She'S Mine

She'S Mine
My Tank


__ADS_3

Deg


'Aduh kenapa gue bisa keceplosan sih' batin Keyra mengrutuki kebodohannya yang tak bisa mengontrol emosi.


"Nana...." panggil Alex saat merasa Nana sahabatnya hanya diam tak menanggapi pertanyaannya.


"Hah, kenapa?" tanya Keyra yang mulai gugup.


"Kenapa diam? Dan kenapa kamu gak jawab pertanyaanku?" tanya Alex yang masih sangat penasaran bagaimana bisa Nana tahu jika dirinya sudah menikah.


"Ja-jawab apa?"


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku udah nikah?" tanya Alex dengan pertanyaan yang sama.


"Itu......"


Tut.. Tut.. Tut..


Keyra memilih mematikan panggilan teleponnya secara sepihak karena dia sama sekali tak tahu harus membuat alasan apa saat ini.


"Na, Nana...." panggil Alex. "Kenapa di matiin sih," gerutu Alex. Dia pun kembali melakukan panggilan telepon ke nomer Nana. Namun sayang, saat ini Nana justru tak mengangkat panggilan teleponnya sama sekali. Bahkan sahabatnya itu justru menolak panggilan telepon darinya.


"Kenapa Nana bisa tahu gue udah nikah? Padahal jelas-jelas gue gak cerita sama dia soal pernikahan dadakan gue," gumam Alex. "Dan kenapa sekarang gue ngerasa ada yang aneh sama Nana," gumam Alex. Sejenak dia terdiam lalu detik selanjutnya dia kembali membuka ponselnya untuk melihat display picture (foto profil) yang terpasang di nomer telepon Nana.


Dan benar dugaan Alex. Semakin di lihat, dia merasa semakin tak asing dengan sosok orang yang berada di dalam foto profil itu. Ya walaupun dalam foto profil itu Nana berpose membelakangi kamera.


"Sial, kalau di liat-liat kaos yang di pakai sama Nana sangat mirip dengan milik Keyra waktu kita pertama ketemu di rumah sakit," gumam Alex. "Apa mungkin Nana itu Keyra?"


Alex terdiam. Otaknya yang hanya sebesar biji jagung dia paksa untuk mengingat semua hal tentang Nana dan juga Keyra.


"Ahh,, sial, apa mungkin iya?" tanya Alex pada dirinya sendiri saat menyadari semua tentang Nana sangat mirip dengan Keyra sang istri.

__ADS_1


Mulai dari suara, tinggi badan dan gaya bahasa saat mereka gunakan saat berkirim pesan pun sama. "Kayaknya gue harus nanya langsung ke Keyra."


Dan tanpa pikir panjang, Alex langsung berjalan cepat bahkan setengah berlari agar bisa segera sampai di kamarnya. Karena jujur saja dirinya sudah sangat tak sabar mendengar penjelasan dari Keyra tentang hal ini.


Jujur saja Alex tak menyangka akan menemukan fakta seperti ini. Karena pada awalnya dia hanya ingin meminta solusi pada Nana.


Kenapa meminta solusi pada Nana buka pada Ello ataupun Mike? Ya karena Alex merasa kedua sahabatnya akan berpikir sama dengan mom Lisa dan juga Keyra. Yaitu berpikir jika Zea hanya membohonginya saja. Dan karena hal itu Alex tak yakin bisa menemukan solusi jika meminta saran pada dua sahabatnya, Ello dan Mike.


"Key, Keyra..." panggil Alex begitu memasuki kamar.


"Key, kamu dimana?" tanya Alex dengan sedikit berteriak tak sabar. Hingga tak lama terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi yang menandakan jika istrinya itu pasti saat ini sedang berada di dalam sana.


Sembari menunggu Keyra keluar kamar mandi, Alex memilih mendudukan tubuhnya di sofa. Walaupun sudah tak sabar mendengar penjelasan dari Keyra, tapi Alex juga tak mungkin meminta Keyra cepat keluar hingga mengganggu sang istri yang mungkin sedang berkosentrasi di dalam sana.


"Bukankah itu HP Keyra?" gumam Alex saat melihat sebuah benda pipih berwarna hitam di atas meja kaca di depannya. Hingga detik selanjutnya, sebuah senyum samar terbit di bibir Alex. "Oke, kita buktikan sendiri. Apa benar Nana itu Keyra?"


Alex merogoh kantong celananya untuk mengambil ponselnya sendiri. Dan tanpa menunggu lama dia langsung menghubungi nomer telepon Nana.


"Nah kan bunyi." Alex mengambil ponsel milik Keyra dan melihat nama yang tertera di layar. "My Tank, ihh... manis banget nama gue disini," gumam Alex di ikuti dengan bibirnya yang sudah melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman.


"Jika di mobile legend tank bertugas sebagai tameng bagi tim yang bisa melindungi pemain lain dari musuh di dalam permainan. Tapi di dunia nyata gue janji bakal lindungun lo dari siapapun yang berniat nyakitin lo," sambungnya.


Alex tak bisa berbohong jika saat ini dirinya sangat bahagia saat mengetahui sebuah fakta bahwa Nana ternyata istrinya sendiri.


"Kak Alex ngapain pegang HP Keyra?" Keyra mengambil paksa ponselnya dari tangan Alex.


Alex tersenyum. "Tadi ada yang telfon. Mau kakak angkat udah mati," ujar Alex sembari menatap Keyra dengan tatapan penuh makna.


"Jangan sembarangan buka-buka HP orang. Ini termasuk privasi," ketus Keyra. Dia sangat khawatir Alex mengecek ponselnya. Atau lebih tepatnya Keyra takut Alex tahu jika dirinya adalah Nana. Apalagi beberapa saat yang lalu Keyra sempat keceplosan ketika tak bisa mengontrol kekesalannya pada suaminya.


"Tak ada lagi privasi setelah kita sah menjadi suami istri," ucap Alex. "Kalau kamu mau, kamu juga bisa cek HP kakak sampai kamu puas," sambung Alex sembari mengulurkan ponselnya ke arah Keyra.

__ADS_1


"Tapi gak bisa gitu kak." Keyra hanya menatap sekilas ponsel suaminya. Sebenarnya jauh di lubuk hatinya terdalam, Keyra juga ingin mengecek isi ponsel Alex. Keyra sangat ingin tahu isi obrolan di room chat Alex dan Zea.


"Kenapa? Memang ada rahasia apa yang kamu sembunyiin di dalam ponsel itu?" tanya Alex sengaja memancing Keyra. 'Sampai kapan kamu bakal sembunyiin identitas kamu sebagai Nana? Jujur saja kakak penasaran kenapa kamu gak jujur sejak awal. Dan kakak harap, semoga alasan kamu nanti bisa kakak terima.'


"Enggak, gak ada yang Keyra sembunyiin," jawab Keyra gugup.


"Beneran kamu udah ngomong jujur? Gak ada yang kamu sembunyiin dari kakak?" tanya Alex dengan sedikit meyudutkan. "Atau mungkin ada yang ingin kamu ceritakan ke kak Alex?" Bahkan tatapan Alex saat ini terkesan mengintimidasi istrinya.


"Kakak apaan sih. Mana mungkin Keyra punya rahasia-rahasiaan segala. Lagian kayaknya gak ada yang perlu Keyra rahasiakan."


"Beneran?"


"Udah lah. Kak Alex gak jelas banget," ucap Keyra dan langsung memilih meninggalkan Alex daripada urusan pembicaraan mereka melebar kemana-mana. Namun saat baru beberapa kali melangkah, terdengar suara anda dering panggilan masuk dari ponsel Keyra.


Deg


Keyra diam membatu saat membaca nama yang tertera di layar ponselnya. 'My tank.'


"Kenapa gak di angkat?" tanya Alex yang kini sduah bangkit dan berjalan mendekat kearah Keyra.


"Gak pa-pa. Telpon gak penting," jawab Keyra sembari menyembunyikan ponselnya dari Alex pandangan Alex.


"Benarkah? Sini kakak lihat." Alex hendak meraih ponsel Keyra. Namun dengan secepat kilat Keyra menjauhkannya. "Kenapa?"


"Kakak yang kenapa? Keyra kan udah bilang kalau HP itu privasi. Dan Keyra gak suka kakak main rebut HP Keyra kayak gini," ucap Keyra ketus.


"Tapi kakak mau tahu. Apa itu selingkuhan kamu?" Alex kembali memancing Keyra.


"Bukan. Kakak apaan sih. Mana ada Keyra selingkuh. Jangan ngaco," sahut Keyra dengan cepat.


"Kalau gitu kakak liat ponselnya." Alex menengadahkan tangannya meminta agar Keyra memberikan ponselnya.

__ADS_1


"Keyra gak mau," tolak Keyra dan langsung berniat meninggalkan Alex. Namun sayang, saat kakinya hendak melangkah, tubuhnya justru di tarik oleh suaminya.


"Sampai kapan kamu mau seperti ini. Nana," bisik Alex tepat di telinga Keyra.


__ADS_2