
Dengan susah payah Key mencoba mengangkat tubuh Zea dan memindahkannya ke kursi roda. 'Untung aja yang gak bisa di gerakin satu kaki doang. Coba kalau dua?' gerutu Keyra di dalam hati. 'Jangan deh, jangan sampe dua. Satu aja udah jadi beban. Apalagi dua?'
"Buka pintunya!" perintah Zea menyadarkan Key dari lamunannya.
"Ehh... iya kak. Kakak gak bisa buka pintu juga ya? Uhhh... kasihan." Key membuka pintu kamar mandi kemudian kembali mendorong kursi roda hingga masuk ke dalam kamar mandi.
"Kalau ngomong di jaga ya. Gue bisa buka pintu sendiri, tapi susah," sentak Zea yang tak terima saat Keyra mengasihaninya.
'Yang sakit kan cuma kakinya, tapi tangannya ngikut gak bisa di gerakin. Dasar benan!' Key kembali memaki Zea di dalam hati.
"Maaf kak, tapikan yang Key ucapin itu bener." Key kembali berkata tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Gue kan gak minta bantuan lo. Lo yang menawarkan diri buat bantuin gue. Lagian biasanya juga Alex yang bantuin gue," ucap Zea kesal.
"Iya deh, iya maaf," ucap Key pura-pura merasa bersalah.
Key memilih menyandarkan tubuhnya di tembok sembari menutup hidung saat menunggu Zea menyelesaikan aktivitasnya.
'Kok gue jadi ke inget ucapan mom Lisa tadi ya,' gumam Keyra.
Flashback On
Hari ini weekend hingga membuat Key seharian berada di rumah. Rasanya bosan, tapi dia sendiri tak tahu harus melakukan apa untuk mengisi waktunya yang sangat-sangat kosong.
"Mommy lagi apa?" tanya Key saat berniat mengambil minum di dapur.
"Lagi bikin makan siang buat Kikim," jawab mom Lisa tanpa mengalihkan pandangannya dari berbagai makanan di hadapannya.
"Key bantuin ya mom." Key menawarkan diri membantu.
"Gak usah sayang. Ini udah selesai kok. Tinggal di masukin tempat makan aja," jawab mom Lisa. "Ehh..tapi beneran kamu mau bantuin?" tanya mom Lisa yang tiba-tiba berubah pikiran.
__ADS_1
"Iya mom. Apa nih yang bisa Key bantu?" Keyra balik bertanya sembari menatap berbagai menu makanan korean di hadapannya.
"Sekarang kamu mandi, siap-siap make up yang cantik. Dan anter makan siang ini untuk Kikim," ucap mom Lisa sambil tersenyum sumringah.
"Kok Keyra yang anter mom? Biasanya kan mbak Siti." Keyra menatap mom Lisa dengan ekspresi herannya.
"Udah buruan sana siap-siap! Nanti ada tugas lanjutan buat kamu." Mom Lisa berkata sembari mendorong Keyra agar segera bersiap.
Tak butuh waktu lama untuk Keyra bersiap. Karena dia hanya berganti pakaian dan merias wajahnya dengan tipis.
"Jadi apa tugas tambahan buat Key mom?" tanya Keyra yang saat ini sudah kembali ke dapur lagi.
"Gini Key." Mom Lisa menarik Keyra dan mengajaknya duduk di kursi bar. "Kamu tahu kan kalau Kikim saat ini sedang menjaga seorang wanita yang menolongnya saat pemotretan?"
Keyra menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Karena Key sudah mengetahuinya dari Hiro dan Dad Kim.
"Daddy kamu bilang kalau katanya gadis itu kemungkinan besar sedang membohongi Kikim," ucap mom Lisa.
"Bohongin gimana mom?" tanya Keyra tak mengerti.
"Tapi kenapa dia bohongin kak Alex mom?" tanya Key dengan amarah di hatinya. Dia tak akan terima jika Alexnya di bohongi seperti ini. Apapun alasannya.
"Mommy gak tau pasti sayang. Tapi sepertinya dia menginginkan kakakmu agar bisa menjadi miliknya," ucap mom Lisa yang mengetahui kemungkinan itu dari Dad Kim. "Tapi kamu tenang aja. Daddy kamu masih cari tau kebenarannya. Karena ternyata orang yang menyebabkan lighting jatuh sekarang menghilang entah kemana," sambung mom Lisa menjelaskan.
"Jadi apa yang harus Key lakuin saat ini mom? Apa perlu Key adu mekanik? Jambak-jambakan atau cakar-cakaran?" tanya Key yang saat ini memperagakan teknik kuda-kuda.
"Husst.. gak perlu sayang. Disini kita hanya perlu main cantik sembari mencari tahu motif gadis itu sebenarnya," ucap mom Lisa.
"Maksud mommy bermain cantik?" tanya Key tak mengerti.
"Sini mommy bisikin." Mom Lisa melambaikan tangan agar Key mendekatkan telinganya.
__ADS_1
Flasback Off
Keyra tersenyum saat mengingat bisikan om Lisa sesaat sebelum dirinya berangkat ke rumah sakit.
"Heh, ngapain lo senyum-senyum?" tanya Zea. "Lo ngetawain gue?" tuduhnya sembari menatap tajam ke arah Keyra.
"Hah, enggak kak enggak," bantah Keyra sembari melambaikan tangannya ke kiri dan ke kanan. "Mana berani Key ngetawain kakak," ucapnya membela diri.
"Terus ngapain lo ketawa gitu?" tanya Zea yang masih cukup curiga dengan Keyra.
"Enggak pa-pa kak, suwer deh." Key mengangkat dua jari membentuk huruf V. "Key cuma baru inget ikan ****** di rumah belum di mandiin," ucap Keyra asal.
"Heh ngapin juga ikan ****** lo mandiin? Dasar bocah prik (freak/aneh)." Zea menatap sinis ke arah Keyra.
"Bisa-bisanya Alex kenal cewek model beginian," gumam Zea.
"Kakak ngomong apa?" tanya Keyra yang memang tak begitu mendengar gumaman Zea.
"Gue gak ngomong apa-apa," balas Zea. "Mending sekarang lo bantuin gue duduk ke kursi roda. Gue udah gak betah lama-lama di kamar mandi. Mana disini bau lagi," gerutu Zea sembari mengibaskan tangannya di depan hidung.
"Ya jelas bau lah. Kan kak Zea abis nabung. Emang kakak gak nyadar kalau kotoran kakak itu bau ******." Keyra berkata tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Mulut lo gak pernah di sekolahin ya?" Zea mulai tersulut emosi saat mendengar perkataan Zea yang seakan menghina dirinya.
"Emang ada ya kak sekolah khusus buat mulut? Dimana? Key mau dong sekolahin mulut Keyra biar bisa ngomong bahasa enggres lancar." Key sengaja memancing emosi Zea. Entah kenapa membuat Zea kesal menjadi hal yang cukup menyenangkan. Apalagi mengingat perkataan mom Lisa yang meyakini jika saat ini Zea sedang memanfaatkan Alex-nya.
"Udah mending diem aja deh lo. Bikin gue emosi aja," sentak Zea. "Buruan sekarang bantuin gue!"
"Iya kak, maaf." Key berjalan mendekat ke arah Zea namun detik selanjutnya dia kembali berjalan mundur dengan lebih cepat sambil berteriak. "Kecoa.... aahh, ada kecoa....."
"Mana kecoanya mana?" Zea yang kaget reflek langsung berdiri dengan kedua mata menatap ke arah lantai kamar mandi.
__ADS_1
"Kakak bisa berdiri sendiri?" Keyra menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia tak menyangka jika Zea benar-benar membohongi Alex.
"Key, Zee... Kalian kenapa? Tolong buka pintunya!" teriak Alex sembari mengedor pintu kamar mandi begitu mendengar teriakan Keyra dan juga Zea.