
Alex yang mendapatkan ciuman dari Keyra langsung menahan tengkuk istrinya saat Keyra hendak melepas ciumannya. Ciuman yang lembut itu pun semakin lama semakin dalam dan menuntut.
Bahkan tanpa sadar Keyra sudah duduk dipangkuan suaminya dengan tangan yang sudah melingkar di leher Alex.
Dan kini satu tangan Alex sudah berpindah ke pinggang Keyra. Mencoba menahan agar tubuh istrinya itu tak terjatuh. Sedangkan tangan yang lainnya mulai menyingkap dress pendek yang malam ini dikenakan istrinya itu.
Dn dengan perlahan pula Alex mengusap paha istrinya hingga membuat Keyra merasakan sensasi yang sama sekali tak pernah dia rasakan sebelumnya.
Luma*an demi luma**n Alex lakukan. Sesekali dia menyes*p bibir menggoda milik Keyra hingga membuat sang pemilik melenguh.
Alex melepaskan ciumannya. Memberi sedikit ruang agar Keyra dapat mengambil nafas. Dan dengan nafas yang masih terengah, Keyra mulai menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk mensuplay paru-parunya yang terasa kosong.
Setelah memastikan nafas istrinya mulai stabil, Alex kembali mendekatkan wajahnya hingga mengikis jarak diantara keduanya. Tujuannya kembali terarah pada bibir manis Keyra yang mulai detik ini sudah menjadi candu baginya.
Dan sama seperti ciuman mereka sebelumnya, ciuman kali ini juga seakan saling menuntut. Keduanya bakhan sudah mulai hanyut terlalu dalam. Dan dengan sekali hentakan Alex mengangkat tubuh Keyra dan membawanya menuju ke ranjang tanpa berniat melepaskan penyatuan bibir mereka.
Dengan perlahan Alex membaringkan tubuh istrinya dan membiarkan tubuh Keyra berada dibawah kungkungannya. Sedangkan bibirnya kini sudah mulai turun menyusuri setiap inci leher milik istrinya dan memberikan kecupan-kecupan bahkan sesapan hingga membuat banyak sekali tanda kepemilikan disana.
"Ugh......" suara lenguhan Keyra semakin membuat Alex bersemangat. Bahkan satu tangannya tak tinggal diam dan mulai bekerja aktif untuk memijat lembut dua gundukan berharga milik istrinya.
Sepasang suami istri yang awalnya hanya saling menggoda itu kini justru mulai kehilangan akal sehatnya. Keduanya sama-sama menikmati permainan yang mereka ciptakan. Dan kini satu tangan Alex sudah mengusap inti milik istrinya yang mulai basah.
Perlahan namun pasti Alex mulai menurunkan kain segitiga yang saat ini masih menjadi penghalang permain mereka.
__ADS_1
Sejenak Alex terdiam menatap tubuh polos istrinya. Ini bukan pertama kalinya dia menatap tubuh polos seorang wanita. Tapi ini pertama kali melihatnya secara langsung. Karena biasanya dia hanya melihatnya dari balik layar ponsel pintarnya.
"Kak...." panggil Keyra dengan wajah yang sudah memerah. Bahkan dia berusahan menutupi setiap titik inti miliknya. Bisa-bisanya Alex menatapnya tanpa berkedip seperti itu.
"Gak usah di tutupin. Kakak udah liat semuanya. Kakak suka," bisik Alex dan dengan sengaja menggigit kecil telinga istrinya.
"Kakak..."
Setelah puas melihat apa yang sejak kemarin ingin dia lihat, kini tanpa menunggu lama Alex pun kembali melakukan serangan. Dia khawatir jika terlalu lama, istrinya bisa saja berubah pikiran.
"Kakak itu kok gede banget." Keyra bergidik ngeri melihat junior milik suaminya yang sudah tak terhalang sehelai benangpun.
"Kalau gak gede, nanti gak kerasa sayang. Yang gede lebih enak dan nikmat," bisik Alex sembari mengarahkan miliknya ke inti milik Keyra.
"Kenapa lagi sayang?" tanya Alex mulai frustasi karena jujur saja dia sudah tak sabar melepaskan keperjakaannya saat ini juga.
"Itu kecilin dikit bisa gak sih kak? Nanti gak muat masuk," ucap Keyra yang saat ini masih menatap ngeri benda pusakan milik suaminya.
Alex mengusap wajahnya semakin frustasi. "Gak bisa sayang. Ini muat kok. Kita coba masukin pelan-pelan ya," pinta Alex memohon.
"Tapi beneran pelan-pelan ya kak," pinta Keyra yang jujur saja takut jika benda pusakan Alex tak muat masuk kedalam pintunya.
"Iya pelan-pelan." Dan tanpa menunggu lama Alex pun kembali melakukan pemanasannya. Dia kembali khawatir jika terlalu lama, istrinya kembali berubah pikiran.
__ADS_1
"Kakak sakit......" pekik Keyra dengan air mata yang tanpa permisi mulai membanjiri kedua pipinya.
"Maaf sayang," ucap Alex. Dia benar-benar tak tega melihat wajah kesakitan Keyra.
"Sakit...." ujar Keyra di sela-sela tangisannya.
"Iya sayang, iya. Maaf." Alex mengusap kedua sudut mata istrinya yang basah. Memang tak tega, namun dirinya lebih tak tega pada miliknya jika tak jadi masuk ke milik Keyra.
Benda pusaka Alex masih diam tak bergerak. Karena Alex ingin masih memberi jeda agar rasa sakit pada inti milik istrinya sedikit berkurang. Dengan bibir yang terus mengecupi wajah Keyra, Alex mencoba memberi kata-kata penenang.
Alex mengatakan jika sakitnya hanya sebentar dan akan berganti dengan kenikmatan.Dan Keyra hanya perlu menahan sakit sebentar lagi agar Alex bisa melanjutkan penyatuan mereka.
Setelah berbicara panjang kali lebar, akhirnya Keyra menyetujui perkataan suaminya untuk kembali melanjutkan kegiatan panas mereka.
Dan seperti yang di ucapakan Alex, awalnya Keyra memang merasakan sakit yang luar biasa, namun lama kelamaan ada sensasi nikmat yang belum pernah Keyra rasakan sebelumnya. Hingga membuatnya ikut larut dalam permainan panas suaminya.
"Terimakasih sayang," ucap Alex sesaat setelah mereka menyelesaikan penyatuannya.
"Hmm..." jawab Keyra yang sudah setengah sadar. Bahkan karena terlalu kelelahan Keyra langsung tertidur di pelukan suaminya.
"Makasih sayang untuk semuanya," ucap Alex. "I love you more," bisiknya lalu mengecup kening Keyra dengan cukup lama.
"Selamat tidur sayangku semoga mimpi indah," ucap Alex lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat. Dirinya pun ikut memejamkan mata dan menyusul Keyra ke alam mimpi.
__ADS_1