She'S Mine

She'S Mine
Sama Persis


__ADS_3

Keyra masih terdiam. Kedua tangannya mulai meremas ujung kaos over size yang biasa dia pakai saat di rumah.


"Dek, kok malah bengong?"


"Hah?" Key menatap bingung ke arah Alex karena dia hanya mendengar gumaman tak jelas dari kakak angkatnya itu.


"Kamu kenapa?" tanya Alex. Dia mengambil tisu yang berada di atas meja lalu mulai mengusap wajah sang adik angkat yang basah karena keringat.


Keyra diam terpaku. Pandangan matanya menatap intens wajah kakak angkatnya itu. Ini pertama kali mereka sedekat ini. Dan ini juga pertama kalinya Keyra melihat Alex dari jarak yang sangat dekat. Bahkan Keyra tak menyangka jika melihat wajah kakak angkatnya seintens ini bisa membuat jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.


Dan tanpa Keyra sadari, Alex pun meraskan hal yang sama. Dia merasakan debaran tak biasa di dadanya saat melihat wajah Keyra sedekat ini.


Mungkin Keyra memang tak secantik aktris di serial drama televisi. Namun gadis yang hampir menginjak usia delapan belas tahun ini terlihat sangat manis. Hingga selama apapun melihat wajah adik angkatnya itu, tak akan pernah membuat Alex merasa bosan.


'Ini gila. Gak seharusnya jantung gue berdebar kayak gini.' Alex mencoba menepis perasaan asing yang tiba-tiba muncul di hatinya.


"Ehem...." Alex berdehem untuk mentralkan suara dan hatinya. Dia menarik kursi makan dan menjatuhkan tubuhnya di sana. "Duduk sini dek!" perintah Alex sembari melirik kursi kosong di sampingnya. Dan tanpa menunggu di perintah lagi, Keyra langsung menarik kursi disamping Alex.


"Mozarellanya bikin ngiler. Kakak boleh minta gak?" tanya Alex yang juga merasa lapar. Apalagi dia belum makan siang. Karena rencananya dia ingin makan bersama Nana sudah gagal.


"Boleh kak. Makan aja," ujar Keyra. "Kalau mau makan Kimbabnya juga boleh." Keyra mendorong sekotak kimbab yang masih tertutup rapat ke hadapan Alex.


"Kita makan berdua aja ya." Alex mengambil sumpit, lalu menjepit tteok berbumbu gochungjang berlumur lelehan keju mozarella dan mengarahkannya ke mulut Keyra. "Buka mulut kamu dek!" perintah Alex.

__ADS_1


Sejenak Keyra terdiam saat menerima perlakuan manis dari kakak angkatnya. "Ayo Aaaa....."


Key merasakan rasa pedas manis saat tteokbokki yang di arah kan Alex tak sengaja menyentuh bibirnya. Hingga dia langsung membuka mulutnya dan menerima suapan kakak angkatnya itu.


"Anak pinter." Alex terseyum sembari mengusap sekilas puncak kepala Keyra. Lalu dia kembali menjepik tteok dan mengarahkan ke mulutnya sendiri. "Hmm... ternyata enak banget dek."


Keyra masih memilih bungkam. Namun pandangan matanya tak lepas menatap setiap reaksi wajah kakak angkatnya. Dan sialnya sejak tadi detak jantungnya masih berdebar tak menentu.


'Jantung gue berdebar bukan karena suka sama kak Alex. Tapi karna gue takut kak Alex tahu kalau Nana adalah gue,' batin Key mencoba mengartikan detak jantungnya.


"Kakak masih penasaran dek. Kenapa kita gak ketemu pas kamu beli ini?" tanya Alex lagi sesaat setelah menelan makan di mulutnya. Dia menatap Keyra seakan meminta jawaban.


"Ehh...itu kak, Key beli via aplikasi ojek online," jawab Keyra yang tentu saja itu sebuah kebohongan.


"Kalian lagi ngapain?" tanya mom Lisa yang baru saja pulang dari acara arisan bersama teman-temannya.


"Ini Mom kita lagi makan tteokbokki. Tapi sorry ni mom gak kebagian," jawab Alex sambil menyuapkan kembali tteokbokki ke arah Keyra. Dan hal itu dilihat jelas oleh mom Lisa, hingga sebuah senyum terukir di bibirnya.


"Ya udah mom ke kamar dulu. Kalian lanjut aja," ujar mom Lisa yang tak mau mengganggu Alex maupun Keyra. Mom Lisa hanya bisa berharap dengan cara ini mereka akan semakin dekat dan tentu saja mom Lisa berdo'a semoga mereka bisa saling jatuh cinta satu sama lain.


"Kak Alex, Key juga ke kamar dulu ya," pamit Key tak lama setelah mom Lisa pergi. Dia merasa duduk berdua bersama Alex tak baik untuk kesehatan jantungnya.


"Kok kemar dek? Ini belum abis makanannya." Alex menunjuk box kimbab yang masih berisi tiga per empat bagian.

__ADS_1


"Buat kak Alex aja. Key udah kenyang." Keyra berdiri lalu mendorong kursinya ke belakang.


"Ya udah." Pada akhirnya Alex membiarkan Keyra kembali kekamarnya. "Tapi itu hadiah dari kakak di bawa. Gak tau kamu bakalan suka atau enggak. Tapi kakak berharap kamu menyukainya."


"Ahh iya... makasih kak. Key janji bakalan di pake kok," jawab Key tersenyum. "Kalau gitu Key ke kamar dulu kak," pamit Keyra dan di balas anggukan kepala oleh Alex.


Setelah kepergian Keyra, Alex langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celana. Dia ingin menelepon sahabat virtualnya itu untuk menanyakan apakah Nana sudah sampai di rumah atau belum. Karena setahu Alex, rumah Nana berada di pinggiran ibu kota. Hingga mungkin butuh waktu sekitar satu jam lebih agar sahabat virtualnya itu bisa tiba di rumahnya.


Suara nada sambung di telepon mulai terdengar beriringan dengan nada dering dari ponsel seseorang di atas meja makan.


"Hape siapa itu?" Tangan Alex terulur hendak mengambil ponsel berwarna hitam tersebut, namun ternyata gerak tangannya kalah cepat dengan gerak tangan Keyra.


"Key....." Alex yang kaget kini menatap adiknya yang tiba-tiba sudah berada di meja makan lagi.


"Key cuma mau ambil hape kak," jawab Key. Dia langsung pergi dari ruang makan dan meninggalkan Alex yang menatap Key dengan wajah bingungnya.


"Pas aku nelfon Nana, kenapa malah hape Key yang bunyi?" Alex bertanya pada dirinya sendiri.


"Ckk... gak mungkin." Alex menepis pemikirannya yang terasa tak masuk akal.


"Jelas-jelas gue tadi udah ketemu Nana. Dan Nana itu bukan Key," gumam Alex. "Walaupun tinggi badan Nana sama dengan Key. Dan suara mereka hampir sama persis. Tapi Nana gadis feminine dan pandai merias wajah. Sedangkan Key? Penampilannya aja tomboy. Dan gue yakin Key gak bisa make up. Jadi Nana gak mungkin Keyra."


Ya saat Alex mendengar suara nada sambung di ponselnya dan suara dering telepon masuk di ponsel Keyra, Alex sempat berfikir jika Key adalah sahabat virtualnya. Namun lagi-lagi semua kemungkinan itu Alex tepis. Karena Alex sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Nana dan Key adalah dua sosok gadis yang berbeda. Dan Alex sangat yakin itu.

__ADS_1


"Mending gue telfon Nana lagi," gumam Alex dan kembali melakukan panggilan telepon. Dia tak sabar ingin kembali mengobrol dengan satu-satunya teman curhatnya itu.


__ADS_2