She'S Mine

She'S Mine
Meminta Izin


__ADS_3

"Zee jangan bercanda. Ini gak lucu sama sekali," ucap Alex sembari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Gue serius Lex. Gue gak bercanda," sahut Zea hingga membuat Alex mengalihkan pandangannya ke arah Zea. Dan benar saja, Alex dapat melihat keseriusan di wajah Zea saat ini.


"Ini serius?" Alex kembali bertanya untuk memastikan permintaan Zea tadi.


"Ya gue serius. Gue mau lo nikahin gue," jawab Zea dengan tegas.


Deg


Alex diam membisu. Dia tak bisa berkata apa-apa lagi. Bahkan sampai saat ini Alex tak menyangka jika Zea meminta untuk di nikahi hanya untuk pembuktian dari Alex.


"Kenapa diam Lex? Lo gak mau kan?" tanya Zea sembari tersenyum sinis.


"Tentu aja gak mau Zee," sahut Alex. "Menikah itu adalah sesuatu yang sakral. Dan gue cuma mau menikah sekali seumur hidup," lanjut Alex dengan tegas.


"Sudah gue duga. Lo gak bakalan mau nikahin gue. Apalagi sekarang gue cuma seorang wanita cacat. Dan gue tahu lo gak bakalan mau nikah sama wanita cacat kayak gue," ucap Zea dingin.


"Ini bukan karena kondisi lo Zee. Tapi ini tentang perasaan gue. Saat ini gue gak punya perasaan apapun sama lo. Dan bagaimana bisa kita nikah tanpa ada perasaan saling mencintai?"


"Gue cinta sama lo Lex," sahut Zea dengan cepat. "Dan cinta gue ke elo lebih besar dari apapun di dunia ini. Bahkan sampai gue rela buat jadi cewek cacat kayak gini demi elo," sambung Zea. Sedangkan Alex masih terdiam. Dia tak tahu harus berkata apa lagi.


"Bahkan kalaupun kemarin gue mati saat nolongin elo, gue rela Lex. Sangat rela. Karen disini gue bener-bener sayang dan cinta sama elo Lex!"


"Tapi Zee, gue gak bisa nikahin lo. Gue gak ada perasaan apapun sama elo. Gue takut kalau kita nikah nanti, pernikahan kita gak akan bertahan lama karena kurangnya pondasi di antara kita berdua," ucap alex memberi alasan.


"Dulu lo pernah suka sama gue Lex!"


"Iya itu dulu Zee. Bukan sekarang," sahut Alex dengan tegas.


"Lo bisa belajar buat mencintai gue Lex saat kita udah nikah nanti. Seiring berjalannya waktu dan seringnya kita ketemu, gue yakin lo bisa suka lagi sama gue," ucap Zea. "Jadi lo mau kan Lex nikah sama gue?" Zea bertanya dengan penuh permohonan.


"Maaf Zee..." jawab Alex lirih.


"Kamu jahat Lex. Setelah apa yang gue korbanin buat lo, ternyata ini balasan yang gue dapet?" Zea kembali menangis dia tak menyangka Alex menolak ajakannya untuk menikah. Jika seperti ini percuma dirinya berpura-pura lumpuh dan menahan kesakitan selama ini.


"Gue cuma mau menikah sama orang yang gue cintai dan juga mencintai gue Zee," ucap Alex kembali mengatakan alasannya.

__ADS_1


"Oke kalau itu yang lo mau, sekarang lebih baik lo pergi dari sini!" usir Zea.


"Gue gak mau Zee, gue bakalan tetap disini jagain lo," tolak Alex yang tak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri.


"Pergi, gue bilang pergi! Gue gak mau liat muka lo lagi Lex," teriak Zea dengan satu tangan meraih gelas kaca di atas nakas dan memecahkannya.


"Zee, apa yang mau lo lakuin?" Alex menahan tangan Zea yang saat ini memegang pecahan gelas kaca.


"Minggir Lex. Lepasin tangan lo. Mending gue mati aja dari pada hidup gue kayak gini," teriak Zea sembari meronta ingin melepaskan diri dari cekalan Alex.


"Jangan bertidak bodoh Zee!" sentak Alex.


"Ini bukan urusan lo Lex. Lo gak perlu sok peduli sama gue. Padahal gue cuma minta buat lo nikahin gue, tapi kenapa lo gak mau," teriak Zea dengan suara parau akibat tangisannya.


"Oke, kita tunangan dulu! Kalau gue udah yakin sama lo, baru kita nikah," putus Alex. Dia tak bisa menikahi Zea sekarang. Bukan hanya karena tak mencintai Zea tapi saat ini hati Alex hanya sepenuhnya milik Keyra.


Dan ditambah lagi Alex masih butuh waktu untuk membuktikan apakah Zea sedang berpura-pura lumpuh seperti yang semua orang katakan atau memang Zea benar-benar lumpuh seperti yang Alex yakini selama ini.


"Tunangan?" tanya Zea yang kini tak lagi memberontak.


"Iya, kita tunangan sampai gue siap buat nikah sama lo," jawab Alex.


"Tapi nanti gue harus izin dulu sama nyokap bokap gue. Karena walau bagaimana pun gue harus dapet izin dan restu dulu dari mereka," ucap Alex lagi dan di balas anggukan kepala oleh Zea.


~


Setelah seharian kemarin penuh dengan drama, akhirnya hari ini Zea sudah di izinkan pulang.


"Gue langsung pulang ya. Lo disini sama suster dulu," ucap Alex setelah mereka sampai di apartemen Zea.


"Tapi Lex....."


"Gue harus izin dulu sama nyokap bokap gue soal pertunangan kita," ucap Alex memontong ucapan Zea.


"Ahh, iya kamu bener Lex." Zea tersenyum saat mengingat rencana pertunangan mereka. "Ya udah kamu boleh pulang sekarang. Dan titip salam ya buat calon mertua."


"Hmm...." jawab Alex lalu bergegas meninggalkan apartemen Zea.

__ADS_1


Disepanjang perjalanan pulang, Alex terus memikirkan bagaimana reaksi Keyra jika tahu dirinya akan bertunangan dengan Zea.


Alex tahu jika Keyra tak suka dengan Zea. Apalagi setelah kejadian drama kemarin pasti masih membuat luka yang membekas di hati Keyra.


Tapi disisi lain, Alex juga tak bisa mengabaikan hidup Zea. Apalagi Zea sudah berkorban banyak untuknya. Terlepas dari Zea yang sedang berbohong atau tidak.


'Untuk sementara, mungkin gue harus sembunyiin rencana pertunangan gue dengan Zea dari Keyra.'


Setelah sampai rumah, Alex memutuskan untuk ke kamar orang tuanya. Alex ingin meminta izin disana agar Key tak mendengarnya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Mom...." panggil Alex sembari mengetok pintu kamar orang tuanya.


"Iya bentar." Terdengar suara mom Lisa yang menyahuti dari dalam kamar. Dan tak lama kemudian pintu kamar di hadapan Alex terbuka lebar.


"Kamu udah pulang?" tanya mom Lisa dingin.


Alex menganggukan kepalanya. "Bisa kita bicara bentar mom?" tanya Alex lirih.


"Mau ngomong apa?" tanya mom Lisa dengan sedikit menyentak.


"Mommy kenapa galak banget sih?" tanya Alex yang merasakan wajah tak bersahabat mom Lisa.


"Kamu yang kenapa bentak-bentak anak perempuan mommy," sentak mom Lisa.


Alex menghela nafas panjang. Ternyata Keyra sudah menceritakan kejadian kemarin pada mom Lisa. "Oke mom, Alex minta maaf."


"Jangan minta maaf sama mommy. Tapi minta maaflah sama Keyra. Karena gara-gara kamu dia seharian nangis. Emang kamu gak kasihan sama adik kamu?" tanya mom Lisa kesal.


'Hah? Keyra nangis seharian gara-gara gue?' batin Alex. Kini dia merasa semakin bersalah pada Keyra. "Iya, nanti Alex minta maaf sama Key. Tapi sekarang Alex mau ngomong dulu sama mommy. Penting!"


"Mau ngomong apa?" tanya mom Lisa to the poin.


"Kita bicara di kamar mommy aja ya," pinta Alex. Dan tanpa permisi langsung masuk ke dalam kamar orang tuanya.


"Kamu mau ngomong apa sih Lex?" tanya mom Lisa setelah menduduk tubuhnya di samping sang putra.

__ADS_1


"Mom, Alex mau minta izin buat tunangan sama Zea."


__ADS_2