
Key menatap Ayura. Hatinya masih ragu. Apakah dia harus menceritakan semua pada Ayura atau tidak tentang siapa sahabat virtualnya yang sebenarnya.
"Kak Key, kok malah bengong." Ayura melambaikan tangannya tepat di depan wajah Keyra.
"Ehh.. itu...."
"Kenapa? Kak Key gak mau cerita ya sama Ayura?" tanya Ayura dengan wajah sendu. "Emm..tapi gak pa-pa kok kalau kak Key gak mau cerita. Ayura gak bakalan maksa. Ini kan termasuk privasi. Jadi kak Key berhak untuk cerita atau enggak," ucap Ayura tersenyum.
Dia tak akan memaksa Key bercerita tentang pertemuannya dengan sahabat virtualnya. Karena bagi Ayura ada batasan bagi dirinya untuk tak ikut campur dengan kehidupan pribadi seseorang.
"Gak gitu Ra. Gue mau cerita kok. Tapi kamu jangan ngetawai aku ya," pinta Keyra.
"Serius kak Key mau cerita?" tanya Ayura tak percaya.
"Iya Ayura bawel," jawab Key sembari mencubit gemas kedua pipi Ayura yang kini terlihat sedikit berisi.
"Isshh kak Key sakit tau." Ayura cemberut sembari mengusap pipinya yang sedikit panas.
Key terkekeh. "I'm sorry little chubby."
"Hmm... iya di maafin. Sekarang mulai yuk ceritanya." Ayura kembali menatap Key dengan wajah tak sabar.
"Emm...sebenernya..."
Drt.. Drt.. Drt..
Suara dering ponsel di atas meja kaca membuat Key tak melanjutkan ucapannya. Dan kini pandangan sepasang gadis remaja itu terfokus pada ponsel berwarna merah muda milih Ayura.
"Sebentar ya kak. Ada telfon dari mom Lisa," ujar Ayura dan langsung mengambil benda pipih miliknya. Sedangkan Key hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"Hallo mom," sapa Ayura begitu panggilan telepon tersambung.
"......."
"Ada mom. Kenapa? Mau ngomong?" tanya Ayura sembari melirik ke arah Keyra.
__ADS_1
"......."
"Nanti sore? Bisa-bisa mom. Ayura gak ada janji kok."
"......."
"Siap mom. Nanti Ayura sama kak Ello pasti dateng."
"......."
"See you mommy."
Ayura kembali meletakan ponselnya ke atas nakas begitu panggilan telepon berakhir.
"Ada apa?" tanya Keyra.
"Gak pa-pa kak," jawab Ayura tersenyum. Karena mom Lisa menelepon hanya untuk mengajak dirinya dan Ello bertemu. Dan Ayura sendiri tak tahu apa yang ingin mom Lisa bicarakan pada mereka berdua.
Key menganggukan kepalanya. Dia memang tahu mom Lisa sangat dekat dengan semua sahabat putranya. Bahkan dengan orang tua sahabat putranya pun mom Lisa dan Dad Kim cukup dekat. Hingga Keyra merasa tak ada yang aneh jika mom Lisa menelepon Ayura.
"Ehem..." Key berdehem untuk menetrakan suaranya. Jantungnya mulai berdebar saat ingin memulai cerita. Karena jujur saja dia takut dengan tanggapan Ayura nanti.
"Bener kata kamu Ra," ujar Keyra kembali memulai ceritanya.
"Maksud kak Key?" tanya Ayura tak mengerti.
"Alex adalah kak Alex," jawab Key sedikit meringis saat mengucapkan hal itu.
Ayura terdiam. Dia masih belum belum mengerti sama sekali dengan maksud Keyra. "Alex adalah kak Alex. Alex adalah kak Alex." Ayura mengulang-ulang kata itu hingga beberapa kali.
"What?" pekik Ayura dengan kedua mata yang sudah membulat sempurna. Dengan perasaan tak percaya, Ayura mengalihkan pandangan menatap Key yang saat ini sedang meringis.
"Jadi kak Alex sahabat virtual kak Key itu kak Alex? Kim Alexander?" tanya Ayura meyakinkan apa yang baru saja dicerna oleh otaknya.
Key hanya bisa menganggukan kepala dengan lesu. Karena dia sendiri masih tak menyangka dunia sesempit ini.
__ADS_1
"Daebak...." gumam Ayura yang juga tak menyangka akan hal itu. "Trus gimana reaksi kak Alex? Dia pasti seneng banget. Iya kan kak?" tanya Ayura yang kini tersenyum senang. "Pantesan aja sikap kak Alex ke kak Keyra tadi manis banget," sambungnya lagi.
Key menggelengkan kepala. "Kak Alex gak tahu kalau gue sahabat virtual dia."
"Hah? Kok bisa?" tanya Ayura yang lagi-lagi terlihat bingung. "Tunggu-tunggu. Jangan bilang kak Key milih kabur dan gak mau nemuin kak Alex?" tanya Ayura sembari menatap curiga ke arah Keyra.
"Aku temuin kak Alex Ra. Tapi aku pake masker buat nutup wajahku. Dan kemarin kan posisinya aku pake make up dan pakai dress. Jadi kayaknya kak Alex gak ngenalin aku," ujar Keyra menjelaskan.
"Iya sih. Kak Hiro kemarin juga cerita kalau dia hampir gak ngenalin kak Key waktu kak Key nganter makanan," balas Ayura sembari menganggukan kepalanya. "Tapi tunggu deh kak. Kenapa kakak harus pake masker. Kenapa kakak sembunyiin identitas asli kakak ke kak Alex?"
Keyra menghela nafas kasar. "Sebenernya gue juga gak mau nyembunyiin ini dari kak Alex Ra. Tapi....."
"Tapi apa kak?" tanya Ayura tak sabar.
"Tapi aku gak mau ada kecanggungan di antara aku dan kak Alex," ujar Keyra lirih. "Kamu bisa bayangin kan gimana reaksi kak Alex kalau tahu Nana sahabat virtualnya itu aku?"
"Enggak," jawab Ayura dengan polosnya. Karena dia memang tak bisa membayangkan reaksi kak Alex.
Key menghela nafas panjang. Mencoba sabar saat harus bercerita dengan ibu hamil yang keingin tahuannya cukup besar ini.
"Kamu inget aku pernah cerita kalau Alex sahabat virtualku itu playboy patah hati?" tanya Key dan di balas anggukan kepala oleh Ayura.
"Kamu inget juga kan kalau aku pernah cerita awal aku temenan sama kak Alex? Saat itu kak Alex marah-marah gak jelas sama semua anggota tim di dalam game." Lagi-lagi Ayura menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Dan kamu tahu kan Ra kalau Alex sahabat virtualku itu selalu nyeritain masalah percintaannya sama aku? Yang mungkin ke kak Ello atau kak Mike aja dia gak cerita." Dan untuk kesekian kalinya Ayura kembali menganggukan kepalanya.
"Kamu bisa bayangin gak gimana reaksi kak Alex saat orang yang dia ajak curhat tentang masalah pribadinya itu ternyata adik angkatnya? Adik yang bahkan belum lama dia kenal dan sekarang tinggal bersama dengannya." Sejenak Key menjeda ucapannya untuk menarik nafas sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.
"Aku takut kak Alex ngerasa malu. Apalagi selama ini dari yang aku lihat, kak Alex selalu ingin terlihat sempurna di mataku. Dan aku gak mau buat kak Alex merasa dirinya tak sempurna lagi. Karena walau bagaimanapun saat ini kak Alex segalanya buat aku. Kak Alex yang selalu jagain aku sama seperti ayah jagain aku dulu."
"Aku takut Ra. Aku takut saat kak Alex tahu aku adalah Nana sahabat virtualnya, kak Alex jadi ngejauh karena ngerasa malu sama aku. Malu karena aku tahu tentang kisah percintaannya yang sama sekali gak mulus. Aku gak mau sampai kak Alex ngehindari aku. Karena jujur aja aku sayang sama kak Alex," ujar Key semakin mengecilkan suaranya di akhir kalimat.
"Sayang? Sayang sebagai adik ke kakak atau sayang sebagai seorang cewek ke cowok?" tanya Ayura sembari menatap intens kedua mata Keyra.
"Aku gak tau Ra. Yang aku tahu, aku nyaman dan ngerasa dilindungin saat deket sama kak Alex. Dan aku juga ngrasa nyaman ngobrol dan cerita segala hal sama Alex sahabat virtualku," jawab Keyra jujur. "Aku gak mau berjauhan ataupun kehilangan keduanya Ra. Aku gak mau," ujar Keyra lirih dengan setetes embun yang mulai membasahi sudut matanya.
__ADS_1