She'S Mine

She'S Mine
Ngekost Di Bumi


__ADS_3

Dari pagi hingga siang, Alex benar-benar tak meninggalkan kediaman Aditama. Dia dengan setia menunggu dan menjaga adik kesayangannya dari siapapun yang mungkin saja akan mendekatinya.


"Temenin gue bikin konten aja yuk ngab. Gue bosen nih nungguin mereka belajar," ucap Ello yang saat ini juga memutuskan untuk tetep di rumah.


"Ya udah ayo. Tapi ada persenannya kan?" tanya Alex sembari menaik turunkan alisnya.


"Dasar sultan matre," ucap Ello sinis.


"Gue gak munafik ngab. Gue juga butuh cuan," sahut Alex terkekeh.


"Ya udah ntar gue top upin diamond lo," balas Ello. Karena walau bagaimana pun Alex sudah mau membantunya.


"Nah kalau gini kan gue semangat bantuin lo bikin konten," ucap Alex sumringah.


Ello mendengus sebal pada sahabatnya yang kadang-kadang cukup perhitungan ini. "Ya udah ayo ke ruang kerja gue sekarang," ajak Ello dan di balas anggukan kepala oleh Alex.


Hampir dua jam di dalam ruang kerja untuk membuat konten video membuat Alex maupun Ello tak menyadari jika Ayura kini menyusul mereka.


"Kak....." panggil Ayura.


Ello menatap ke sumber suara. Ternyata di ambang pintu Ayura sedang berdiri menatapnya. "Sini!" perintah Ello. Dan tanpa menjawab ucapan sang suami, Ayura mulai berjalan mendekat.


"Udah selesai belajarnya?" tanya Ello sembari menarik Ayura ke dalam pangkuannya.


"Udah barusan. Kakak juga udah selesai?" tanya Ayura sesaat setelah melihat layar monitor di atas meja kerja Ello.


"Belum, bentar lagi. Kamu disini dulu ya temenin kakak," pinta Ello dan di balas anggukan kepala oleh sang istri.


"Hadohh, hadohh.... gini amat ya nasib gue yang ngekost di bumi," gerutu Alex sebal. "Mending gue pindah ke planet mars aja lah kalau gini mah. Siapa tau disana gak ada makhluk bucin kayak di bumi," sindir Alex sebelum akhirnya beranjak meninggalkan little pasutri.


Tadi saat bermain game di dalam ruang kerja Ello, Alex tiba-tiba teringat dengan Nana sahabatnya. Sudah beberapa hari ini mereka sangat jarang berkomunikasi. Lebih tepatnya sejak pertemuan mereka beberapa waktu yang lalu.


Klunting...


Key tersentak saat mendapat pesan masuk dari Alex. Pandangan matanya menyusuri setiap sisi ruangan. Dia khawatir rahasia jika dirinya adalah Nana akan terbongkar. Terlebih lagi saat ini Alex juga ada di kediaman Aditama, dan tak menutup kemungkinan sang kakak angkat bisa tiba-tiba muncul di hadapannya.


[Nana, gimana kabar kamu? Udah lama kita gak ngobrol. Aku jadi kangen banget sama kamu.]

__ADS_1


Key membaca pesan itu dengan hati-hati. Lalu dengan cepat membalasnya sebelum kak Alex datang.


[Aku baik-baik aja. Iya kita udah lama gak ngob]


Dor...


Suara Alex mengagetkannya. Bahkan membuat pesan balasan yang belum selesai Keyra ketik sudah terkirim lebih dulu ke nomer Alex.


"Lagi ngapain dek?" tanya Alex.


Belum sempat menjawab pertanyaan Alex, sebuah notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel Alex. Sesaat kemudian Alex tersenyum setelah membaca pesan itu. Dan tanpa pikir panjang, Alex memilih untuk langsung menelepon Nana.


Drt.. Drt.. Drt..


'Mampus.. Kak Alex malah nelfon gue.' Jantung Key berpacu semakin cepat. Bahkan keringat dingin mulai membasahi tangannya saat pandangan mata Alex fokus menatap ke arahnya.


"Kok gak di angkat dek telfonnya?" tanya Alex yang belum menyadari jika sebenarnya panggilan teleponnya tersambung dengan ponsel Keyra.


"Ahh... i-itu anu...."


"Jangan-jangan," sahut Key panik.


"Memangnya kenapa?" tanya Alex curiga.


"Ini cuma tukang nagih cicilan panci," jawab Keyra asal.


Alex mengerutkan dahinya. "Nagih cicilan panci? Emang kamu utang panci dek?" tanya Alex sembari mengantongi ponselnya di celana, karena Nana sama sekali tak mengangkat panggilan teleponnya.


"Iya kak," jawab Key sedikit meringis saat mengatakan hal itu.


"Berapa?"


"Apanya?" Keyra balik bertanya.


"Pancinya."


"Ohh.. pancinya dua puluh." Lagi-lagi Key menjawab dengan asal.

__ADS_1


"Hah? dua puluh? Untuk apa panci sebanyak itu?" tanya Alex dengan wajah kaget.


"Ehh...itu, anu... eee.... buat masak di rumah makan ayah," jawab Key setelah memutar otaknya untuk membuat alasan yang cukup masuk akal.


"Ohh pantes. Masih kurang berapa bayar cicilannya? Biar kak Alex yang bayar," ucap Alex dengan santainya. Kalaupun uang tabungannya tak cukup untuk membayar cicilan panci sang adik, Alex tinggal menelepon Dad Kim sebagai solusi terakhirnya.


"Ehh gak usah kak. Biar Key aja yang bayar," tolak Keyra.


"Udah, kasih tau kakak, biar kakak yang bayarin," ucap Alex yang tak menerima penolakan.


"Cuma kurang dua ratus aja kak," jawab Key lirih.


"Ohh dua ratus juta," jawab Alex santai, karena isi tabungannya sudah lebih dari itu.


"Bukan dua ratus juta kak, tapi dua ratus ribu."


"What hanya dua ratus ribu?" Alex membelalakan matanya tak percaya. Dan sekarang Key hanya bisa menganggukan kepala sebagai jawaban.


"Ya ampun dek. Kakak kira dua ratus juta. Kalau gitu kakak transfer sekarang aja!" Alex merogoh kantong celananya untuk mrngambil ponsel.


"Udah kakak transfer," ucap Alex setelah beberapa saat memainkan ponselnya.


"Loh kak kok di transfer dua puluh juta? Ini kebanyakan. Key transfer balik ya," ujar Key setelah melihat nominal uang masuk di rekeningnya.


"Udah gak pa-pa buat jajan kamu. Nanti kalau kurang kamu tinggal kasih tau kakak aja," ucap Alex. 'Lagian itu juga duit dari bokap. Kalau punya gue abis tinggal minta lagi,' batin Alex terkekeh.


"Kak Key, ayok kita makan siang," ajak Ayura yang baru saja keluar dari ruang kerja sang suami.


"Lo gak nawarin gue juga Ra?" sindir Alex.


"Kalau kak Alex mau makan ya makan aja. Biasanya juga gak di tawarin main ambil sendiri," balas Ayura balik menyindir. "Ayo kak Key. Abis makan siang kita harus siap-siap buat ngedate. And mom Lisa barusan telfon, katanya udah kirim gaun caaanntiikkk banget khusus buat kak Key pakai malam ini," ucap Ayura menekan kata cantik sembari melirik sekilas ke arah Alex.


"Hah? Nyokap gue kirim gaun buat kencan Keyra?" tanya Alex tak percaya.


"Hmm.. bahkan mom Lisa udah reservasi restoran bintang lima buat makan malam kita nanti," jawab Ayura semakin memanas-manasi Alex.


"Wah gak bener ini," gumam Alex. Dan tanpa menunggu lama dia memilih menghubungi mom Lisa untuk menanyakan kebenaran atas ucapan Ayura. Dan jika benar seperti apa yang Ayura katakan, Alex tak segan-sagan untuk mengajukan banding maupun nota keberatan. Karena jujur saja Alex tak terima jika sang mommy ikut membantu acara double date antara Keyra, Hiro dan juga Ello Ayura.

__ADS_1


__ADS_2