
Alex terlihat duduk merenung di sudut ruang pemotretan bahkan sejak dirinya baru sampai beberapa saat yang lalu.
'Gue harus gimana sekarang?' batin Alex yang bahkan sejak semalam masih memikirkan tentang perasaannya ke Keyra. 'Apa gue harus bilang ke mommy soal perasaan gue ke Keyra, biar mommy gak jodoh-jodohin Keyra sama kak Hiro ataupun Mike lagi?'
Dengan ragu Alex merogoh ponselnya yang berada di dalam saku celana. Alex beranggapan, mungkin dengan memberitahu mom Lisa tentang dirinya yang mulai jatuh cinta dengan Keyra, akan membuat semuanya lebih mudah.
'Tapi nanti kalau mommy malah ngetawain gue gimana? Kan waktu itu gue udah nolak mentah-mentah saat mom Lisa mau nikahin gue sama Keyra.' Alex kembali meragu.
'Ahh... bodo amatlah mau di ketawain juga. Yang penting mommy harus tahu kalau Keyra gak boleh di comblangin sama siapapun, termasuk kak Hiro ataupun Mike. Bahkan gue bakalan jabanin, kalau mommy minta gue tunangan sama Keyra sekarang juga buat buktiin kalau perasaan gue ke Keyra itu nyata.' Alex kembali meyakinkan dirinya. 'She's mine and will always be mine (Dia milikku dan akan selalu menjadi miliku).'
Dengan keyakinan diri yang kembali muncul, Alex mulai menekan nomer telepon mom Lisa yang tersimpan di kontak teleponnya. Dia hanya bisa berharap mom Lisa mendukung dirinya. Dan untuk Keyra, Alex akan melakukan apapun agar Keyra juga membalas perasaannya.
"Hallo Kim." Terdengar suara mom Lisa begitu panggilan terhubung.
"Mom Alex mau bicara sesuatu. Penting!"
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya mom Lisa panik. Karena bisa di bilang sang putra tak pernah berbicara hal penting padanya.
"No mom, everything is fine. But.... (Enggak mom, semua baik-baik aja. Tapi.....)" Alex menjeda ucapannya.
"Tapi apa Kim? Jangan buat mommy deg-degan," sahut mom Lisa tak sabar.
"Sebenernya Alex......"
"Lex, elo kok masih disisi?" tanya Hiro yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Alex. "Buruan siap-siap. Bentar lagi pemotretannya bakalan di mulai!" perintah Hiro.
"Bentar kak gue lagi telfon mommy."
"Buruan, Zea udah hampir selesai itu!" perintah Hiro yang seolah tak mau di bantah.
__ADS_1
"Iya-iya. Bawel banget sih, udah kayak cewek lagi PMS aja," gerutu Alex yang sepagi ini sudah di buat kesal oleh manusia yang kini mulai dia anggap sebagai rivalnya.
"Lex....." panggil mom Lisa dari seberang telepon.
"Mom, Alex tutup dulu ya teleponnya."
"Loh kenapa? Katanya mau ngomong penting." Mom Lisa yang sudah cukup penasarana rasanya tak rela jika panggilan teleponnya harus berakhir sebelum Alex mengatakan hal penting yang ingin dia katakan.
"Nanti aja mom. Alex harus siap-siap pemotretan buat produk Daddy. Jadi Alex tutup dulu ya," ucap Alex dan mau tak mau mom Lisa mengiyakannya.
Setelah mematikan panggilan telepon, Alex menatap pesan masuk dari Ello. Dimana sahabatnya itu mengirim sebuah pesan gambar berisi foto Ayura, Keyra dan juga Mike saat bermain game di basecamp mereka yang tak lain di Axel Corp.
[Mereka cocok ya ngab]
Alex mengepalkan tangannya. Apalagi di foto itu Mike terlihat sangat dekat dengan Keyra hingga hal itu berhasil membuat hatinya seakan terbakar.
Namun sayang, saat Alex ingin menelepon Ello, dirinya lebih dulu di panggil oleh Hiro agar segera bersiap-siap. Karena fotografer mereka sudah tiba beberapa menit yang lalu.
"Fokus Lex. Ayo dong profesinal. Masa dari tadi gak ada yang bener." Hiro kembali menegur Alex untuk kesekian kalinya. Dia pikir Alex tak fokus karena harus berpasangan dengan Zea yang notabenenya adalah salah satu gadis dari masa lalu Alex.
"Lex, are you oke?" tanya Zea.
"Hmm....." Alex menjawab dengan deheman. "Kak kasih waktu istirahat bentar aja," pinta Alex. Sejak tadi dia tak bisa fokus, karena pikirannya tertuju pada Keyra yang saat ini sedang bersama Mike. Jujur saja Alex takut jika ini salah satu rencana mom Lisa mendekatkan Keyra dengan sahabatnya Mike.
"Baiklah kita break sebentar."
Setelah mendapatkan izin untuk istirahat, Alex langsung berlari untuk mengambil ponselnya di dalam tas. Dia harus segera menelepon Keyra dan memperingatkan gadis kesayanagannya itu agar tidak dekat-dekat dengan Mike.
"Come on Key. Angkat telfon gue," gumam Alex setelah beberapa saat terdengar nada sambung namun panggilan teleponnya tak di angkat sama sekali.
__ADS_1
Karena panggilan teleponnya tak di angkat oleh Keyra, Alex memutuskan untuk menghubungi Ello. Namun sialnya sahabatnya itu juga tak mengangkat panggilan teleponnya.
"Ohh... shitt, kalian kemana sih? Kok gak ada satu pun yang angkat telfon gue." Alex mengumpat sembari mencoba kembali menghubungi sang sahabat.
"Lex....." Alex yang saat ini menunduk langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara sekaligus merasakan tepukan lembut di bahunya.
"Kenapa?" tanya Alex ketus saat mengetahui jika Zea sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Lo kenapa? Kayaknya lagi ada masalah mendesak."
"Gue baik-baik aja," jawab Alex yang kini fokus mengirim pesan ke Ello dan meminta sahabatnya itu untuk menjaga Keyra dan menjauhkan kesayangannya itu dari Mike.
"Tapi wajah lo keliatan gelisah Lex." Zea berkata sembari menatap wajah Alex dengan intens.
"Gue bilang gue gak pa-pa. Jangan sok tau deh Zee," sahut Alex dengan sedikit membentak. Rasa cemburunya pada Mike membuat Alex merasa kesal dengan kehadiran Zea di sampingnya. Apalagi gadis yang pernah menolaknya itu terlihat seakan-akan sangat peduli padanya.
"Maaf Lex. Bukan gitu maksud gue." Zea berkata dengan lirih bahkan seperti menahan tangisan.
Alex kembali menatap Zea. Ada sedikit rasa bersalah saat menyadari jika dirinya sudah membentak seorang gadis hingga membuat kedua mata Zea terlihat berkaca-kaca. "Gue mi......."
"Waktu istirahat udah selesai. Kita mulai kembali pemotretannya!" Suara pemberitahuan kepada seluru crew membuat Alex tak melanjutkan ucapannya.
Zea mengusap sudut matanya yang mulai sedikit berembun, lalu tersenyum pada Alex seolah tak terjadi apa-apa. "Ayo kita mulai lagi. Dan semoga kali ini kita bisa lebih profesional," ucap Zea sebelum akhirnya berjalan meninggalkan Alex sendirian.
Alex menghela nafas panjang sembari menatap punggung Zea yang kini sudah berjalan menjauh. "Lo emang baik Zee. Tapi sayang lo udah pernah nglukain hati gue," gumam Alex sebelum akhirnya bangkit dari duduknya dan menyusul Zea.
Walaupun sebelum pemotretan kembali di mulai Hiro sudah memperingatkan Alex untuk fokus dan profesional. Namun nyatanya fokus pria berusia sembilan belas tahun itu tetap saja hanya tertunju pada Keyra.
Bahkan begitu banyak pertanyaan yang saat ini bersliweran di kepala Alex. Keyra sedang apa sekarang? Kenapa dia gak belajar di rumah Ayura? Dan kenapa dia justru ada di basecamp team tigers? Apa disana Mike menggoda Keyra? Tapi bukankah Mike berkata tidak akan pernah menjalin hubungan dengan gadis manapun? Trus kalau mom Lisa bisa meyakinkan Keyra dan Mike agar bisa bersatu gimana? Gimana nasib gue nanti?
__ADS_1
Saat kepala Alex terus memikirkan Keyra dan juga Mike, terdengar suara teriakan Zea tepat di telinganya. "Alex, awas.....!