She'S Mine

She'S Mine
Lontong Putih


__ADS_3

Alex yang kaget langsung melempar ponselnya begitu saja. Bahkan dirinya dan Keyra saling tarik untuk kabur lebih dulu.


"Kak...." pekik Keyra kesal saat dirinya tertinggal. Dan di tengah kekesalannya Keyra kembali berlari menyusul Alex yang sudah berada di bawah selimut di atas ranjangnya.


“Alloohumma barik lanaa fiimaa razatanaa waqinaa ‘adzaa bannar.”


"Kak..." panggil Keyra yang saat ini sudah ikut bersembunyi di bawah selimut.


"Diem Key, jangan ganggu kakak baca do'a," ujar Alex sembari mengintip pocong dari balik selimut.


"Kak Alex mau ngusir pocong atau mau ngajak pocong makan bareng?" Keyra bertanya dengan nada bicara ketus.


"Tentu saja mau ngusir pocong. Tuh liat pocongnya masih disana! Mana liatin kesini lagi." Bulu kuduk Alex sudah berdiri tegak karena takut. Bahkan saat ini dia sangat kesal saat do'a yang dia lafalkan tak berhasil mengusir dua sosok lontong putih jelek di balkon kamar Keyra.


"Haish... gimana pocongnya mau pergi kalau kakak baca do'a mau makan," gerutu Keyra. "Yang ada mereka malah gelar tiker di balkon terus makan malem disana."


"Siapa yang baca do'a mau makan?" tanya Alex yang kini justru mulai berdebat dengan Keyra. Dan mengabaikan keberadaan dua pocong yang masih berdiri santai di baklon kamar.


"Kakak tadi," jawab Keyra dengan cepat.


"Enggak kakak gak baca do'a mau makan."


"Iya, kakak do'a mau makan," sahut Keyra tak mau kalah.


"Ya maaf namanya juga panik," ucap Alex nyengir.


Di tengah perdebatan unfaedah di antara Alex dan Keyra, sebuah kilatan cahaya di sertai dengan suara gemuruh yang menggelegar terdengar di telinga keduanya.


"Emaakk...." teriak Keyra dan Alex secara bersamaan. Hingga keduanya saling berpelukan di bawah selimut dengan tubuh yang sama-sama bergetar.


Sedangkan di luar kamar. "Anjir... gue kaget ngab," ucap salah satu pocong sembari mengusap dadanya yang berdebar.


"Sama njirr.... Mending kita udahan yuk jadi pocongnya. Kayaknya mereka juga udah ketakutan," sahut pocong dua yang tak lain adalah Ello.


"Ehh.. bentar lagi, gue masih pengen nakutin Alex dikit lagi," ujar pocong satu yaitu Mike. Dia kembali mengintip di balik kaca jendela dimana gorden kamar Keyra sedikit terbuka.

__ADS_1


"Hihihihi......" kekeh Mike dengan suara di buat semenakutkan mungkin.


"Heh ngab, lo itu pocong apa kuntilanak?" tanya Ello yang merasa suara Mike lebih cocok untuk menjadi kuntilanak dari pada pocong.


"Halahh.. Suara apa aja juga mereka berdua bakalan takut," sahut Mike santai. "Di dalem gak keliatan ngab," sambung Mike dengan wajah yang masih menempel di kaca jendela.


"Ya iyalah gak keliatan bodoh. Orang listrinya di matiin sama pak Slamet," gerutu Ello. "Udah turun aja yuk. Ini udah mulai gerimis nih," sambung Ello yang saat ini mulai merasakan titik-titik air yang jatuh dari langit.


"Ya udah deh. Mereka juga udah gak ada suaranya," sahut Mike. Dia memang sengaja datang ke kediaman Kim untuk mejalankan salah satu misi dari mom Lisa.


"Heh ngapin lo loncat-loncat gitu." Ello menatap Mike dengan heran.


"Menjiwai peran ngab," sahut Mike terkekeh sembari kembali meloncat-loncat ke sisi kanan balkon dimana ada tangga yang tadi mereka gunakan untuk naik.


"Dasar bocah stres," gumam Ello.


Dibawah tangga ada Ayura dan pak Slamet yang masih setia menunggu Ello dan juga Mike untuk turun.


"Gimana kak berhasil?" tanya Ayura begitu Ello tiba di bawah.


Brug


"Kak Mike/Ngab/Den Mike," pekik Ayura, Ello dan pak Slamet hampir bersamaan saat melihat Mike sudah terkapar di tanah dengan tubuh terlentang. Ternyata gerimis membuat tangga basah hingga Mike terpeleset dan jatuh.


"Kak Mike gak pa-pa kan? Gak ada yang sakit kan?" tanya Ayura sesaat setelah Ello dan pak Slamet membantu Mike berdiri.


"Sakitlah. Gak sakit dari mana? Nih bokong gue nyampek linu," desis Mike saat merasa sakit karena pendaratannya yang gagal.


Sedangkan Ayura hanya bisa nyengir. Dia sangat tahu bagaimana rasanya jatuh. Karena dia sendiri pernah merasakannya.


"Udah gak usah ribut. Lebih baik kita masuk. Ini ujannya mulai deres," sela Ello sembari menutupi kepala Ayura dengan tangannya.


"Trus listriknya gimana den?" tanya pak Slamet yang tadi mematikan listrik di kediaman Kim atas perintah Ello.


Pak Slamet sendiri sebenarnya heran dengan tingkah para sahabat anak majikannya. Namun pak Slamet memilih untuk tak ambil pusing. Mungkin beginilah kehidupan anak orang kaya, pikirnya.

__ADS_1


"Besok pagi aja pak nyalainnya," jawab Ello yang tak mau ambil resiko Alex kembali ke kamarnya sendiri.


~


"Mom emang ini gak keterlaluan?" tanya Dad Kim yang saat ini sedang menatap sang putra yang tengah tidur saling berpelukan dengan Keyra di atas rajang.


"Gak pa-pa Dad. Daripada Alex tunangan sama gadis ular itu. Emang Daddy mau?" Mom Lisa balik bertanya.


"Gak mau lah mom." Dad Kim bergidik ngeri membayangkan memiliki calon mantu bermuka dua seperti Zea. Lebih baik Alex bersama Keyra yang notabene-nya gadis baik-baik dari keluarga baik-baik.


"Ya udah. Mangkannya kita lanjutkan misi kali ini," ucap mom Lisa sembari berjalan mendekat ke sisi ranjang.


"Wake up Kim. Bangun." Mom Lisa menepuk tubuh Alex dengan cukup keras agar sang putra lekas terbangun dari tidurnya.


Alex dan Keyra membuka mata bersamaan karena terganggu dengan suara mom Lisa yang cukup kencang.


"Mom...." pekik Alex dan Keyra bersamaan. Keduanya yang kaget bercampur bingung langsung mendudukan tubuhnya di atas ranjang.


Plak


Satu tamparan keras mendarat apik di pipi Alex.


"Apa yang kamu lakukan?" mom Lisa bertanya dengan menatap tajam sang putra yang masih terlihat linglung. Bahkan reaksi Alex saat ini hanya terfokus memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan mom Lisa.


"Apa yang kamu lakukan?" mom Lisa mengulang pertanyaannya dengan menaikan nada bicaranya.


"Maksud mommy apa?" Alex balik bertanya dengan wajah bingungnya.


"Kenapa kalaian tidur satu kamar? Satu ranjang dan yang lebih parah kalian saling...." mom Lisa menggelengkan kepalanya sembari menutup mulut dengan telapak tangannya. "Astaga Kikim.... Mommy gak pernah mengira anak mommy sebejat ini." Mom Lisa memainkan perannya. Dia mulai berakting menangis sejadi-jadinya.


"Kim, kenapa kamu lakuin itu sama adek angkat kamu sendiri. Dimana akal pikiran kamu?" teriak mom Lisa dan langsung mendapat pelukan dari Dad Kim yang juga mulai memaikan perannya.


"Maksud mommy apa? Alex gak ngerti?" Alex yang masih belum paham dengan situasi saat ini terlihat cukup bingung. Begitu juga dengan Keyra yang juga tak mengerti dengan situsi saat ini.


"Kalian, kalian udah melakukan itu kan?" tanya mom Lisa to the poin.

__ADS_1


__ADS_2