
Tubuh Zea mulai bergetar dan mengeluarkan keringat dingin saat pria yang sangat dia kenal sedang tersenyum aneh ke arahnya.
"Apa kabar Nona?" tanya pria itu. "Ahh, sepertinya kabar anda kurang baik," lanjutnya sembari melirik kursi roda milik Zea.
"Kamu kenal sama tuan Argus?" tanya Alex seolah tak percaya.
"Lex, boleh aku bicara berdua dengannya?" tanya Zea tanpa menjawab pertanyaan Alex.
"Tentu saja boleh," jawab Alex santai.
Dan detik selanjutnya Zea meninggalkan tempat itu bersama pria yang di ketahui bernama Argus itu.
"Kakak lepas bajunya! Lalu mandi dan ganti dengan ini!" Keyra memberi perintah sembari mengulurkan sebuah kemeja berwarna putih ke arah suaminya. "Aku gak mau sedikitpun jejak siluman itu tertinggal di tubuh kakak. Dan kalau perlu langsung buang dan bakar baju itu," sambung Keyra dengan wajah kesalnya saat mengingat Zea memeluk suaminya dengan seenak jidatnya.
"Yaampun sayangku posesif banget sekarang," ucap Alex sembari mentoel gemas dagu istrinya. "Kamu tenang aja Yang. Jiwa dan raga kakak hanya milik Keyra seorang," ucapnya lagi dengan sangat serius.
"Gombal," sahut Keyra dengan wajah yang sudah memerah. Ternyata dia masih sangat lemah jika mendapat gombalan manis dari suaminya.
"Bukan gombal sayang. Tapi ini serius," ucap Alex.
"Ya deh iya serius. Tapi lebih baik sekarang kakak mandi. Karena Key gak mau noda dari siluman bermuka dua itu semakin menempel di tubuh kak Alex," ucap Keyra kembali memberi perintah.
"Iya sayang. Kamu tenang aja. Bahkan kakak bakalan mandi tujuh kali pake debu atau tanah biar bisa kembali suci lagi," ucap Alex dan hal itu berhasil membuat Keyra tertawa karena ternyata Alex menganggap berpelukan dengan Zea sama seperti terkena najis.
"Ya udah kakak tinggal dulu ya. Kamu duduk disana aja. Lagian pemotretannya juga udah selesai," ucap Alex. "Dan inget. Jangan dekat-dekat kak Hiro," lanjut Alex memberi peringatan kepada istrinya.
"Iya suamiku yang bawel," jawab Keyra.
"Ihh.. kamu tuh." Alex mengusap sekilas puncak kelapa Keyra sebelum akhirnya pergi menuju kamar mandi yang ada di sekitar sana.
Sedangkan disisi lain, kini Zea sudah berada di salah satu sudut ruangan sepi bersama Argus.
__ADS_1
"Apa yang anda lakukan disini?" tanya Zea tanpa basa-basi. Bahkan dia sudah menunjukan wajah aslinya yang angkuh.
"Memangnya saya tidak boleh disini?" tanya Argus dengan santainya sembari menatap Zea dengan senyum anehnya.
"Jawab saja dengan jujur. Anda tak perlu berpura-pura lagi," ucap Zea yang saat ini terus menatap tajam lawan bicaranya.
"Oke baiklah saya akan jujur," jawab pria itu. "Seperti yang anda tahu salah satu sumber penghasilan tuan Baskara adalah usaha catring. Dan saat ini saya sedang mengantar pesanan catring tuan Hiro," sambung Argus menjelaskan.
"Ckk.. anda tak perlu berbohong padaku," ucap Zea. "Karena saya tahu anda tidak akan melakukan tugas remeh-temeh seperti ini," ucapnya masih dengan tatapan yang tak berpindah sedikitpun dari arah Argus yang tak lain adalah asisten pribadi tuan Baskara.
Argus tersenyum miring. "Mungkin tanpa saya jelaskan, anda sudah tahu tujuan utama saya berada disini."
"Apa maksudmu?" Zea bertanya dengan kedua mata yang sudah melotot tajam dan menerah menandakan jika saat ini wanita itu sedang menahan amarahnya.
"Tuan Baskara menunggu itikad baik anda nona. Jika sampai tiga hari kedepan anda tidak melunasi seluruh hutang ayah anda, anda harus memilih untuk menikah dengan tuan Baskara atau mengikuti jejak ayah anda yaitu mendekam di penjara," bisik Argus mengancam.
"Beri tahu ke tuanmu itu, tiga hari lagi aku akan melunasi semua hutanga ayahku. Karena aku gak sudi menikah dengan tua bangka bau tanah sepertinya," ucap Zea dengan amarah yang semakin menggebu.
"Ahh, sial...." umpat Zea dengan pandangan menatap Argus yang kini berjalan semakin menjauh darinya.
~
Selesai mandi, Alex kembali bergabung dengan Keyra yang saat ini tengah asik mengobrol dengan Hiro.
"Yang aku udah selesai," ucap Alex dan langsung duduk di antara Keyra dan Hiro. "Coba cium udah wangi belum?" Alex mendekatkan tubuhnya ke arah Keyra, agar istrinya itu bisa mencium arona tubuhnya.
"Gue kesana dulu Key. Mau liatin kerjaan anak-anak," ucap Hiro yang langsung berdiri dari duduknya. Kesal? Tentu saja dia kesal. Lagi dan lagi Alex seolah masih terus menunjukan kepada dirinya jika Keyra hanya miliknya.
"Kenapa ada Hiro disini?" tanya Alex begitu Hiro berjalan menjauh dari mereka. "Kan tadi kakak udah bilang jangan deket-deket sama kak Hiro," ucap Alex dengan bibir yang sudah mengerucut tajam.
"Kak Hiro yang tiba-tiba nyamperin dan ngajak Keyra ngobrol," jawab Keyra. "Masa iya Keyra usir."
__ADS_1
"Ya 'kan tetep aja kakak gak suka Yang," ucap Alex sedikit merengek seperti anak kecil.
"Memang kenapa sih kak kalau Keyra ngobrol sama kak Hiro?" tanya Keyra heran. Karena sejak dulu Alex seakan membatasi geraknya saat berhadapan dengan Hiro.
"Kak Hiro kan tampan," ucap Alex lirih. "Pinter lagi."
"Lah terus?" Keyra mengerutkan dahinya tak mengerti. Apa hubungannya Hiro yang pintar dan tanpan dengan dirinya.
"Kok terus sih Yang?" Alex semakin cemberut. "Kak Alex takut kamu suka sama kak Hiro. Dia kan tampan dan pintar. Kaya pula," sambung Alex.
Keyra tersenyum. Kini dia mengerti alasan Alex selalu melarangnya berdekatan dengan Hiro. Ternyata suaminya itu cemburu dengan sosok Hiro Kazuki Aditama.
"Kakak tenang saja. Walaupun kak Hiro lebih pinter, kak Hiro lebih kaya, tapi hati Keyra hanya untuk kak Alex seorang. Dan gak akan pernah berpaling selamanya," ucap Keyra dengan sangat tegas dan jujur dari hatinya.
"Sayang ihh... gombal." Entah kenapa mendengar ucapan Keyra membuat hati Alex berbunga-bunga. Bahkan saat ini wajahnya sudah memerah seperti tomat matang.
"Serius kak," ucap Keyra. Dan langsung mendapat pelukan dari suaminya. "Hati kak Alex juga cuma buat kamu aja. Dan kakak juga gak akan pernah berpaling dari seorang Keyra Luvhina Salsabila."
"Nenek lampir kemana?" tanya Alex begitu melepaskan pelukannya.
Keyra mengangkat bahunya. "Mana Keyra tahu."
"Ya udah kakak tanya ke susternya dulu," ucap Alex sembari berjalan ke arah suster Zea yang saat ini sedang duduk sendirian di sudut ruangan itu.
.
.
.
Heii semuanya.... makasih ya masih setia sampai bab ini. Maaf ya kalau update nya dikit-dikit. Maklum otakku gak beda jauh sama otak Alex, jadi suka ngebul gitu kalau di pake buat berimajinasi terlalu lamaπππ
__ADS_1
Btw.. Isthiizty lagi ulang tahun nih hari ini. Gak ada yang mau ngucapin sesuatu gitu buat Isty? Wkwkkwkk....