She'S Mine

She'S Mine
Dance Floor


__ADS_3

Alex mulai mengamati siger yang terpasang di kepala Keyra. Dan pada akhirnya dia memutuskan untuk melepas mahkota siger terlebih dahulu lalu beralih ke kembang tanjung.


Sejauh ini semua berjalan lancar. Namun suara rintihan Keyra terdengar saat Alex berusaha melepas kembang goyang (logam bermata batu-batuan yang di pasang di atas sanggul).


"Aw.. kakak sakit," rintih Keyra. "Pelan-pelan bisa gak sih? Emang kakak kira, aku sundel bolong yang harus di tusuk pake paku dulu biar bisa jadi manusia." Keyra mengomel saat merasakan nyeri di kepalanya akibat Alex yang tak sengaja menusuk kepalanya dengan kembang goyang.


"Ya maaf, kakak kan gak sengaja. Ini susah tau," balas Alex yang tak terima di omeli sang istri.


"Keyra tahu susah. Tapi kan bisa pelan-pelan," gerutu Keyra sebal.


"Iya, iya. Bawel banget sih," sahut Alex. Entah kenapa dia merasa Keyra tak lagi menjadi gadis pendiam seperti biasanya. Karena sejak tadi Key terus saja berbicara tanpa henti.


"Kok kakak malah ngatain Keyra bawel?" sahut Keyra tak terima.


"Kakak gak ngatain, tapi kenyataan. Kamu sekarang bawel," balas Alex.


"Kakak, ngeselin." Keyra berdiri dari duduknya.


"Ehh, itu belum kelar. Kurang dikit lagi."


"Biarin. Keyra bisa sendiri," jawab Keyra ketus. Untung saja saat ini tinggal melepas sanggul saja. Hingga Keyra merasa bisa melakukanya sendiri.


"Dasar cewek, kayak gitu aja ngambek," gumam Alex menatap Keyra yang sedang berjalan ke arah walk in closet.


Setelah mengambil setelan baju yang akan dia pakai, Keyra kembali keluar dari walk in closet dan berjalan ke arah kamar mandi dengan bibir yang terus mengerutu sebal.


"Iya, Keyra emang bawel. Gak kayak Zea. Trus ngapain kakak nikah sama Keyra. Sono nikah aja sama siluman ular. Biar rasain punya istri pendiem tapi bermuka dua," gumam Key sesaat setelah masuk ke dalam kamar mandi.


~


Beristirahat? Huh... Nyatanya Keyra tak bisa melakukan hal itu, karena tepat pukul lima sore beberapa orang dari team MUA sudah datang ke kamarnya untuk membantu Keyra bersiap.


Jika Keyra sama sekali tak bisa beristirahat, Alex justru merasakan sebaliknya. Dia yang merasa sangat lelah terlihat tertidur pulas di atas ranjang. Bahkan keriuhan dan kesibukan para team MUA tak membuat tidurnya terusik sama sekali.


"Astaga, bisa-bisanya ni anak tidur kayak orang pingsan gini." Mom Lisa hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya.

__ADS_1


"Gak pa-pa mom. Kayaknya kak Alex kecapekan," sahut Keyra tanpa menatap ke arah mertuannya yang baru saja datang.


"Kecapekan? Emang kalian abis ngapain? Jangan bilang kalian udah....." mom Lisa menatap curiga pada sang menantu.


"Enggak mom. Bukan gitu maksud Keyra." Wajah Keyra terlihat memerah karena malu. Bisa-bisanya mom Lisa berpikir sejauh itu.


"Gitu juga gak pa-pa," sahut mom Lisa terkekeh. "Kim, bangun." Mom Lisa mengguncang-guncangkan tubuh sang putra dengan tenaga ekstra.


"Mommy, Alex masih ngantuk." Alex menutup kepalanya dengan bantal agar bisa kembali tidur tanpa mendengar suara mom Lisa.


"Bangun! Siap-siap ini udah jam setengah tujuh." Mom Lisa menarik kaki sang putra dengan sekuat tenaga hingga kaki Alex menjuntai ke lantai.


"Mommy rese banget sih?" Alex mendudukan tubuhnya dengan kedua mata masih terpejam.


"Ayo bangun. Apa kamu mau mommy suruh Mike atau Hiro yang gantiin kamu sebagai pasangan Keyra di acara makan malam ini?" ancam mom Lisa.


"Astaga mommy. Gak, Alex gak izinin!" sahut Alex dengan cepat. " Liat nih Alex bangun." Entah semangat dari mana, kini Alex sudah berdiri tegak.


"Bagus, sekarang mandi dan siap-siap!" perintah mom Lisa. Dan dengan langkah gontai Alex berjalan menuju kamar mandi. Bahkan dia mengabaikan tatapan Keyra dan para team MUA.


"Iya mom," jawab Keyra tersenyum. Setiap pagi dia sudah biasa mendengar mom Lisa marah-marah saat membangunkan Alex. Hingga hal semacam ini bukan lagi menjadi suatu hal yang baru untuknya.


~


"Kamu cantik banget Key," bisik Alex saat mereka berdua berjalan bergandengan tangan keluar dari kamar menuju restoran hotel di lantai empat lima.


Ini bukan pertama kali Alex memujinya, tapi tetap saja Keyra merasa seakan terbang karena pujian orang yang di cintainya.


Andai saja Alex juga mencintainya, Keyra pasti merasa menjadi wanita beruntung, karena cintanya tak lagi bertepuk sebelah tangan.


Namun kenyataannya sampai saat ini Alex belum mencintainya. Dan hal itu justru membuat Keyra lebih bersemangat untuk menakhlukan seorang Kim Alexander.


"Kak indah banget view dari sini." Keyra menatap takjub pada pemandangan yang dapat mereka lihat dari restoran hotel di lantai empat lima.


"Tentu saja. Ini adalah salah satu restoran terbaik di hotel ini bahkan di Jakarta," jawab Alex yang juga ikut mengagumi pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang terlihat begitu memukau dari balik kaca restoran.

__ADS_1


"Baiklah, karena sepasang pengantin baru sudah kumpul. Mari kita mulai makan malamnya," ucap papa Jo memulai acara makan malam mereka.


Semua mulai duduk dan mengelilingi meja persegi panjang yang sudah di hiasi bunga-bunga segar. Dan tak lama kemudian para pelayan mulai menyiapkan jamuan makan malam mereka. Bahkan setiap orang di lanyani khusus oleh satu orang pelayan.


Setelah makan malam usai, tiba-tiba lampu padam dan berganti dengan cahaya redup. Hingga tak lama kemudian terdengar slow romantic dance songs yang membuat para pasangan disana hanyut terbawa suasana.


"Akan ada hadiah dua tiket liburan ke Turkey selama satu minggu dan juga tambahan uang jajan seratus juta rupiah untuk best couple malam ini," ucap Dad Kim yang saat ini sudah berdiri di tengah-tengah dance floor.


Sontak hal itu membuat Keyra, Ayura dan Tata berteriak histeris. Ya malam ini Agam dan Tata juga ikut hadir di acara makan malam yang papa Jo buat.


"Oke, let's start the game!" seru Dad Kim dengan penuh semangat.


Keyra, Ayura dan Tata langsung menarik pasangan mereka masing-masing untuk di ajak berdansa. Dan tentu saja baik Alex, Ello dan juga Agam tak menolak. Apalagi hadiah yang di janjikan oleh dad Kim sangat menggiurkan.


"Mom, maukah kamu berdansa dengan daddy?" tanya dad Kim sembari mengulurkan tangannya ke arah mom Lisa.


"Tentu saja," jawab mom Lisa menerima uluran tangan Dad Kim.


"Ayo Pa, mama juga mau ikut permainan ini," ajak mama Rani.


Seolah tak mau kalah dengan yang muda, dua pasang suami istri usang itu pun ikut berdansa di dance floor bersama tiga pasangan yang lainnya.


"Kak Hiro ngerasa panas gak sih?" tanya Mike. "Kalau aku sih udah gosong," sambungnya sembari menatap kesal kelima pasangan yang kini sedang berdansa romantis di hadapan mereka.


"Tau gini papi gak ikut acara makan malam ini," sahut papi Genta yang sama kesalnya dengan Mike.


"Sama, papa juga mending gak ikut," ujar papa Jo ikut menimpalai.


"Dasar duda jomblo menyedihkan. Makannya cari istri lagi!" sahut Hiro sembari tersenyum mengejek.


"Harusnya yang cari istri itu kamu Hiro," sahut Papa Jo. "Kita berdua mah udah pernah rasain gimana nikmatnya surga dunia. Lah kamu? Masa kalah sama adek sendiri."


Skak mat. Hiro terdiam dan hanya bisa memalingkan wajah kesalnya tanpa bisa menyahuti ucapan papa Jo yang langsung menusuk ke hatinya yang terdalam.


Sedangkan disisi lain, Mike sudah tertawa ngakak melihat wajah kesal Hiro. Dia tak menyangka jika papanya bisa dengan mudah membungkam mulut Hiro. Padahal biasanya mulut Hiro lah yang selalu mengatakan hal-hal yang membuat orang lain kesal.

__ADS_1


__ADS_2