She'S Mine

She'S Mine
Misi Hiro


__ADS_3

Setelah semua tamu pulang, kini Alex dan Keyra sudah kembali ke kamar. Bahkan Alex sudah mengganti celana tuyulnya dengan celana kolor.


"Kakak kenapa masih gak pake baju lagi sih?" tanya Keyra saat melihat tubuh bagian atas milik suaminya tak tertutup apapun. Bakan saat ini Keyra bisa melihat perut kotak-kotak bak roti sobek milik suaminya.


"Udah jadi kebiasaan kakak kalau tidur gak pake baju kayak gini Yang," jawab Alex sembari naik ke atas tempat tidurnya. Ya sejak kembali ke kediaman Kim, Keyra yang semula tidur di kamar sebelah kini sudah mulai tidur di kamar suaminya.


Dan saat ini Keyra sudah memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Dia tak ingin Alex melihat wajahnya yang mungkin saja sudah sangat memerah. Pasalnya jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Keyra cukup menikmati pemandangan indah itu. Bahakn jika saja dia tak memiliki rasa malu, mungkin saat ini Keyra sudah mengigit atau menji*lati setiap sisi roti sobek milik suaminya.


"Yang ngadep sini dong," pinta Alex sembari mengarahkan kepala Keyra agar menatapnya.


"Kenapa kak?" tanya Keyra gugup. Dia berusaha untuk tak melihat ke bagian perut suaminya yang begitu mengoda iman.


"Kenapa wajah kamu merah gini? Kamu sakit?" Alex bertanya sembari menempelkan telapak tangannya di dahi Keyra.


"Enggak kak." Keyra menepis tangan Alex dengan lembut.


"Tapi kenapa wajah kamu me......"


"Aku gak pa-pa kak," potong Keyra dengan cepat. "Oh iya kak, kenapa kita harus pergi ke Turki?" tanya Keyra yang sengaja mengalihkan pembicaraan agar Alex tak terus mengomentari wajahnya yang memerah.


Alex mengerutkan dahinya karena bingung dengan pertanyaan yang di ajukan oleh istrinya. "Kok kenapa? Tentu saja kita kesana untuk honeymoo**n. Kamu gak suka kita honeymoon ke Turki? Atau ada tempat lain yang kamu impikan?"


Keyra menggelengkan kepalanya pelan. "Bukan gitu kak. Hanya saja apa tak terlalu jauh jika kita ke Turki?"


Alex menghela napas lega. "Kakak pikir ada tempat honeymoon impian kamu. Emm.. gak jauh kok Yang. Dari Jakarta ke Istanbul hanya butuh waktu sekitar dua belas jam lebih."

__ADS_1


"Itu jauh kak," ucap Keyra lirih lalu memberanikan diri menatap Alex. "Sebenernya Keyra takut."


Alex mengerutkan dahinya. "Takut? Takut apa sayang?"


"Keyra takut naik pesawat. Soalnya Keyra belum pernah pergi jauhq," ucapnya dengan kepala menunduk. "Keyra juga gak terlalu bisa bahasa inggris. Keyra takut ilang," sambung Keyra dengan jujur.


"Ckk.. kakak pikir apaa," balas Alex lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Kamu tenang aja. Kan ada kakak. Ya walaupun kakak gak pinter akademi, tapi bahasa Inggris kakak cukup bagus."


Tentu saja Alex pandai berbahasa Inggris. Selain karena dulu bersekolah di sekolah international, Alex juga harus menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan keluarga Dad Kim di Korea.


"Jadi kamu cukup selalu di dekat kakak saat di Turki nanti. Dan kakak dengan senang hati akan menjadi penerjemah kamu," sambung Alex sembari mengusap rambut istrinya. Bahkan sejak memeluk Keyra, Alex sudah memejamkan kedua matanya dan menikmati wangi shampo yang menempel di rambut istrinya.


"Makasih kak," ucap Keyra dengan terbata. Karena jujur saja sejak di peluk oleh suaminya, otak Keyra yang memang sudah tercemar itu kini sudah membayangkan adegan-adegan panas yang pernah dia dan suaminya lakukan. Apalagi saat ini roti sobek milik Alex berada tepat di bawah matanya.


"Tapi semua itu gak gratis Yank," bisik Alex hingga membuat Keyra mendongak ke arah suaminya. Bahkan karena ucapan suaminya itu membuat Keyra lupa akan pikiran-pikiram mesumnya.


Sebenarnya Keyra memiliki uang lagi dari pendapatan restoran yang Dad Kim transfer. Tapi Keyra tak berani memakainya untuk membayar Alex.


"Aku gak butuh uang kamu Yang," bisik Alex semberi mengigit gemas telinga istrinya.


"Trus?"


"Cukup kamu bayar dengan manjain dia aja." Alex menarik tangan Keyra dan menempelkannya di atas inti tubuhnya yang sudah mengeras.


...***...

__ADS_1


Selama sebulan ini, hampir setiap hari Alex meminta Keyra untuk memanjakan benda pusakanya. Ya walupun kadang-kadang mereka bermain dengan durasi pendek. Dan Keyra tak pernah protes ataupun menolak. Karena dia sendiri juga menikmati setiap permainan yang Alex ajarkan.


"Kalian udah siap semua? Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Dad Kim pada sembilan orang yang akan melakukan perjalanan ke Turki.


"Udah Dad," sahut dua pasang suami istri dengan penuh semangat. Sedangkan Hiro dan Mike terlihat hanya berdehem sebagai jawaban atas pertanyaan Dad Kim.


"Kalian berdua harus semangat dong, kan mau jalan-jalan," goda Dad Kim pada sepasang makhluk jomblo di hadapannya.


Bukan tak tau jika Hiro dan Mike sangat terpaksa ikut ke Turki. Tapi Dad Kim juga tak bisa berbuat apa-apa. Karena ini sudah keputusan dari para sahabatnya.


"Kak Hiro katanya mau bawa pacar," sindir Mike hingga membuat Hiro melengos.


"Pacar siapa yang mau di bawa? Pacar tetangga?" Ayura menyahuti ucapan Mike sambil terkekeh.


Dia tahu selama sebulan ini kakaknya selalu di sibukan dengan pekerjaan. Apalagi setelah produk pakaian dari perusahaan Dad Kim yang dia kerjakan cukup laris dan booming, membuat banyak perusahaan mulai mengajukan kerja sama dengan perusahaan Aditama Grup. Hingga tak ada waktu bagi Hiro untuk sekedar mencari pacar dadakan.


"Brisik lo Ra," sentak Hiro. Namun bukannya diam, Ayura justru semakin mentertawakan kemalangan kakaknya.


"Udah-udah. Kalian buruan berangkat, nanti takut ketinggalan pesawat," sela Mama Rani yang pagi ini sudah berada di kediaman Kim hanya untuk mengantar anak dan menantunya pergi babymoon.


"Kita pamit dulu ma," ucap Ello dan langsung memeluk mama Rani. Lalu bergeser ke Mom Lisa dan Dad Kim.


Begitu juga yang lain ikut berpamitan. Karena para orang tua tak bisa mengantar mereka ke bandara.


"Tenang Ro, masih ada dokter Via. Siapa tau dia jodoh kamu," bisik Dad Kim sembari menepuk bahu Hiro.

__ADS_1


Sedangkan Hiro kini mengalihkan pandangannya ke arah dokter muda yang sepertinya berusia tak jauh beda dengannya. Dokter yang di percaya Papa Arya untuk mengawasi kondisi adiknya.


"Do'ain semoga dia jodoh Hiro Dad," balas Hiro dengan senyum mengembang diwajahnya. Dan lagi-lagi misinya kini berganti untuk mendekati dokter Via.


__ADS_2