She'S Mine

She'S Mine
Second Account


__ADS_3

Setelah mengambil ponselnya, Key langsung bergegas menuju kamarnya. Dia khawatir Alex curiga padanya.


Drt.. Drt.. Drt..


Lagi-lagi ponsel milik Key berbunyi. Pandangan matanya menatap ke arah ponselnya dan seketika itu kedua matanya membulat sempurna saat menyadari Alex menelepon dirinya.


Key menatap ke sekelilingnya. Khawatir ada seseorang di sekitarnya terutama khawatir kakak angkatnya itu menyusulnya. Dan setelah memastikan suasana aman, Key menggeser tombol hijau di ponselnya sembari membuka pintu kamarnya.


"Halo," sapa Key dengan suara berbisik.


"Na, are you okay?" tanya Alex yang terdengar khawatir saat mendengar suara Keyra.


"I'm okay," jawab Key dengan suara yang kembali normal karena dirinya sudah berhasil masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.


"Syukurlah. Aku pikir terjadi sesuatu padamu." Terdengar helaan nafas lega setelah Alex berbicara.


"Iya Lex."


"Kamu sudah sampai di rumah?" tanya Alex begitu mengingat tujuan utama dirinya menelepon Nana untuk menanyakan hal itu.


"Ya aku udah di rumah," jawab Key sembari merebahkan tubuhnya. Seharian menumpuk kebohongan membuat Key merasa sangat lelah. Lelah hati dan pikiran.


"Syukurlah, kalau gitu kamu istirahat dulu. Pasti kamu capek. Dan aku tutup dulu teleponnya," ujar Alex yang ingin memberika waktu untuk Nana beristirahat.


"Tunggu kak." Key mencegah Alex menutup teleponnya.


"Kenapa?" tanya Alex sambil tersenyum. Jujur saja dia merasa senang karena Nana masih ingin berbicara lebih lama dengannya.


"Emm... boleh aku bertanya sesuatu?" Key balik bertanya.

__ADS_1


"Tentu saja. Bahkan kamu boleh bertanya apapun."


"Apapun?"


"Ya, apapun. Aku akan berusaha menjawabnya walaupun pertanyaan kamu itu sangat sulit untuk di jawab," ujar Alex sambil terkekeh.


"Kenapa kak Alex gak pernah ngasih tau aku kalau kak Alex adalah Alex salah satu anggota tim tigers. Bahkan kak Alex hanya menggunakan Akun smurf  untuk bisa kenalan sama aku. Jujur aku merasa di bohongi," ujar Key dengan nada kesal.


*Akun smurf/akun kecil adalah istilah bagi gamer yang punya akun game lain dengan peringkat lebih kecil dari akun utamanya.


Dia kesal, kenapa Alex sahabat virtualnya adalah Alex kakak angkatnya. Kenapa bukan Alex lain. Karena jujur saja saat bersama Alex sahabat virtualnya, Key merasa bisa menjadi dirinya sendiri. Mengekspresikan diri sebagai Key yang nyata.


Bahkan bersama Alex, Key bisa menemukan sisi lain dari dirinya. Salah satunya Key bisa tahu jika dirinya bisa berteman baik dan terbuka akan segala hal pada seorang laki-laki selain mendiang ayahnya.


"Na, maaf. Bukan maksud aku bohong sama kamu," ujar Alex yang kini merasa sangat bersalah. "Kamu inget kan waktu pertama kita kenal dulu?"


Key memilih dia tak menyahuti ucapan Alex. Hingga tak lama terdengar helaan nafas kasar dari seberang telepon.


Key masih terdiam. Dia ingat betul saat pertama kali bertemu Alex saat dirinya bermain solo rank. Dan disana dirinya bertemu dan menjadi satu tim dengan Alex.


Waktu itu Alex tiba-tiba memaki-maki semua teman satu timnya karena alasan yang tak jelas. Hingga akhirnya ucapan Key berhasil membungkam sekaligus menenangkan hati Alex yang sangat kacau. Bahkan karena keberhasilan Key menenangkan Alex membuat pria patah hati itu memfollow dirinya dan menjadikan Key sebagai teman curhat.


"Na, maafin aku," ujar Alex memohon. "Aku gak maksud bohongin kamu," sambung Alex.


Awalnya Alex mengira Nana tak mengetahui jika dirinya adalah salah satu anggota tim tigers. Karena saat pertama mereka bertemu, Alex tak melihat keterkejutan di mata Nana.


Tapi ternyata pemikiran Alex itu salah. Tak mungkin seorang gamers seperti Keyra tak mengenal dirinya yang sudah tiga tahun berturut-turut memenangkan kompetisi e-sport bersama anggota tim tigers yang lainnya.


"Hmm.. aku maafin," jawab Key yang akhirnya memilih memaklumi Alex yang menyembunyikan statusnya sebagai anggota tim tigers.

__ADS_1


Apalagi disini bukan hanya Alex saja yang tak jujur. Tapi dirinya juga. Bahkan sampai Alex sudah mengatakan yang sejujurnya pun, Key masih belum berani mengatakan jika Nana adalah Keyra. Jika sahabat virtual Alex adalah adik angkatnya sendiri.


Dan yang patut Key syukuri saat ini adalah nomer telepon yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Alex adalah nomer khusus atau lebih tepatnya second number. Ya, hanya Alex yang mengetahui nomer ini. Karena nomer utama yang orang-orang tahu berbeda dengan nomer yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Alex.


Dan sepertinya Alex pun juga memakai second number untuk menghubunginya. Karena jika dia menggunakan nomer utama, mungkin Key sudah tau jika kakak angkatnya adalah sahabat virtualnya. Dan begitupun sebaliknya, mungkin Alex juga akan mengetahui jika Nana adalah Key saat pertama kali mereka bertukar nomer telepon.


"Serius kamu maafin aku?" tanya Alex terdengar antusias.


"Hmm..."


"Makasih Na."


"Iya. Kalau gitu aku matiin teleponnya sekarang," ujar Key dan langsung mematikan panggilan telepon begitu Alex mengiyakan.


Key melempar teleponnya ke atas ranjang. Pandangan matanya fokus menatap langit-langit bercat putih di dalam kamarnya. Hingga beberapa kali helaan nafas berat terdengar dari mulutnya.


"Entah sampai kapan aku bisa sembunyiin ini dari kak Alex. Sembunyiin kebenaran kalau Nana adalah Keyra," gumam Key yang lagi-lagi disertai dengan helaan nafas.


Key mendudukan tubuhnya di atas ranjang. Pandangan matanya kini tertuju pada empat paper bag berwarna coklat pemberian dari kakak angkatnya yang tadi sempat dia letakan di atas sofa.


"Hadiah dari kakak buat adek barunya," gumam Key sembari tersenyum kecut. Entah kenapa saat mengetahui sahabat virtualnya adalah Alex, Key menjadi tak menyukai hubungan kakak adik dengan Alex. Padahal awalnya dia merasa biasa saja.


Dengan langkah gontai, Key berjalan kearah sofa. Dia cukup penasaran dengan isi paper bag itu. Apalagi ini adalah hadiah pertama yang di berikan kakak angkatnya.


Setelah mendudukan tubuhnya di atas sofa, Key mulai membuka satu persatu paper bag pemberian Alex. "Apa-apaan ini?" Key mengangkat mini dress berwarna baby pink.


"Ya lord ini girly banget. Mana sexy lagi." Key menatap ngeri pada mini dress pemberian Alex.


Key membuka paper bag kedua. Dan ternyata isinya seperangkat produk make up. "Kak Alex ngasih hadiah sekaligus ngeledek aku ini mah."

__ADS_1


Dan untuk paper bag ketiga dan keempat isinya sebuah flat shoes dan sebuah mini bag.


Key menghela nafas panjang. "Bukan salah kak Alex sih kalau ngasih hadiah kayak gini," gumam Key. "Yang salah itu kenapa aku gak bisa seperti remaja cewek pada umumnya."


__ADS_2