She'S Mine

She'S Mine
Kabur


__ADS_3

Sudah cukup lama Key mengintai Alex dari balik pilar. Dia masih mencoba memastikan apakah kakak angkatnya itu adalah orang yang ingin dia temui hari ini atau tidak.


Ting... Ting.. Ting..


Terdengar suara notif pesan masuk dari dalam tas Keyra. Dan tanpa menunggu lama, Key langsung membuka tas miliknya agar bisa mengetahui siapa yang mengirimkan pesan untuknya.


"Alex....." gumam Key saat melihat nama pengirim dari tiga pesan yang baru saja masuk di ponselnya.


[Kamu dimana Na?]


[Masih jauh apa udah deket?]


[Aku udah sampe nih]


Keyra membaca satu persatu pesan masuk itu dengan perasaan campur aduk. Apalagi Alex mengirimkan sebuah foto suasana restoran Korea yang sama persis dengan tempat Key berdiri saat ini.


"Gak mungkin," gumam Key menolak percaya jika kakak angkatnya ada sahabat virtualnya.


Key memlilih untuk langsung membalas pesan dari sahabat virtualnya, untuk memastikan jika apakah kakak angkatnya itu sahabat virtualnya atau bukan.


[Aku udah sampai di parkiran Lex]


[Kamu di meja nomer berapa?]


[Nanti biar aku samperin kamunya lebih gampang]


Key mencengkram erat ponselnya setelah mengirimkan pesan balasan untuk Alex. Jujur dia takut ke khawatirannya terbukti. Bagaimana jika benar Alex sahabat virtualnya adalah Alex kakak angkatnya sendiri? Huh..membayangkannya saja membuat perasaannya tak karuan.


Ting.. Ting.. Ting..

__ADS_1


Key langsung membuka kunci layar begitu mendengar notifikasi pesan masuk di ponselnya. Dan dengan tangan yang sudah mulai basah oleh keringat, Key mulai membaca pesan dari sahabat virtualnya.


[Aku duduk di meja nomer 14]


[Letaknya di sudut kanan pintu masuk]


[Aku sekarang pakai kaos warna putih]


Deg


Keyra diam membeku ketika membaca kalimat sudut kanan pintu masuk dan kaos warna putih. "Kak Alex juga pake kaos warna putih dia juga duduk di sebelah kanan pintu masuk," gumam Key dengan tubuh mematung.


"Huh...tenang Key tenang. Yang pakai baju putih di restoran ini bukan kak Alex aja." Key masih mencoba mengelak walaupun ciri-ciri sahabat virtualnya ada pada diri kakak angkatnya.


Key kembali menatap ke arah meja Alex yang jaraknya sekitar tujuh meter dari tempatnya bersembunyi. Dan kini pandangan mata Key terfokus pada tulisan angka di papan kecil yang terbuat dari kayu dan berada di atas meja kakak angkatnya.


Dengan kedua mata sedikit menyipit Key mencoba membaca angkat tersebut. "Sial...." umpat Key begitu membaca angka empat belas di meja kakak angkatnya.


"Aku gak mungkin kesana," gumam Key. "Gak kebayang gimana cangungnya kita nanti setelah pertemuan ini. Aku juga takut sama reaksi kak Alex kalau tau aku itu Nana teman curhat virtualnya."


Setelah beberapa saat beradu dengan pikirannya. Akhirnya Key memutuskan untuk meninggalkan restoran itu tanpa menemui Alex. Lebih baik pergi sebelum kak Alex mengetahui keberadaannya.


Brug


Key yang terburu-buru keluar restoran sampai tak sengaja menabrak sesorang. "Maaf mbak gak sengaja," ujar Key meminta maaf sembari menundukan kepala dan menutupi wajahnya dengan sling bag miliknya.


"Udah salah minta maafnya gak sopan lagi," ketus wanita itu sembari menepuk celananya yang kotor karena dirinya yang jatuh terduduk di lantai.


"Sekali lagi saya minta maaf mbak. Saya gak sengaja. Kalau gitu saya permisi dulu." Dan tanpa menunggu jawaban dari wanita yang di tabraknya, Key langsung bergegas meninggalkan restoran.

__ADS_1


~


Sudah sejak setengah jam yang lalu Alex duduk di restoran Korea untuk bertemu dengan Nana sahabat virtualnya. Sudah sejak tadi juga, jantung Alex berdebar tak menentu. Antara tak sabar bertemu dengan sahabat virtualnya dan juga khawatir Nana tak menyukai dirinya.


Jujur saja baru kali ini Alex merasa tak percaya diri. Dia takut Nana kecewa setelah melihatnya dan Alex juga takut Nana tak mau lagi berteman ataupun bertemu dengannya.


Padahal hari ini Alex sudah berpenampilan semaximal mungkin. Namun tetap saja dirinya merasa ada yang kurang. Kali ini Alex merasa ketampanannya tak berarti apa-apa.


"Duh.... dimana sih Nana. Kok lama banget. Katanya tadi udah di parkiran," gumam Alex sembari menatap pintu masuk restoran lalu beralih ke arah ponsel di tangannya. Dia berharap Nana segera menghubunginya.


"Masa udah lima belas menit tapi belum nyampe disini," gerutu Alex sesaat setelah melihat jam di layar ponselnya.


Dan tak lama berselang, seorang pelayan kembali mendatangi mejanya. "Mau pesan sekarang kak?" tanya pelayan itu untuk kesekian kalinya.


Alex menghela nafas panjang. Rasanya tak mungkin jika dia kembali berkata 'nanti saja mbak tunggu teman saya dateng'. Karena sudah sejak tadi Alex duduk di restoran ini tapi hanya memesan secangkir daechu tea saja.


"Saya pesan sekarang mbak," ujar Alex sembari mengangkat tangannya meminta buku menu.


Setelah menyebutkan beberapa menu pilihannya, pelayan itu kembali meninggalkan Alex sendirian. "Gue gak tahu makanan kesukaan Nana. Dan semoga dia menyukai makanan yang gue pesen," gumam Alex tersenyum saat mengingat sahabat virtualnya.


Namun sudah beberapa menit setelah pelayan pergi, Nana belum juga menampakan batang hidungnya. Hingga membuat Alex merasa khawatir. Dia takut terjadi sesuatu dengan sahabat virtualnya itu.


Apalagi tadi Nana sempat mengirim pesan dan mengatakan jika dia sudah sampai di parkiran mall. Dan harusnya sudah sejak tadi juga dia dan Nana bertemu. Hingga Alex yang khawatir langsung mencoba menghubungi sahabat virtualnya.


"Shitt..." Alex mengumpat kesal. Bukan kesal pada Nana. Tapi kesal pada ke khawatirannya yang terlalu berlebihan. "Padahal nyambung. Tapi kok gak diangkat sih," gerutu Alex yang sudah beberapa kali mencoba melakukan panggilan telepon, tapi tetap tak ada satupun panggilan yang di angkat oleh sang sahabat.


"Lo dimana sih Na? Gue khawatir," gumam Alex dengan wajah paniknya. "Gak mungkin kan elo di culik? Di mall ini kan rame."


"Ehem....."

__ADS_1


Alex langsung mengangkat kepalanya begitu mendengar suara deheman tepat di depannya.


"Sorry Lex, udah buat kamu nunggu lama," ujar seorang gadis dengan dress berwarna dark green yang kini tengah berdiri tepat di depan Alex.


__ADS_2