
Setelah beberapa menit berdansa, Ayura memilih untuk kembali duduk. Ternyata kehamilannya yang hampir menginjak lima bulan membuat dirinya mudah kelelahan.
"Minum dulu nak." Papi Genta memberikan segelas air putih pada sang putri.
"Makasih pi." Ayura menerima segelas air putih dari papi Genta dan menenggaknya hingga tandas.
"Udah tau lagi hamil. Malah ikut-ikutan dansa gak jelas," ucap Hiro sesaat setelah Ayura menghabiskan air minumnya.
"Halah, bilang aja kak Hiro pengen ikut. Tapi sayang, gak punya pasangan. Alias jomblo lumutan," sahut Ayura mengejek.
"Jomblo itu pilihan. Sebenernya banyak yang ngantri pengen jadi pacar kakak," ucap Hiro. "Tapi sorry-sorry aja ya, kak Hiro orangnya pemilih. Gak mau asal-asalan nerima orang yang baru di kenal."
"Gak pa-pa sama orang yang baru di kenal. Tapi nyatanya kita bahagia. Iya kan kak?" Ayura yang merasa tersindir kini beralih menatap ke arah suaminya.
"Kamu cuma lagi hoki aja dapet cowok modelan kayak Ello yang..."
"Sudah-sudah! Kalian ini gak di rumah gak disini, ribut terus," sela papi Genta yang mulai tak suka mendengar perdebatan unfaedah antara kedua anaknya.
"Kak Hiro duluan yang mulai," jawab Ayura membela diri.
"Yee... emang kakak ngapain?"
"Emang kakak gak nyadar kalau..."
"Ssttt, udah sayang. Gak usah di ladeni. Kamu kayak gak tau kak Hiro aja," bisik Ello dan berhasil menghentikan kalimat yang akan di ucapakan Ayura.
"Ngapain bisik-bisik? Ngatain gue ya?" tuduh Hiro yang merasa curiga dengan adik iparnya.
"Gak kak. Mana berani Ello ngatain kak Hiro," bantah Ello dengan tersenyum kaku.
"Awas aja lo...."
"Hiro, ngapain malah ngancem-ngancem adeknya?" Papi Genta menatap tajam ke arah putra sulungnya.
"Slow pi slow. Nanti darah tinggi papi kumat loh."
"Mangkannya kalau gak mau darah tinggi papi kumat, kamu jangan ngajak ribut adik-adikmu terus," ketus papi Genta.
"Gak pi. Mana mungkin Hiro ngajak ribut Ello. Iya gak dek?" Hiro menatap Ello dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1
"I-iya pi..."
"Ada apa ini? Kok mukanya pada tegang gini?" tanya papa Arya yang baru saja kembali bergabung.
"Gak pa-pa. Kamu udah selesai joget-jogetnya Ar?" tanya papi Genta pada sahabat sekaligus besannya.
"Hmm.. capek, pingang berasa mau copot." Papa Arya memegang pinggangnya yang mulai terasa nyeri.
"Mangkanya Ar, inget umur. Kalau udah tua jangan sok ikut-ikutan permainan anak muda," sahut papa Jo. "Tu liat, bentar lagi kamu udah mau jadi opa," sambungnya sembari menunjuk perut Ayura yang terlihat membuncit.
Papa Arya terkekeh. "Niatnya biar keliatan muda. Ehh, gak taunya fisik gak bisa di aja bohong."
Prokk... Prokk..
Suara tepukan tangan membuat semua pandangan mata menatap ke arah dance floor.
"Oke, sekarang waktunya pengumuman pemenang best couple untuk malam ini," ucap Dad Kim dan di sambut tepuk tangan semuanya kecuali empat pria jomblo yang tidak mengikuti acara dansa romantis ini.
"Silahkan Genta, Jonathan, Hiro dan Mike memberikan poling suara kalian," ucap Dad Kim.
"Kok kita?" tanya ke empat pria jomblo itu hampir bersamaan.
"Ya, kalian jurinya. Kan yang gak ikut kompetisi best couple cuma kalian," jawab Dad Kim dengan santainya. Bahkan ia seolah tak menyadari kedongkolan empat pria jomblo di hadapannya.
Keempatnya saling berpandangan, mereka tak tahu harus memenangkan siapa. Karena tadi mereka hanya menonton sekilas keromantisan kelima pasangan unfaedah ini.
"Ro, kamu aja Hiro nentuin siapa yang menang," ucap papi Genta.
"Iya kak Hiro aja," ucap Mike dan diiringi dengan anggukan kepala oleh papa Jo.
Hiro menatap kelima pasangan yang mengikuti perlombaan di lantai dansa. "Alex sama Keyra aja deh yang menang," jawab Hiro.
"Yey kita memang," teriak Alex dan Keyra. Bahkan keduanya reflek saling berpelukan.
"Yahhhh, kenapa kak Alex sama kak Keyra yang menang? Padahal Ayura sama Kak Ello lebih romantis." Wajah Ayura terlihat kecewa saat mendengar keputusan dari kak Hiro. Pasalnya dia juga sangat ingin pergi berlibur ke Turkey.
"Kamu bisa minta beli tiket ke suamimu. Kasihan Keyra punya suami pengangguran," ucap Hiro dengan lantangnya.
"Ya elah kak. Gak perlu kenceng-kenceng ngomongnya," sahut Alex ketus. "Semua orang juga tahu kali kalau gue belum kerja."
__ADS_1
"Udah-udah," sela papi Genta melerai. "Selamat buat Alex dan Keyra. Manfaatkan tiket liburan ini untuk kalian honeymoon," lanjutnya.
Ayura mengambil segelas jus jeruk dan berjalan mendekat ke arah Keyra dan Alex. "Selam.... Ehh, ehh..."
Byur
Segelas jus jeruk yang di bawa Ayura tumpah tepat di gaun Keyra. "Lo gimana sih Ra?" sentak Alex saat melihat gaun Keyra basah.
"Maaf kak Key, Ayura gak sengaja," ucap Ayura dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Kamu gak pa-pa Yang?" tanya Ello khawatir.
"Gak pa-pa kak," jawab Ayura. "Kak Key, maafin Ayura ya."
Keyra tersenyum. "Gak pa-pa kok Ra. Ini cuma basah dikit aja," ucap Keyra dengan tersenyum ke arah Ayura. Dia tak mau Ayura merasa bersalah hanya karena hal sepele seperti ini.
"Mangkannya lain kali hati-hati," ucap Alex memperingatkan.
"Sabar ngab, sabar. Jangan marah-marah. Ini minum dulu biar kepala lo adem." Mike datang dengan membawa segelas jus jeruk untuk Alex. Namun saat Alex hendak menerima gelas dari tangan Mike, tiba-tiba...
Byur
"Ohh, shitt..." umpat Alex kesal karena jus jeruk yang di bawa Mike justru tumpah di bajunya. Dan hal itu tentu saja membuat baju Alex basah seperti Keyra. "Kalian ini gimana sih?"
"Sorry-sorry gue gak sengaja ngab," ucap Mike dengan wajah tak berdosanya.
"Ini baju gue jadi basah," kesal Alex dengan pandangan fokus ke jas dan kemejanya yang kini terdapat noda kuning.
"Halah basah gitu aja marah-marah," sahut mom Lisa yang kini berjalan mendekat. "Sekarang mendingan kalian berdua balik ke kamar aja. Kasihan ini Keyra pasti kedinginan," sambung mom Lisa sembari mengusap sekilas rambut menantunya.
"Ayo Key ke kamar. Kalau kelaman disini kak Alex takut makin emosi," ucap Alex dan langsung mengandeng tangan istrinya. Keduanya pun meninggalkan acara makan malam yang memang sudah selesai.
Setibanya di kamar, Alex langsung meminta Keyra untuk mandi dan berganti pakaian. Ya walaupun sebenarnya dia juga risih dengan keadaan bajunya sekarang, tapi setidaknya Keyra lebih penting daripada dirinya sendiri.
"Key mandi duluan ya," pamit Keyra dan di balas anggukan kepala oleh Alex.
Dan seperti biasa dia berjalan ke walk in closet lebih dulu untuk mengambil baju ganti.
"Kakak...." teriak Keyra dengan cukup kencang hingga membuat Alex langsung berlari mendekat.
__ADS_1
"Ada apa Key?" tanya Alex panik.
"Itu......"