She'S Mine

She'S Mine
Berbuat Kebaikan


__ADS_3

Keyra yang sejak tadi menguping pembicaraan Alex dan Zea di telepon kini memberanikan diri untuk mengutarakan apa yang sejak tadi terpendam di dalam hatinya.


"Kak, emang ini gak keterlaluan ya? Ninggalin kak Zea di restoran dengan tagihan makanan lima belas juta lebih. Lima belas juta itu banyak lho kak."


Memesan dua ratus porsi makanan untuk anak panti adalah ide yang di cetus oleh Alex. Karena pada awalnya Keyra memang hanya ingin memberi obat pencuci perut pada Zea dan meninggalkan begitu saja wanita bermuka dua itu di restoran mall.


"Gak sayang. Lagian dia aja sama bokapnya sendiri gak kasihan. Coba bayangin kalau kamu di posisi bokapnya Zea gimana? Dituntut anaknya sendiri untuk mencukupi semua kebutuhan yang bisa di bilang bukan kebutuhan pokok," ucap Alex. "Bahkan kamu sendiri tau, bokap Zea sampai harus korupsi dan berhutang ke rentenir hingga berakhir di penjara."


"Tapi kak......"


"Udah sayang gak pa-pa. Kamu gak perlu khawatirin nenek lampir itu. Lagian dua minggu yang lalu sebelum pemotretan, dia udah dapet DP honor dari kak Hiro. Dia juga udah dapet uang dari dad Kim karena awalnya dia akan menjadi BA (brand ambassador) produk fashion perusahaan daddy. Dan jumlahnya kalau di gabungin bisa mencapai ratusan juta Yang. Apalagi dad Kim dan kak Hiro tak meminta kembali uang yang sudah mereka transfer ke no rekening Zea. Padahal kerja sama mereka gagal karena Zea yang memilih pura-pura cacat," ucap Alex menjelaskan.


"Dan anggap saja saat ini kita sedang membantu Zea berbuat kebaikan. Siapa tau dengan begitu bisa mengurangi sedikit dosa-dosanya," sambung Alex masih mencoba menenangkan istrinya.


"Tapi....."


"Udah gak pa-pa. Kita gak usah pikirin nenek lampir itu dulu. Lebih baik sekarang kita ke dapur aja yuk!" ajak Alex. "Kakak pengen makan mie instan bikinan kamu," sambung Alex sembari menggandeng tangan Keyra dan keluar beriringan dari kamar.


Alex terus menatap istrinya yang kini terlihat cekatan menyiapkan semua tambahan bahan untuk membuat mie instant. Seperti telur, sayur sawi hijau, bawang merah, bawang putih dan cabai.


Bukan tak mau membantu Keyra, tapi istrinya itu menolak mentah-mentah tawaran Alex untuk membantunya. Bahkan Keyra justru menyuruh Alex duduk diam di kursi bar yang berada sisi dapur.


Jam menunjukan pukul sebelas malam saat Alex dan Keyra menghabiskan semangkuk mie instan kuah dengan dua telur.


"Yang mie buatan kamu enak banget," puji Alex sesaat setelah menengguk segelas air putih.


"Namanya mie instan semua rasanya sama kak. Mau Key atau siapapun yang masak. Kan ada porsi penyajiannya," ucap Keyra yang tak suka di puji hanya karena semangkuk mie instan buatannya.

__ADS_1


"Tetep aja beda Yang," sanggah Alex. "Apalagi kalau kakak yang buat."


"Hmm... mungkin karena Key bikinnya pake hati, jadi lebih enak," balas Keyra sambil terkikik geli mendengar ucapannya sendiri.


"Udah pinter gombal kamu ya." Alex mencubit gemas hidung Keyra hingga membuat gadis itu mengaduh kesakitan.


"Kakak ihh... seneng banget nyubit hidung Key," ucap Keyra dengan bibir yang sudah mengerucut tajam.


"Abis istri kakak ini gemesin banget. Rasanya pengen....."


Ting.. Tong..


Ting.. Tong..


Suara bel rumah yang berbunyi membuat Alex tak melanjutkan ucapannya. Dia menatap ke arah Keyra yang saat ini juga sedang menatapnya dengan ekspresi wajah heran.


"Gak tau kak. Coba cek aja. Takut ganggu tidur daddy sama mommy," ucap Keyra yang juga merasa terganggu dengan suara bel yang terus berbunyi.


Pada akhirnya Alex dan Keyra bersama-sama menuju pintu utama untuk melihat siapa tamu yang datang di tengah malam.


"Dad.. mom.." panggil Alex saat melihat dad Kim dan mom Lisa keluar dari kamar dengan wajah bantalnya.


"Kalian belum tidur?" tanya Dad Kim. Dan di balas dengan anggukan kepala oleh Alex dan Keyra.


"Duh, siapa sih yang malem-malem gini bertamu," gerutu mom Lisa saat lagi-lagi bel rumahnya berbunyi. "Lagian pak Sukma (security di kediaman Kim) kok bukain gerbang sih."


"Kita liat dulu mom. Siapa tau tamu penting," sahut Dad Kim. "Lagian pak Sukma juga gak bakalan ngizinin sembarangan orang masuk," sambung dad Kim lagi.

__ADS_1


"Iya mom. Daddy bener. Mending kita lihat aja siapa yang dateng malem-malem gini."


Pada akhirnya dua pasang suami istri berbeda generasi itu sepakat untuk melihat siapa tamu yang datang.


"Kamu....." Dad Kim menatap tak percaya pada sosok yang saat ini tengah tersenyum tanpa dosa ke arah mereka.


"Malam om, tante." Zea tersenyum sembari menyapa Dad Kim dan mom Lisa.


"Maaf tuan, saya sudah melarang nona ini masuk. Tapi nona ini bilang sudah den Alex sudah memberi izin dia datang malam ini," sela pak Sukma yang merasa bersalah sudah mengganggu majikannya beristirahat.


"Gak pa-pa pak. Terimakasih, pak Sukma boleh balik ke pos," ucap Dad Kim sembari tersenyum ke arah penjaga keamanan rumahnya. Dad Kim tak ingin jika pak Sukma merasa bersalah hanya karena mengizinkan Zea masuk.


Pak Sukma menganggukan kepalanya dan langsung permisi untuk melanjutkan tugasnya menjaga keamanan kediaman keluarga Kim.


"Ada keperluan apa kamu datang ke sini malem-malem?" tanya mom Lisa to the poin.


"Saya ingin bertemu dengan Alex. Alexnya ada kan tan?" tanya Zea pada kedua orang yang sudah dia klaim sendiri sebagai calon mertuanya.


"Ngapain lo nyariin gue?" Alex muncul dari balik tubuh mom Lisa setelah sang mommy sedikit menggeser tubuhnya untuk memberi celah sang putra untuk lewat.


"Alex...." Wajah Zea berbinar saat melihat sosok yang begitu ingin dia temui.


Setelah pergi dari restoran mall, Zea memutuskan untuk langsung menemui Alex. Zea ingin mendengar secara langsung alasan Alex meninggalkannya dengan tangihan makanan sebesar itu. Karena Zea tahu jika Alex lebih dari mampu untuk membayar tagihan yang bisa di bilang hanya recehan.


Zea tak bisa lagi menunggu hingga esok. Apalagi saat ini dirinya seakan sedang di kejar waktu untuk segera melunasi seluruh hutang ayahnya pada tuan Baskara. Atau dia harus terpaksa menjadi istri keempat rentenir tua bangka itu.


"Kakak siapa yang dateng?" tanya Keyra yang tiba-tiba muncul dari balik tubuh Alex dan dengan santainya melingkarkan tangannya di lengan pria itu.

__ADS_1


"Kamu, ngapain kamu disini?"


__ADS_2