
Semua orang kini sudah duduk di kursi kelas bisnis. Bukan tanpa alasan, Dad Kim memang memesan kelas bisnis agar anak-anaknya lebih nyaman, terutama Ayura yang sedang hamil.
"Are you okay, honey?" tanya Alex yang saat ini melihat kegugupan di wajah istrinya.
Ini adalah pengalaman pertama Keyra naik pesawat. Karena selama ini dirinya memang tak pernah berpergian jauh. Bahkan karena terlalu tegang dan khawatir, Keyra tak mendengarkan suara announcement dari pramugari.
"Sayang pakai dulu sabuk pengamannya." Suara bisikan Alex membuat Keyra menatap ke arah suaminya. "Pakai sabuk pengamannya," ulang Alex.
"Gimana caranya kak? Key gak ngerti." Keyra meraih sabuk pengaman dan menatapnya dengan raut wajah bingung.
"Sini biar kakak aja." Dengan perlahan Alex memakaikan sabuk pengaman untuk istrinya. "Gengam tangan kakak."
Beberapa saat kemudian pesawat mulai bergerak perlahan. Awalnya pelan, namun semakin lama semakin cepat.
"Tenanglah sayang. Sebentar lagi rasa takutmu akan terobati," ucap Alex sembari mengusap punggung tangan istrinya. Dan benar saja, setelah pesawat mulai stabil, Keyra yang duduk di dekat jendela kini bisa menikmati indahnya pemandangan dari atas ketinggian. Hingga dia melupakan kegugupan dan rasa takutnya tadi.
"Kakak janji bakalan sering ajak kamu jalan-jalan naik pesawat," ucap Alex sembari mengucup punggung tangan istrinya.
Disisi lain, Hiro yang mengawali keberangkatannya ke Turki dengan misi menaklukan hati dokter Via, kini sedang memikirkan bermacam-macam strategi dan siasat agar bisa menarik perhatian dokter muda itu.
"Kamu akan jadi milikku," gumam Hiro sembari menatap ke arah wanita yang tengah sibuk berbicara dengan suster di sampingnya.
"Kenapa kak?" tanya Mike yang sejak tadi duduk di samping Hiro.
"Gak pa-pa," jawab Hiro dengan diiringi senyum menyeringai hingga membuat Mike bergidik ngeri.
...***...
"Turkey, I'm Coming," teriak Ayura begitu tiba di bandara yang terletak di Istanbul.
"Ckk.. norak banget lo bocil," sahut Hiro sembari melirik ke dokter Via yang saat ini berdiri di sisi Ayura.
__ADS_1
"Brisik. Gak tau orang lagi seneng." Ayura berjalan ke arah Keyra dan mengandeng tangan wanita itu.
"Nanti malem kak Key bobok sama Ayura ya," pinta Ayura masih di iringi senyum bahagianya.
"Gak bisa," sahut Alex dan Ello bersamaan.
"Kenapa?" tanya Ayura dengan wajah kecewanya.
"Inget tujuan kita kesini untuk apa. Dan kamu juga harus inget pesan papi. Jangan gangguin Alex dan Keyra," ucap Ello sembari menempatkan kursi roda di sisi istrinya.
"Noh dengerin kata suami lo. Jangan gangguin kita," sahut Alex ikut menimpali.
"Duduk Yang! Kamu pasti capek," perintah Ello. Dan Ayura yang memang sudah lelah langsung mendudukan tubuhnya di kursi roda. "Kita ke hotel sekarang!"
Setibanya di hotel mereka semua langsung pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Dan berkata akan berkumpul kembali saat makan malam.
"Sayang capek?" tanya Alex sembari mendudukan tubuhnya di samping Keyra.
"Sini kakak pijitin." Alex mengangkat kaki Keyra dan meletakannya di paha lalu mulai memijatnya dengan perlahan. Bahkan saat Keyra menolak, Alex tak perduli. Karena yang ada di pikiran Alex hanya jika Keyra lelah, maka malam ini dia tak akan mendapat jatah iya-iya. Padahal sebelum berangkat ke Turki, Ello sudah memberinya pelajaran gaya berci*ta baru hingga membuat Alex tak sabar mempraktekannnya.
"Yang, nanti malam kita coba gaya baru ya," ucap Alex sembari tersenyum membayangkan malam panasnya.
Hening. Keyra tak menjawab ucapan Alex. Atau mungkin Keyra tak mendengar ucapannya? Hingga Alex mengalihkan pandangannya ke arah istrinya. "Ckk... pantesan, udah tidur ternyata."
Alex membenarkan posisi Keyra dan tak lupa menyelimuti tubuhnya. Apalagi saat ini di Turki sedang musim dingin, Alex tak mau istrinya sampai sakit hingga tak bisa menikmati masa honeymoon mereka berdua.
"Musim dingin emang paling cocok untuk bercocok tanam dan menabur benih. Siapkan dirimu sayang. Karena nanti malam kamu harus bekerja keras agar Dad and Mom segera mewujudkan impian mereka menimang cucu."
Ya seminggu yang lalu, Keyra memutuskan untuk tak lagi meminum pil kotrasepsi pemberian Mike. Apalagi kedua mertuanya sudah sangat ingin menambah anggota baru di keluarganya.
Hingga Keyra yang tak ingin mengecewakan Dad Kim dan Mom Lisa mengutarakan keinginannya ke suaminya untuk tak menunda momongan lagi. Dan tentu saja Alex dengan senang hati mengabulkan permintaan istrinya itu. Dia juga tak mau kalah dengan sahabatnya Ello yang sebentar lagi akan menjadi papi dari seorang bayi laki-laki.
__ADS_1
...***...
Dari kejauhan Alex dapat melihat Hiro yang kini terlihat sibuk menawarkan beberapa menu makan malam pada dokter Via.
"Mau kebab atau mau baklava lagi?" tanya Hiro dengan suara lembut. Bahkan pria berusia dua puluh lima tahun itu kini terkesan kalem. Sangat jauh dari Hiro biasanya yang jahil dan menyebalkan.
"Jadi pak Hiro yang tadi sore ngirim baklava dan teh Turki ke kamar saya?" tanya dokter Via kaget.
"Jangan panggil pak dong, emang saya setua itu? Lagi pula umur kita kayaknya gak beda jauh," ucap Hiro yang masih menatap dokter Via dengan tatapan sejuta makna.
"Ehh.. terus saya harus panggil apa?" tanya dokter Via tak enak hati.
"Panggil mas aja gak pa-pa. Atau mau panggil sayang, honey atau bebeb juga boleh. Senyamannya neng Via aja," jawab Hiro sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Pepet trus...." ucap Alex yang baru saja bergabung setelah memesan menu makan malamnya.
"Iya lah. Siap-siap aja kalian beliin kado mewah buat kadoin gue pas nikahan nanti," sahut Hiro santai.
"Emang yakin dokter Via mau sama lo kak?" tanya Alex sembari melirik dokter Via yang kini tengah sibuk memeriksa kondisi Ayura si ibu hamil dan di bantu oleh dua susternya.
"Yakinlah. Hanya wanita bodoh yang bakalan nolak seorang Hiro Kazuki Aditama? Apalagi gue good looking plus good rekening," jawab Hiro sembari menaik turunkan alisnya hingga membuat Alex jengah dengan tingkat kepedan Hiro yang hanya sebelas dua belas dengannya.
Sembilan orang yang tadi pagi berangkat bersama ke Turki kini sedang menikmati makan malam bersama dengan mengelilingi satu meja panjang.
"Dokter Via, itu jari kamu berdarah," ucap Hiro di sela-sela makan malamnya.
"Hah?" Dokter Via yang tak merasakan sakit ataupun terluka kini menatap jari yang di tunjuk oleh Hiro. "Ahh.. ini." Dokter Via tersenyum. "Ini hanya saus mas, bukan darah," ucap dokter Via seraya mengelap tangannya menggunakan tisu dan menunjukan tangan bersihnya ke Hiro.
"Ahh.. iya, mas lupa," sahut Hiro yang kini juga membalas senyuman dokter Via.
"Lupa? Lupa apa mas?" tanya dokter Via penasaran.
__ADS_1
"Iya mas lupa kalau kamu gak mungkin terluka selama berada disisi mas. Karena mas akan selalu menjaga dan melindungi neng Via dengan sepenuh jiwa raga mas," ucap Hiro dan membuat semua orang disana ingin muntah. Terutama Ayura.