
Setelah menyelesaikan sarapan pagi, Ello langsung berpamit karena harus pergi ke kampus. Hingga meninggalkan Ayura di kediaman Kim dan berjanji akan menjemputnya nanti setelah semua urusannya selesai.
Sedangkan Alex, dia terlihat enggan meninggalkan istrinya sedetikpun. Padahal Keyra sudah memaksa suaminya itu untuk ikut pergi ke kampus. Apalagi sudah hampir tiga minggu Alex tak pernah menginjakan kaki ke kampusnya.
"Gak mau Yang. Aku mau disini aja jagain kamu," rengek Alex sembari memeluk lengan istrinya. Dia benar-bebar tak mau pergi walau Keyra terus memaksanya.
"Tapi kakak udah lama gak kuliah. Bisa-bisa nilai kakak ancur," ucap Keyra memperingatkan. "Lagi pula Keyra gak mau punya suami pemalas."
"Sayang... kok kamu ngomong gitu sih. Kakak itu gak malas. Kakak gak ke kampus karena harus jagain istri kakak yang lagi sakit. Kakak gak mau ambil resiko kalau terjadi sesuatu sama kamu," ucap Alex dengan ekspresi sedihnya.
"Kan di rumah banyak orang. Ada mommy ada Ayura juga disini. Mereka pasti jagain Keyra kak," sahut Keyra. Saat ini mereka hanya berdua saja di ruang makan. Karena Ayura sedang mengantar suaminya ke depan. Sedangkan mom Lisa sudah kembali ke kamar untuk membangunkan Dad Kim.
Entah bagaimana reaksi orang-orang jika melihat kelakuan Alex yang saat ini sedang merengek dan menghiba pada istrinya. Bisa jadi semua orang akan muntah melihat kelakuan mantan playboy itu.
"Kakak akan lebih tenang jika kakak sendiri yang jagain kamu. Setidaknya untuk hari ini aja Yang. Dan besok kakak janji kakak akan mulai rajin ke kampus. Jadi boleh ya kalau hari ini kakak di rumah aja," pinta Alex penuh permohonan.
"Hmm.. terserah kakak aja," balas Keyra yang pada akhirnya memilih menyerah membujuk suaminya.
"Makasih sayang. Kamu emang terbaik." Alex berkata sembari memeluk tubuh istrinya. Bahkan dia mengecupi setiap sisi wajah Keyra sebagai ucapan terimakasih sudah mengizinkannya tetap berada di rumah.
"Kakak, udah ihh... nanti Ayura liat. Kan malu," ucap Keyra sembari mendorong tubuh Alex agar menjauh darinya.
"Biarin Yang, lagian dulu kakak juga di jadiin obat nyamuk sama Ello Ayura. Jadi biarin sekarang Ayura ngrasain apa yang kakak rasain dulu," jawab Alex dengan cuek. Bahkan dia tak menyadari jika saat ini Ayura sudah berdiri di belakangnya dengan tangan yang di lipat di depan dada.
"Ohh... jadi sekarang kak Alex mau bales dendam?" tanya Ayura sembari menganggukan kepalanya dengan pelan. "Cukup tau aja ternyata kak Alex itu pendendam," sambungnya lagi dengan nada sinis.
"Ra bukan gitu maksud gue..." Alex menatap Ayura dengan wajah bersalahnya. Jujur dia tak bermaksud seperti itu.
__ADS_1
"Udah lah kak, gak pa-pa. Ayura cuma baru sadar kalau ternyata selama ini persahabatan kita palsu dan hanya sebatas haha hihi di depan aja," ucapnya dengan sedikit menyindir.
"Lo kok ngomong gitu sih Ra. Gue tulus sahabatan sama lo, sama Ello juga." Alex semakin merasa bersalah apalagi wajah Ayura terlihat semakin masam.
"Ngelak aja terus," sahut Ayura sembari melangkahkah kakinya pergi ke arah taman belakan dan meninggalkan Alex dengan perasaan bersalahnya.
Sebenernya Ayura tidak benar-benar marah saat Alex ingin membalasnya dengan bermesraan dengan Keyra. Hanya saja dia ingin sedikit mengerjai Alex. Karena entah kenapa mengerjai Alex adalah sesuatu yang sangat menyenangkan baginya. Apalagi saat melihat ekspresi wajah Alex yang sedang panik seperti tadi.
"Sayang, gimana kalau Ayura marah sama kakak?" tanya Alex sembari menatap punggung Ayura yang sudah pergi menjauh dari ruang makan.
"Kakak sih sok-sokan bilang mau bales Ayura sama kak Ello." Keyra balas menyalahkan.
"Kakak kan cuma bercanda Yang. Gak beneran."
"Tetep aja Ayura marah. Key gak mau ya kalau nanti Ayura jadi marah juga sama Key gara-gara kakak." Keyra berkata dengan pandangan mata menatap kesal ke arah suaminya. "Selalu saja bikin ulah," gumamnya.
"Sana minta maaf. Bujuk biar Ayura gak ngambek lagi," perintah Keyra.
"Iya, iya. Ini kakak minta maaf sama Ayura," sahut Alex yang sudah bangkit dan berjalan ke arah taman belakang untuk menyusul Ayura.
Dari jauh, Alex melihat Ayura sedang duduk di kursi besi sembari mengagumi hamparan bunga mawar berbagai warna milik mom Lisa.
Dan dengan langkah pastinya, Alex berjalan mendekat. "Ra...."
Ayura mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Lalu detik selanjutnya dia kembali memalingkan wajahnya saat mengetahui ternyata Alex lah yang baru saja memanggil dirinya.
"Lo marah sama gue," tanya Alex. Namun Ayura masih memilih diam tak menjawab. Bahkan seolah keberadaan Alex tak terlihat atau bahkan Ayura menganggap Alex sama sekali tak ada disana.
__ADS_1
"Ya ellah, gitu doang ngambek. Gue kan cuma bercanda Ra. Kenapa sensi banget sih jadi cewek," gerutu Alex. Dia meresa kesal karena merasa keberadaannya tak di hiraukan oleh ibu hamil di hadapannya.
"Udah tau Ayura sensian. Ngapain malah bikin Ayura kesel," sahutnya dengan sangat ketus.
"Gue gak maksud gitu Ra. Ya elah, gue bercanda doang Ra. Bercanda. Jangan di ambil hati napa!"
Lagi-lagi Ayura memilih diam. Dia sama sekali tak berniat menangggapi perkataan Alex. Sebagai seorang perempuan, Ayura ingin melihat seberapa besar perjuangan Alex untuk membujuknya. Dasar wanita. Tak marah tapi berpura-pura marah hanya untuk melihat kesungguhan pria.
'Sabar Lex, sabar. Untung aja Ayura bini Ello. Kalau enggak udah gue cemplungin ke empang biar dia jadi santapan ikan lele,' batin Alex dalam hati.
"Oke, gue minta maaf kalau gue salah," ucap Alex sesaat setelah mengusap wajahnya dengan kasar.
"Minta maaf kok gak dari hati." Ayura masih menjawab dengan ketus.
"Gue minta maaf dari hati Ra."
"Kalau kak Alex minta maaf dari hati, kak Alex bilangnya bukan MAAF KALAU GUE SALAH. Tapi kak Alex bakal bilangnya IYA MAAF, GUE SALAH."
Alex menghela nafas dengan kasar. Hanya ucapan yang sedikit berbeda saja di bikin masalah. Dasar ribet.
"Iya maaf, gue salah. Lo mau maafin gue kan Ra?" tanya Alex mencoba sabar. Sabar demi Keyra dan masa depan benda pusakanya.
"Gak." Ayura menjawab dengan singkat, padat dan sangat jelas.
"Kok gitu sih Ra. Gue kan dah minta maaf," ucap Alex memelas. Namun lagi-lagi Ayura terlihat cuek dan bodo amat. "Oke-oke, lo boleh minta apapun. Gue bakal turutin tapi lo harus maafin gue," ucap Alex memberi penawaran.
Ayura mengalihkan pandangan ke arah Alex sembari tersenyum dengan wajah berbinarnya. "Beneran Ayura boleh minta apa aja?"
__ADS_1
"Hmm.. Gue bakal kabulin satu permintaan lo," ucap Alex.