
Alex masih menatap gadis di depannya tanpa berkedip. Kali ini perasaannya kembali campur aduk antara senang dan juga lega.
Alex senang karena hari ini dia benar-benar bisa bertemu dengan sahabat virtualnya. Dan disisi lain Alex juga merasa lega karena ternyata Nana tak di culik seperti yang terlintas di pikirannya.
"Ehem...." Gadis itu kembali berdehem dengan sedikit keras hingga membuat Alex tersadar dari lamunannya.
"Ehh... sorry sorry," ujar Alex meminta maaf karena mengabaikan gadis di depannya.
"Kamu Nana?" tanya Alex memastikan.
Gadis itu menganggukan kepalanya. Dan Alex dapat melihat jika sejak tadi sahabat virtualnya itu terlihat gelisah. Mungkin Nana merasa canggung karena ini pertemuan pertama mereka.
"Ayo duduk Na." Alex mempersilakan sahabat virtualnya untuk duduk.
"Makasih." Gadis itu memilih duduk tepat di hadapan Alex.
"Kok baru nyampe? Tadi terakhir ngechat bilang udah di parkiran." Alex bertanya dengan kedua mata fokus menatap sosok gadis yang duduk di hadapannya.
"Emm...I-itu e, aku gak sengaja ketemu temen lama di parkiran. Jadi tadi ngobrol dulu bentar," ujar Keyra berkilah.
Ya pada akhirnya Key yang tadi sempat berencana kabur memlilih untuk kembali dan menemui kakak angkatnya. Key merasa tak tega saat Alex terus meneleponnya dan mengirim puluhan pesan hanya untuk menanyakan keberadaannya.
"Oh pantesan lama," sahut Alex tersenyum memaklumi. "Ehh..tapi kok kamu pake masker. Kenapa?" tanya Alex heran.
"Emm...i-ini a-aku...." Key terdiam mencoba mencari alasan kenapa dirinya memakai masker. Karena tak mengkin Key mengatakan jika dirinya memakai masker agar Alex tak mengenali dirinya. "Ehh..itu aku lagi flu," ujar Key lagi-lagi berbohong. Bahkan untuk meyakinkan Alex, Key berpura-pura bersih.
'Duh Key.... Kamu kok jadi pinter ngibulin orang gini,' batin Key bermonolog.
Alex nampak mengerutkan dahinya. "Flu? Kok bisa Na?" tanya Alex seolah tak percaya. "Perasaan tadi waktu aku telfon, suara kamu masih terdengar baik-baik aja. Gak kayak orang flu," ujar Alex dengan menampilkan wajah herannya.
"Ehh...i-itu anu...." Lagi-lagi Key terdiam. 'Mampus gak lo. Mau alesan apa lagi.' Key terus berusaha memutar otaknya untuk mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang di lontarkan oleh Alex.
__ADS_1
"Aku baru aja kok kenal flu nya. Ini gara-gara tertular temen aku tadi. Soalnya dia juga lagi flu," jawab Keyra asal. Dia hanya bisa berharap Alex percaya dengan alasannya yang sangat tidak masuk akal itu.
Alex menganggukan kepalanya. Sebenarnya Alex merasa jawaban Nana tak masuk akal. Tapi untuk menghargai sahabatnya itu, Alex mencoba mempercayai ucapan Nana.
Sedangkan disisi lain Key merasa senang karena Alex tak mengenalinya sama sekali. Mungkin karena penampilannya yang feminine membuat Alex tak menyadari jika Nana adalah Keyra.
Saat ini Key merasa sangat bersyukur dan berterimakasih pada Ayura yang benar-benar merubah penampilannya. Eyeliner, eyeshadow, eyebrow dan maskara sangat merubah bagian mata Key hingga membuat Alex sama sekali tak mengenalinya.
"Aku seneng banget bisa ketemu sama kamu Na," ungkap Alex dengan sangat jujur dari hatinya yang terdalam.
"Aku juga seneng bisa ketemu kak Alex," jawab Keyra spontan.
"Kak Alex?" Alex menatap sahabat virtualnya dengan penuh tanda tanya di kepalanya.
"Ehh..itu maksud aku. Emm...kayaknya gak sopan kalau aku langsung panggil nama. Kan lebih tuaan kamu," jawab Keyra dengan gugup. Bahkan saat ini kedua tangannya terasa dingin dan juga mulai basah oleh keringat.
"Iya juga sih. Aku emang lebih tua." Alex tersenyum sangat manis. Dan tanpa dia sadari senyuman itu membuat jantung Keyra berdebar semakin cepat.
'Senyumanmu, buatku tersenyum malu. Lirikanmu, panahan kalbu. Oh sayangku.... Aduh Key lo kok malah nyanyi sih.' Key menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa terpesonanya karena melihat senyuman manis sang kakak angkat.
"Ehh...gak kak. Cuma sedikit pusing aja," jawab Key kembali salah tingkah saat Alex terus menatap ke arahnya. 'Please kak Alex. STOP! Jangan liatin Key kayak gitu.'
"Maaf permisi. Ini pesanannya," ujar tiga orang pelayan membawakan beberapa menu pesanan Alex.
"Iya mbak mas silakan." Alex mempersilakan ke tiga pelayan untuk menata pesanannya di atas meja.
"Silakan dinikmati mbak mas. Kalau ada yang mau di pesan lagi, bisa panggil saya," ujar pelayan setelah selesai menata pesanan Alex yang cukup banyak.
"Untuk sekarang cukup ini aja mbak," balas Alex sebelum akhirnya ketiga pelayan itu meninggalkan meja mereka.
"Maaf ya Na, aku udah pesenin kamu makanan. Maaf juga kalau yang aku pesen gak sesuai sama kesukaan kamu. Soalnya aku gak tau kamu sukanya apa," ujar Alex meminta maaf pada gadis di hadapannya.
__ADS_1
"Gak pa-pa kak," jawab Keyra. Dia mulai menelan salivanya dengan susah payah begitu melihat semua menu kesukaannya ada di hadapannya. 'Yaampun tteokbokki extra topping mozarella kesukaan gue,' batin Key dengan wajah berbinar.
"Ya udah yuk kita makan," ajak Alex dan mulai mengambil sumpit diikuti dengan Keyra yang juga mengambil sumpit untuk dirinya. Dia benar-benar tak sabar ingin menikmati tteokbokki extra topping mozarella kesukaannya.
"Itu masker kamu gak di lepas dulu?" tanya Alex hingga membuat Key kembali meletakan sumpitnya.
"Emm..kak Alex boleh gak kalau makanannya di bungkus aja," ujar Key mentap Alex penuh permohonan. Dia sangat berharap Alex mengiyakan permintaannya.
"Memangnya kenapa?" tanya Alex bingung.
"Emm..Aku baru inget kalau ada janji kak. Jadi boleh ya kalau makanannya di bungkus aja. Soal sayang kalau gak di makan," jawab Key yang lagi-lagi memilih berbohong.
"Berarti kamu mau pergi sekarang?" tanya Alex dengan wajah kecewa yang tak bisa lagi dia sembunyikan.
"Iya kak. Maaf," ujar Key merasa bersalah.
"Kitakan baru ketemu bentar. Kita juga belum ngobrol banyak Na." Alex merasa belum puas mengobrol dengan Nana. Bahkan waktu mereka bertemu jauh lebih sebentar di banding waktu Alex menunggu kedatangan sahabatnya itu.
"Emm..Maaf kak, tapi Key harus pergi sekarang." Key menatap tak tega wajah Alex yang langsung terlihat murung. "Emm.. mungkin next time kita bisa ketemu lagi."
"Beneran kita bakal ketemu lagi?" tanya Alex kembali ceria.
'Duh Key lo kok malah ngajak kak Alex ketemu lagi sih.' Key mengrutuki mulutnya yang asal berbicara.
"Beneran kita bakal ketemu lagi?" tanya Alex lagi karena Keyra yang masih diam tak menjawab pertanyaannya.
"Emm..iya next time kita ketemu lagi kak," jawab Key. Karena pada akhirnya dia tak bisa menarik lagi kata-kata yang sudah keluar dari mulutnya.
"Janji?" tanya Alex memastikan.
"Yes, I'm promise," jawab Key sedikit ragu.
__ADS_1
"Oke kalau gitu kamu boleh pergi setelah pelayan membungkus semua makanan ini," ujar Alex tersenyum. Dia kembali memanggil pelayan untuk membungkus semua makanan yang memang belum mereka sentuh sama sekali.
Tak lupa Alex juga menambahkan beberapa menu makanan tambahan untuk sahabatnya itu.