin buat makan malem bareng," sela Ayura.


"Kamarnya ada di lantai dua. Letaknya pas di sebelah tangga," jawab Alex.


"Ya udah Ayura panggil kak Key dulu." Namun saat hendak melangkah, tubuh Ayura justru di tahan oleh suaminya. "Kenapa?" tanya Ayura heran.


"Biar Alex aja yang panggil Keyra. Kamu di sini aja, kasihan nanti dedeknya kecapean," jawab Ello sembari mengusap perut istrinya. "Ngab, buruan panggil Keyra!" perintah Ello.


"Hmm......." Tanpa banyak protes Alex langsung pergi meninggalkan ruang makan dan berjalan cepat menuju kamar Keyra di lantai dua. Namun saat sampai di anak tangga terbawah, Keyra justru sudah turun lebih dulu.


"Key ada Ayura di ruang makan," ujar Alex memberi info.


"Udah tau," jawab Keyra. Karena ternyata tadi Ayura sudah meneleponnya begitu sampai di kediaman Kim.


"Ohh, udah tau ya," ucap Alex sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jujur saja dia sedikit cangung pada Keyra. Apalagi saat melihat Key kini yang terlihat sangat cuek padanya.


"Maaf, bisa geser dikit gak?" tanya Keyra dengan aura dingin yang menyelimuti wajahnya.


"Ehh, bisa-bisa." Alex sedikit menggeser tubuhnya untuk memberi jalan pada Keyra.

__ADS_1


Sedangkan Keyra yang sudah mendapatkan ruang untuk lewat, kini langsung melewati Alex begitu saja tanpa permisi.


"Dek, kamu masih marah sama kakak?" tanya Alex yang kini mensejajarkan langkah kakinya dengan Keyra.


Keyra yang memang masih marah memilih untuk diam dan tak menyahuti pertanyaan Alex yang menurutnya tak penting untuk di jawab. Karena bagi Keyra, seharusnya Alex tahu tanpa dirinya yang menjelaskan.


"Dek...." panggil Alex.


"Ra, kak Ello. Maaf ya nunggu lama," ujar Keyra dan langsung membantu Ayura dan Ello yang sedang menyiapkan makan malam.


'Gue di cuekin,' batin Alex dengan wajah sendunya.


"Gak pa-pa kak," jawab Ayura tersenyum.


"Udah kalian duduk aja. Kita mulai makan malamnya," perintah Hiro.


"Key, kamu duduk sini samping kakak," pinta Alex sembari menepuk kursi kosong di sampingnya.


'Ini buka salah Keyra. Elo sendiri yang udah bikin dia marah dan kecewa,' batin Alex memaklumi sikap Keyra yang cuek dan dingin padanya.


"Key kamu mau makan ini? Kakak ambilin ya, biasanya kamu suka." Alex mengambilkan sepotong rendang untuk Keyra. Namun lagi-lagi sebuah penolakan dia terima.


"Key lagi gak mau makan rendang." Key menjawab dengan sedikit ketus. "Kak Ello, tolong ambilin ayam goreng dong," pinta Keyra sembari menunjuk ayam goreng di hadapan Ello.


"Ini Key."


'Kapok gue kapok. Gak lagi-lagi deh gue nyentak Keyra kalau akhirnya gue jadi di diemin kayak gin**i.' Alex hanya bisa menatap Keyra yang terlihat tersenyum saat Ello mengambilkan ayam goreng untuknya. Dia rindu, rindu senyum itu. Dan sayangnya saat ini tak ada lagi senyuman itu untuknya.


"Nanti abis makan malem kita nonton film horor yuk," ajak Ayura di sela-sela makan malam mereka.


"Gak ahh," sahut Alex dengan cepat.


"Kenapa? Lo takut ngab?" tanya Ello dengan senyum miring di bibirnya.

__ADS_1


"E-enggak. Siapa bilang," sahut Alex ketus. 'Sialan ini Ello. Udah tau gue paling anti nonton film horor. Ini malah nantangi seolah-olah dia gak tau kalau gue takut,' gerutu Alex di dalam hati sembari menatap sebal ke arah sahabatnya.


"Kalau kak Key gimana? Mau gak?" tanya Ayura pada Keyra.


"Emm..sebenernya gue takut ra," jawab Key malu.


"Gak usah takut kak. Kan nontonnya rame-rame," ujar Ayura meyakinkan Keyra jika menonton film horor tak semenakutkan yang Keyra bayangkan.


"Emm.. ya udah deh aku mau," ucap Keyra memutuskan.


~


Setelah selesai makan malam keempatnya langsung membersihkan meja makan sebelum akhirnya mereka duduk berkumpul di ruang keluarga.


"Gue udah pesen cemilan. Mungkin bentar lagi nyampek," ucap Ello. "Tugas Ayura dan Keyra memilih film yang mau kita tonton. Dan tugas lo ambil selimut. Biar nontonnya makin asik," sambung Ello.


Semua mengerjakan tugas masing-masing. Dan sepuluh menit kemudian mereka berempat sudah kembali duduk lesehan di ruang keluarga.


"Bentar-bentar. Kak Ello tolong matiin dulu lampunya. Biar makin greget nontonnya," pinta Ayura pada sang suami.


Di awal film, semua masih berjalan cukup lancar. Namun begitu di pertengahan, baik Alex maupun Keyra sudah berlomba berteriak. Keduanya terlihat sama-sama ketakutan. Dan hal itu membuat Ello dan Ayura terkikik geli.


"Kakak gimana sih, nonton film horor malah ketawa," bisik Ayura.


"Lucu banget Yang liat mereka kayak gitu." Ello pun menjawab dengan berbisik sembari menatap Alex dan Keyra yang tengah kompak menutup wajah mereka dengan selimut.


Film horor yang mereka tonton adalah salah satu film horor yang sudah Ello dan Ayura tonton beberapa kali. Bahkan keduanya sampai hafal kapan kemunculan hantu di film itu.


"Iya kak, mereka lucu banget. Bahkan kak Keyra sampe lupa kalau saat ini lagi ngambek sama kak Alex," bisik Ayura sambil terkikik geli.


Dia sudah tahu semua cerita tentang Zea, Keyra dan juga Alex dari mom Lisa. Hingga tadi Ayura tak merasa heran saat melihat Keyra yang terlihat bersikap dingin pada Alex.


"Kakak keluar sebentar ya, mau telfon Mike," bisik Ello dan di balas dengan anggukan kepala oleh Ayura.

__ADS_1


__ADS_2