She'S Mine

She'S Mine
Misi Gagal


__ADS_3

Setelah kenyang mendengar gombalan Hiro, kini Alex langsung mengandeng tangan istrinya untuk kembali ke kamar.


"Kak, besok Ayura ngajakin kita ke Galata Tower. Apa kita akan ikut?" tanya Keyra. Dia berharap Alex akan setuju ikut. Karena Keyra juga ingin melihat kota Istanbul dari menara dengan tinggi 60 meter itu.


"Kak," panggil Keyra saat Alex tak menyahuti panggilannya.


"Kenapa sayang? Kamu udah gak sabar pengen maen kuda-kudaan?" goda Alex sembari naik ke atas tempat tidur.


"Haish... itu mah kak Alex bukan Keyra. Jadi gimana? Apa kita besok ikut Ayura ke...." Keyra tak bisa lagi melanjutkan ucapannya saat bibir Alex membungkam mulutnya.


"Kak..." Keyra menatap Alex dengan nafas terengah-engah setelah ciuman panas mereka terlepas.


"Kita lanjut Yang. Karena kita harus kerja keras untuk membuat cucu yang cantik dan tampan untuk hadiah dad and mom nanti," bisik Alex dan langsung kembali melancarkan aksinya.


Rencananya mereka hanya akan di Turki selama satu minggu. Karena Hiro yang harus segera kembali bekerja. Dan Alex tak akan membiarkan waktu singkatnya terbuang sia-sia.


Bahkan selama empat hari berturut-turut Keyra tak di izinkan ke luar kamar hotel. Hingga makanpun mereka lakukan di dalam kamar. Karena saat siang hari, Alex akan membiarkan Keyra beristirahat penuh agar saat malam harinya mereka bisa kembali bertempur.


Hingga di hari kelima, Keyra mengajukan protes. Dia ingin jalan-jalan walau hanya di sekitar hotel. Lagipula apa bedanya di Jakarta dan di Turki jika mereka hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar hotel.


"Wow, tumben pengantin setengah baru keluar dari kamar," sindir Hiro saat Alex dan Keyra sudah bergabung di meja mereka.


"Sirik aja sih kak. Namanya juga kejar target. Biar kita bisa cepet-cepet memetik hasilnya," sahut Alex sembari mendudukan tubuhnya di kursi kosong di sebelah Hiro.


"Dih ngapain sirik, bentar lagi gue juga bisa ngrasain," bisik Hiro sembari menunjuk dokter Via dengan ekor matanya.


"Jan ngomong doang kak. Tapi buktiin," sahut Alex sembari mengambilkan istrinya yumurtali pide yaitu makanan yang terdiri dari roti tipis yang di atasnya di isi dengan keju, daging cincang, tomat, lada dan telur. Yumurtali pide juga merupakan sarapan favorit dari masyarakat Turki.


"Gue buktiin. Hari ini kita semua ke Cappadocia. Kata Mike disana kita bisa naik balon udara. Dan gue bakalan nembak dokter Via di sana," ucap Hiro masih berbisik agar rencananya tak bocor ke dokter Via.


...***...


Kini mereka semua sudah berada di Cappadocia. Dan Hiro yang tak sabar untuk menyatakan cinta pada dokter Via kini langsung menarik dokter muda itu untuk naik balon udara bersamanya. Tapi sayang seribu sayang mereka harus menelan kekecewaan tak bisa naik balon udara karena cuaca hari ini yang tak mendukung.

__ADS_1


"Via..." Panggil Hiro saat keduanya tengah duduk di bebatuan yang ada di Land of Fairy Chimney .


"Iya," jawabnya sembari menatap ke arah Hiro.


"Emm.. kamu mau gak jadi pacar mas, trus jadi tunangan mas, lanjut jadi istri dan ibu buat anak-anak mas nanti," ucap Hiro langsung to the poin saat mengungkapkan perasaannya.


Jika itu disebut cinta, sepertinya Hiro akan membantahnya. Karena sejak mendekati Via, dia tak pernah merasakan getaraan aneh di dadanya. Hiro merasa biasa saja.


Hanya saja dia cukup tertarik dengan gadis berusia dua puluh enam tahun itu. Gadis pandai yang bisa menyandang status dokter di usia yang di bilang cukup muda. Karena rata-rata orang bisa menjadi dokter di usia dua puluh delapan tahun.


"Via..." panggil Hiro saat Via tak menjawab pertanyaannya.


"Emm.. maaf mas Hiro. Saya gak bisa," jawab dokter Via tak enak hati.


"Kenapa?"


Dokter Via menatap ke arah Hiro. "Maaf saya sudah bertunangan. Dan tiga bulan lagi kami akan menikah."


Duar


"Emm.. selamat kalau gitu Via," ucap Hiro sembari mencoba tersenyum. Padahal hatinya sudah meringis menahan malu. "Kalau gitu aku ke toilet dulu." Hiro segera berdiri dari duduknya dan langsung meninggalkan dokter Via sendirian.


"Ahh... sial, malu banget gue." Hiro mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kak, mau kemana?" tanya Ayura heran saat Hiro melewati mereka begitu saja.


"Kenapa dia?" tanya Ello heran.


"Mana kita tahu," jawab semuanya dengan serempak.


"Haish kalian ini." Ello memutar bola matanya malas saat mendengar jawaban istri dan para sahabatnya.


"Dokter, mau kemana itu kak Hiro?" tanya Ayura saat dokter Via datang mendekat ke arah mereka.

__ADS_1


"Katanya mau ke toilet," jawab dokter Via sembari menatap sendu ke arah Hiro yang kini berjalan semakin menjauh dari tempatnya berdiri.


"Ohh...." jawab mereka dengan kompak.


"Lebih baik kita balik ke hotel aja yuk. Kayaknya bentar lagi salju bakalan turun," ajak Alex sembari menggandeng tangan istrinya.


"Wow... bilang aja kalian mau bercocok tanam," seru Ello. Namun Alex justru terlihat cuek dan langsung meninggalkan kerumunan sahabatnya itu.


"Kita tungguin kak Hiro kak," ucap Ayura pada Ello. Entah kenapa di cukup penasaran dengan ekspresi lain dari wajah kak Hiro tadi.


"Tapi kamu harus istirahat Yang." Ello menatap khawatir pada istrinya.


"Sebentar aja," pinta Ayura memohon. Dan setelah mendapat izin dari dokter Via, akhirnya Ello dan Ayura memutuskan untuk menunggu Hiro lagi pula kakaknya itu hanya ke toilet bukan ke Afrika.


"Kak are you okay?" tanya Ayura saat Hiro berjalan mendekat ke arahnya.


"Kakak baik-baik aja. Yang lain dimana?" Hiro balik bertanya saat tak melihat dokter Via dan yang lainnya.


"Udah balik ke hotel duluan," jawab Ello. Dan di balas anggukan kepala oleh Hiro sebagai tanda mengerti.


"Sebenernya gue abis di tolak," jawab Hiro hingga membuat Ello dan Ayura menatap ke arahnya dengan ekspresi aneh. Pasalnya tak ada raut patah hati di wajah kakaknya itu.


"Sama siapa?" tanya Ello penasaran.


"Dokter Via."


"Bhuahahahha....." Pada akhirnya Ello dan Ayura tertawa lepas. Pasalnya mereka berdua sudah tahu jika dokter Via akan menikah dengan tunangannya tiga bulan lagi. Dan mereka yakin itu alasan Hiro di tolak.


"Ckk.. seneng lo pada?" tanya Hiro sinis.


Dan dengan reflek Ello dan Ayura menganggukan kepalanya hingga membuat Hiro semakin kesal dan pergi begitu saja meninggalkan sepasang suami istri menyebalkan itu.


Sebenarnya bukan salah Ayura dan Ello. Tapi ini murni kesalahannya. Karena baru empat hari mengenal dokter Via tapi dia sudah berani mengajak untuk menjalin hubungan. Dia sangat ceroboh karena terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mengenal lebih dalam siapa sosok dokter Via sebenarnya.

__ADS_1


"Kenapa jadi kita yang di tinggal?"


__ADS_2