
Key masih memilih diam. Entah kenapa dirinya merasa bad mood setelah melihat senyum Alex pada gadis lain.
"Key....."
"Aku gak pa-pa," ucap Keyra.
"Jangan bohong sama kak Alex. Kamu kenapa? Apa karena cewek-cewek tadi kamu jadi marah sama kakak?" tanya Alex lagi.
"Gak. Ngapain marah," sahut Key ketus.
"Ya kakak gak tau. Mungkin kamu gak suka kakak punya banyak fans."
"Mau kak Alex banyak fans atau enggak, itu bukan urusan Key. Key gak peduli."
"Jangan gitu dong dek. Kamu harus selalu peduli sama kakak," ucap Alex dengan sangat serius.
"Emang kenapa?" tanya Key berpura-pura cuek. Dia memilih untuk kembali mengaduk mangkuk berisi bakso yang tadi sempat dia abaikan.
"Tentu saja kamu harus selalu peduli sama kak Alex. Karna kamu segelanya buat kakak. Dan kak Alex gak akan bisa hidup tanpa kamu," jawab Alex dengan menaik turunkan kedua alisnya. Dan jangan lupakan senyum genit di bibirnya yang selalu berhasil membuat Key tertular untuk ikut tersenyum.
"Apaan sih kak," decak Key sebal. Namun sebuah senyum malu-malu kini sudah terbit di sudut bibirnya. Karena jujur saja dia merasa senang mendengar ucapan itu. Walau Key sendiri tak tahu apakah yang di ucapkan Alex adalah sebuah kejujuran atau justru kebohongan.
"Kalau senyum gitu kan cantik," ucap Alex tersenyum.
Dan entah kenapa tiba-tiba Alex menyangga kepalanya dengan tangan dan kedua siku yang bertumpu di atas meja. Lalu pandangan matanya mulai terfokus menatap wajah adik angkatnya.
"Ihh..kak Alex kenapa sih liatin Key kayak gitu." Wajah Key mulai memerah. Gadis mana yang tak merasa salah tingkah jika di tatap seintens ini oleh seorang pria tampan.
"Udah makan aja. Kak Alex cuma mau lihat adik kakak makan kok," jawab Alex santai tanpa rasa berdosa telah membuat jantung seorang gadis hampir meledak.
__ADS_1
"Eh Eh Ehh........" pekik Key saat bakso miliknya mental dan menggelinding di atas meja. Ternyata terlalu salah tingkah membuat dirinya menjadi gadis yang ceroboh.
"Pelan-pelan dek." Alex mengambil bakso yang menggelinding itu dan langsung memasukannya ke dalam mulutnya.
"Kak itu kan kotor," ucap Key lirih. Dia tak berani menatap kakak angkatnya. Dia terlalu malu. Harusnya sebagai seorang gadis dia tak boleh makan sebar-bar ini.
"Gak pa-pa belum lima menit," jawab Alex sambil terkekeh. "Udah lanjutin makannya. Abis itu baru kita pulang."
Key hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Dia masih cukup malu setelah insiden bakso menggelinding terjadi. 'Duh Key malu-maluin banget sih kamu. Harusnya di depan kak Alex kamu harus jadi gadis yang anggun.'
~
Seperti janjinya tadi pagi, sore ini Ayura dan Ello pergi ke salah satu restoran di pusat kota Jakarta.
"Heh ngab, Lo juga disini?" tanya Ello saat melihat Mike sudah duduk manis di meja yang sama dengan meja yang di pesanan oleh mom Lisa.
"Mom Lisa ngajak makan sore bareng," jawab Mike yang terlihat tak kaget melihat keberadaan Ello dan Ayura. Karena mom Lisa memang sudah memberi tahu jika Ello dan Ayura juga ikut acara makan sore mereka.
"Lagi ke toilet," jawab Mike.
"Kayaknya ada yang mau mom Lisa omongin ke kita soal Alex sama Key. Soalnya mom Lisa bilang jangan bilang Alex ataupun Key tentang makan sore ini," ucap Ello.
"Kamu bener Ello," sahut mom Lisa yang baru saja kembali dari toilet.
"Mom....."
Mom Lisa tersenyum lalu mendudukan tubuhnya di samping Mike. "Mommy mau minta tolong sama kalian."
"Minta tolong? Minta tolong apa mom?" tanya ketiganya serentak.
__ADS_1
"Kita makan dulu aja," jawab mom Lisa bertepatan dengan pelayan yang membawakan makanan pesanannya. Seperti mama Rani, mom Lisa pun sudah cukup hafal dengan makanan kesukanan Mike, Ello dan Ayura. Hingga untuk memesan makanan, dirinya tak harus bertanya lagi pada ketiganya.
"Jadi mommy mau minta tolong apa?" tanya Ello tak sabar. Bahkan karena terlalu tak sabar, dirinya makan dengan kecepatan cahaya.
Mom Lisa menatap ketiga sahabat Alex secara bergantian. "Mommy mau jodohin Alex sama Keyra," ucap mom Lisa.
"Ayura setuju," sahut Ayura cepat hingga membuat ketiga orang di sana menatap ke arahnya.
Ayura pun hanya bisa nyengir saat dirinya menjadi pusat perhatian. "Kayaknya kak Key juga suka sama kak Alex."
"Maksud kamu?" tanya mom Lisa tak mengerti. Hingga akhirnya Ayurapun menceritakan tentang Keyra yang menjadi sahabat virtual Alex. Ayura bahkan juga menceritakan semua yang dia ketahui tentang perasaan Key terhadap Alex kakak angkatnya dan Alex sahabat virtualnya.
"Kamu serius nak?" tanya mom Lisa dengan binar bahagia.
"Iya mom. Kak Key sendiri kok yang bilang kalau dia sayang sama kak Alex. Tapi disini dia masih bingung, apa rasa sayangnya ke kak Alex itu sebagai seorang adik ke kakak atau yang lainnya," jawab Ayura.
"Ello juga ngrasa sayangnya Alex ke Keyra itu berlebihan. Maksud Ello sayangnya Alex bukan sekedar sayang seorang kakak ke adiknya. Tapi lebih dari itu," sahut Ello.
"Kenapa mommy gak paksa aja si Alex buat nikah sama Keyra? Atau mungkin tunangan dulu." Kini giliran Mike yang buka suara. Karena dia sendiri juga bisa melihat tatapan sayang Alex pada Keyra.
"Udah. Dad and Mom udah pernah nyuruh Alex nikah sama Key. Tapi dia nolak mentah-mentah," ujar mom Lisa lalu menceritakan pembicaraannya dengan Alex saat di kediaman pak Santoso.
"Mungkin dulu Alex nolak karena dia belum kenal Keyra. Tapi sekarang kan udah beda mom," ucap Mike.
"Ahh, elo ngab. Kayak gak tahu Alex aja. Dia kan gengsinya gede. Dan gue yakin sekarang dia juga gak sadar kalau udah jatuh cinta sama adik angkatnya sendiri," sahut Ello.
"Nah karena itu mommy minta tolong ke kalian," ucap mom Lisa. "Mommy mau kalian bertiga bantuin mommy buat nyatuin Alex dengan Keyra. Apapun caranya. Karena mommy cuma mau Keyra yang jadi pasangan Alex sekaligus menantu mommy," sambung mom Lisa.
Ello, Ayura dan Mike menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Apalagi mereka bertiga sudah cukup mengenal Keyra. Dan ketiganya yakin Key sangat cocok untuk menjadi pawang buaya seperti Alex.
__ADS_1
"Makasih ya. Kalian bertiga emang anak mommy paling keren dan kompak. Dan mom bersyukur karena Alex memiliki kalian di hidupnya," ucap mom Lisa tersenyum bahagia. Bahkan terlalu bahagia membuat sudut matanya berembun.
"Ahh mommy, jangan bilang makasih. Karena sebagai sahabat rasa keluarga, sudah seharusnya kita saling membantu dan mensupport satu sama lain," ucap Ayura yang kini sudah bangun dari duduknya dan memeluk mom Lisa. Bahkan sama mom Lisa, Ayurapun kini menangis bahagia saat mengingat kebersamaan dan kekompakan sang suami dengan kedua sahabatnya.