She'S Mine

She'S Mine
Taehyung is B E S T


__ADS_3

"jelata tetap jelata, mengaku saja. tidak usah sok-sok akan membeli iphne tadi.. haha" masih saja ada yang bunyi meskipun yang tertawa tidak seramai tadi.


Taehyung tersenyum ramah...


"ah aku lupa wonyoung, tunggu yah aku ambilkan" taehyung segera mengambil tasnya yang berada dimeja tadi, ia kembali kedepan wonyoung dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya..



Dengan samar-samar dari jauh orang melihat taehyung yang sedang memegang box iPhne.


"Wah mana tadi yang salah bicara?" bisik orang-orang


"hahaha sepertinya yang akan jadi bahan penindasan itu orang yang meremehkannya" suara orang-orang mulai gaduh


"wah benar-benar sultan, eh tapikan itu cowoknya kalau ceweknya sih keliatan yah mungkin dia yang agak matr..." suara seseorang seperti sedang mengetes wonyoung


"ah taehyung kita kembali saja, aku baru pindah dari apartemen-Dokter ke apartemen-elite" kata wonyoung berjalan sambil berbicara didekat orang yang mencoba mengetesnya tadi


"hehe sepertinya dia sedang sombong akan kebohongan..haha" ejek seseorang


"eh tidak.. yang dia katakan sepertinya betul, aku sudah beberapa kali melihat dia keluar masuk apartemen-elite, bahkan dia dibawa oleh Lamborghini putih, dan sepertinya yang membawa itu ibunya, kayanya ibunya itu dokter loh" semuanya sudah mulai gaduh dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Wonyoung dan taehyung pun bergegas meninggalkan kafe selagi tidak ada yang memperhatikan karena orang-orang tengah sibuk dengan pendapat mereka masing-masing.


Skip,


Wonyoung pov.


Aku dan taehyung terus berlari menuju Gerbang kampus, berusaha meninggalkan kafe secepat mungkin.


"hah..hah..hah.." aku dan taehyung terengah-engah karena kecapekan


"hey kim taehyung!" seruku padanya


"ada apa?!" taehyung menjawab dengan balas menyeru


"iPhne tadi?" tanyaku to the point


"ah maksudmu BOX iPhne?" kata taehyung tersenyum


"hah maksudmu tadi itu hanya sebatas BOX? apa kau gila!!! YAK!!!! kalau ketahuan itu hanya kotak, kita bisa jadi bahan olok-olok satu kampus! Baj*ngan kau!" aku sungguh sangat-sangat marah pada taehyung


"hei hei kau seharusnya berterima kasih!! bukannya mengumpat! lagipula, apa kau tidak berpikir? kalau aku benar-benar punya iPhne buat apa aku berlari" balas marah taehyung, terlihat seperti marah dibuat-buat


"berterima kasih untuk apa! untuk kotak iPhne yang isinya tidak ada sama sekali, dasar idiot kau!.. tapi kau gunakan apa kotak iPhne itu?" tanya ku yang penasaran dengan kotak iPhne itu


"kan aku selalu mengumpulkan barang-barang dengan edisi terbaru dan mahal" bangga taehyung


"tapi kau bilang kau tidak punya iPhnenya?" tanyaku semakin bingung


"iya karna aku hanya mengoleksi kotak-kotaknya saja, kalau aku mengoleksi dengan isinya, itu pasti akan sangat mahal" kata taehyung seperti urat malunya benar-benar sudah putus atau dia memang tidak punya urat malu.


Aku hanya menatap taehyung bingung....



oh tuhan.... aku sangat ingin menangis dan tertawa seperti joker karena tekanan batin yang diciptakan orang idiot ini.


kembali ke author pov.


04.27 PM KST


sekarang wonyoung dan taehyung sudah memasuki lift, mereka berdiri berdampingan


"Taehyung kau bilang kita tetangga apartemenkan?" tanya wonyoung pada taehyung


"iya kau bisa lihat sendiri, aku dilantai 4 dan kau dilantai 3, kita hanya akan beda satu lantai jadi kau tidak perlu rindu padaku, besok kita akan bertemu lagi kok" goda taehyung memasukkan tangan ke saku jeansnya


"kau ingin ku tampar?" tanya wonyoung dingin

__ADS_1


"auh sakit" pura-pura taehyung kesakitan


"Taehyung jujur saja waktu itu kau memukul orangkan?" wonyoung to the point


"Iya. lalu?" taehyung tersenyum dan berkata tanpa rasa bersalah, sambil sedikit mencuri pandang ke wajah wonyoung yang sedang menatap pintu lift


"aku tau orang seperti kau! Jadi jangan coba macam-macam padaku" sinis wonyoung


"wah ada apa dengannya? aku yakin dia punya pengalaman hidup yang seru dimasa lalu" kali ini batin taehyung.


taehyung agak merendah kesamping untuk berbisik ke telinga wonyoung


"Jika kau tau? bagaimana kau akan menghadapinya?" tanya taehyung


Tingg..


pintu lift terbuka (di lantai 3)


Wonyoung berjalan keluar tanpa memberi jawaban atas pertanyaan taehyung


"yasudah aku akan membawa makan malam kepadamu sebentar" kata taehyung agak berteriak dari dalam lift


"tidak usah!" sesegera wonyoung menolak, namun taehyung tentu tidak menerima penolakan


"wonyoung kau tenang saja! aku berbeda dengan sesuatu yang kau maksud, aku hanya melakukan yang baik, bukan yang jahat" ucap taehyung


"pergi saja" suruh wonyoung memberi isyarat pergi dari belakang


"bayyyy" lambai taehyung


Tingg..


pintu lift kembali tertutup....


Wonyoung berjalan menuju ke apartemennya dan masuk kamarnya dalam keadaan lesu, ia merasa sangat capek untuk firstday-nya di kampus.


Wonyoung membersihkan diri, lalu berniat menelfon bibi, namun saat ditelfon bibi dan paman tidak menjawabnya, wonyoung pikir mereka masih sibuk dengan jadwal mereka hari ini.


3 jam kemudian


drrtt..drrtt.. (ponsel wonyoung berbunyi)


wonyoung tiba-tiba bangun dari tidurnya dan menjawab panggilan tersebut, ternyata itu bibinya


"ya halo bibi..." sapa wonyoung


"wonyoung maafkan bibi yah, hari ini bibi tidak datang membawa makan malam untukmu, soalnya bibi akan lembur dan tidak bisa keluar" kata bibi to the point


wonyoung langsung mengerti bahwa bibinya ini sedang menyempat-nyempatkan waktu untuk menelfon dengan wonyoung


"Tidak apa-apa bi, aku masih punya uang jajan, aku akan keluar ke minimarket untuk membeli beberapa bahan makanan" kata wonyung mengerti.


Skip Minimarket,


Wonyoung sedang berada dirak makanan minimarket sembari memilih-milih bahan makanan yang akan dia beli.


"huh apa aku masak mie di minimarket ini saja?" tanya wonyoung pada diri sendiri,


(orang korea biasanya memasak mie dan langsung makan di minimarket, dan juga disediakan tempat khusus dari pihak minimarket itu sendiri).


Akhirnya wonyoung memilih untuk makan di minimarket, setelah memasak mienya wonyoung bergegas ke meja yang disediakan.


"huhh cuaca disini dingin juga, untung pakai hoodie" kata wonyoung sembari duduk dan meletakkan mienya diatas meja.


Wonyoung lanjut makan sambil sesekali meniup lalu menyeruput mienya


"Kalau bibi tau aku sedang makan mie diluar pasti dia akan mengomel lagi" wonyoung bicara pada diri sendiri.


Tiba-tiba,

__ADS_1


"Haii.. apa aku boleh makan disini" Sapa suara lembut seorang namja(pria)


Wonyoung segera mendongakkan kepala untuk menatap sumber suara tersebut, wonyoung hanya diam sambil menatap wajah namja itu


"hei nona? apa anda tidak mau saya duduk disini?" lanjut namja memecah keheningan


"a-ah silahkan duduk, aku sudah selesai" kata wonyoung berdiri


"tapi anda belum menghabiskan seluruh mienya, itu tidak sopan kalau anda pergi sebelum menghabiskan makanan di meja" kata namja itu menahan wonyoung


"yasudah silahkan duduk" wonyoung kembali duduk dan pria itu duduk dikursi yang ada dihadapan wonyoung


Wonyoung melanjutkan makan begitu juga pria itu, mereka acuh tak acuh dan suasana sekarang terasa sangat hening


"hmm kamu mahasiswa universitas•••• yah?" tanya namja itu membuka perbincangan


"iya aku mahasiswa baru" balas wonyoung singkat


Namja itu langsung paham bahwa yeoja(cewek) ini orang yang cuek,


"Wah berarti kita sekampus, aku juga mahasiswa baru" Kata namja itu antusias dan senang


"Oh ya?" balas wonyoung lebih singkat


"hmm kau ini orangnya cuek yah" canda namja itu, Seakan-akan mereka sudah akrab


Wonyoung yang ditanya hanya lanjut makan tanpa memusingkan orang yang dihadapannya ini, akhirnya suasana kembali hening


"Hmm yasudah kalau begitu aku anggap kau teman, boleh?" kata namja itu ramah


"Terserah" jawab wonyoung yang sudah selesai makan


"oke.. kalau begitu perkenalkan diri. namamu siapa?" tanya namja itu


"namaku JANG WONYOUNG" ucap wonyoung sembari membersihkan bekas makannya


"wah namamu bagus yah..." puji namja itu


Wonyoung yang tidak mau dikata sombong dan melewatkan satu kesempatan punya teman akhirnya balas bertanya


"Dan namamu?" tanya wonyoung


"ahh namaku J....." ucapan namja itu terpotong karna ada yang memanggil


"Hei wonyoung kau sedang apa disini?" Panggil seseorang


Wonyoung langsung menutup mata dan mulut untuk menahan emosi, dia tau itu pasti...












__ADS_1


hello guys👋


LIKE✨🔥


__ADS_2