
Keyra membelalakan kedua matanya tak percaya. 'Aku gak salah denger kan?' tanya Keyra dalam hati.
"Key.."
"Kak Alex minggir." Keyra mendorong tubuh Alex sekuat tenaga. Namun sebesar apapun tenaganya untuk mendorong Alex, nyatanya tak mampu membuat tubuh Alex bergeser sedikitpun dari atas tubuhnya.
"Minggir kak. Ini gak lucu," ucap Keyra masih mencoba sebisa mungkin menyingkirkan tubuh Alex.
"Kakak gak bercanda Key," jawab Alex dengan sangat serius. Bahkan dia mulai menggesek-gesekan miliknya ke tubuh Keyra. "Kamu rasain kan punya kakak udah on?"
Meraskan? Tentu saja Key merasakan sesuatu yang keras dan menonjol menggesek tubuhnya.
"Kakak, minggir...." Karena tak bisa mengeser tubuh Alex sedikitpun. Kini Keyra memilih untuk mencoba melapaskan diri dari kungkungan Alex.
"Please Key, kakak udah gak bisa nahan lagi," ucap Alex dengan suara paraunya.
"Keyra gak mau kak," jawab Keyra dengan lantang.
"Kenapa? Kita udah halal Key. Dan kakak berhak meminta hal ini sama kamu," ucap Alex. "Kamu tahu kan menolak, berarti kamu berdosa," sambungnya.
Deg
Key terdiam. Tentu saja Keyra tahu jika menolak berarti berdosa. Tapi apa harus dia melakukannya sekarang?
Satu tangan Alex mulai mengusap lembut gunung kembar Keyra. Sedangkan satu tangan lainnya Alex gunakan untuk menyangga tubuhnya.
Alex menatap Keyra yang saat ini hanya diam, bahkan tak melakukan protes sama sekali dengan apa yang dia lakukan saat ini. Hingga perlahan wajah Alex mulai mendekatkan ke wajah Keyra. Tiga puluh senti, dua puluh senti, sepuluh senti......
Keyra memalingkan wajahnya. "Maaf kak, Keyra gak bisa. Untuk saat ini Keyra lebih memilih berdosa daripada harus melakukan hal itu."
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Alex tak percaya jika Keyra menolaknya. Apa Alex sama sekali tak menarik di mata Keyra?
Keyra masih terdiam. Dia masih memilih untuk tak menatap wajah Alex. Karena jujur saja saat ini hatinya terasa sangat sakit. Keyra takut, takut air matanya jatuh jika menatap suaminya.
"Kenapa Key?" tanya Alex lagi.
"Maaf kak....."
"Iya tapi kenapa?" tanya Alex mulai mendesak.
"Keyra gak bisa kak. Keyra gak mau nglakuin ini tanpa ada rasa cinta di antara kita," ucap Keyra dengan menahan rasa sesak di hatinya. Dia memang istri Alex. Tapi nyatanya saat ini cinta Alex bukan untuknya.
Keyra sadar dan Keyra juga ingat jika mereka sudah sepakat untuk memulai hidup baru sebagai sepasang suami istri. Tapi bukan seperti ini. Keyra ingin melakukan hubungan suami istri setelah ada cinta di hati Alex untuknya. Apa itu salah?
Egois. Keyra tak peduli jika Alex menganggapnya egois. Karena Keyra hanya takut, takut jika mereka melakukan hubungan suami istri tapi fantasi Alex justru melakukannya dengan wanita lain.
"Tapi kakak cinta sama kamu Key."
Deg
"Aku cinta sama kamu Key," ucap Alex lagi. Dan sontak membuat Keyra mengalihkan pandangan ke arah Alex dan menatapnya tak percaya.
Keyra menggelengkan kepalanya. "Gak mungkin. Gak mungkin kak Alex cinta sama Keyra. Pasti yang kakak ucapin itu bohong," tuduh Keyra dengan ekspresi tak percayanya.
"Enggak Key kakak gak bohong. Kakak berkata jujur. Kakak sayang sama kamu. Kakak juga cinta sama kamu," ucap Alex dengan sangat tegas.
Keyra menatap kearah kedua mata Alex. Dia mencoba mencari celah kebohongan di sana. Tapi sialnya Keyra tak dapat menemukannya sama sekali.
"Gak kak. Itu gak mungkin." Tiba-tiba air mata yang sejak tadi Keyra tahan luruh saat itu juga.
__ADS_1
"Kakak bicara jujur Key," ucap Alex. "Kamu bisa rasakan ini?" Alex menarik tangan Keyra agar menyentuh dadanya yang saat ini berdetak lebih cepat dari biasanya.
Keyra terdiam. Dia merasakan detak jantung Alex. Detak jantung dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan detak jantungnya sendiri.
"Kamu percayakan?" tanya Alex. Namun Keyra justru masih memilih untuk diam. "Aku sayang sama kamu. Aku juga cinta sama kamu Key."
Keyra menggelengkan kepalanya masih tak percaya. "Kak Alex bilang kayak gitu karena kakak mau tubuh aku kan?" tuduh Keyra dengan suara parau akibat tangisannya.
"Gak Key enggak. Kakak beneran sayang sama kamu. Kakak beneran cinta juga sama kamu. Bahkan rasa ini jauh sebelum kita di paksa untuk menikah," ucap Alex menjelaskan.
Keyra kembali menggelengkan kepalanya. Dia tak mau semudah itu percaya dengan Alex. Kalaupun benar Alex mencintainya jauh sebelum saat ini, kenapa beberapa hari yang lalu Alex meminta izin pada mom Lisa untuk bertunangan dengan Zea?
"Semua yang kak Alex ucapin itu bohong. Kak Alex cuma mau tubuh Key buat muasin kak Alex," ucap Keyra dengan air mata yang semakin mengalir deras.
"Enggak Key enggak gitu." Alex mulai panik. Melihat wanita yang di cintainya menangis seperti ini tentu saja membuat Alex ikut merasakan kesedihan yang sama.
"Maaf, maafin kak Alex." Alex mengusap pipi Keyra yang basah dengan ibu jarinya. "Jangan nangis. Hati kakak ikut sakit kalau liat kamu nangis kayak gini," ucapnya lagi.
Alex menjatuhkan tubuhnya di samping Keyra dan langsung memeluk istrinya itu dengan posesif. "Maafin kak Alex. Kakak janji gak akan maksa kamu untuk melakukan hubungan suami istri kalau kamu memang belum siap," ucap Alex menenangkan.
"Kakak janji akan nunggu sampai kamu siap. Mau seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan atau bahkan setahun pun kakak bakalan nunggu," lanjutnya sembari mengusap punggung Keyra dengan lembut. "Maafin kakak yang gak bisa sabar. Maafin kakak yang terlalu terbawa naf*su sesaat."
Dan setelah banyaknya kata maaf dan untaian kata menenangkan, akhirnya kini Keyra yang kelelahan menangis sudah tertidur pulas di pelukan Alex.
"Maafin kakak Key, kakak salah. Tapi yang harus kamu tahu, kakak berkata dengan sangat jujur saat mengatakan kalau kakak sayang dan cinta sama kamu," ucap Alex diiringi dengan helaan nafas berat.
"Mungkin saat ini kamu mengira ungkapan cinta kakak hanya karena ingin menikmati tubuhmu. Tapi lain kali kakak janji bakalan buktiin ke kamu kalau perasaan kakak itu nyata. Bukan hanya karna naf*su sesaat."
Setelah mengungkapkan isi hatinya, Alex mencium kening Keyra cukup lama untuk menyalurkan rasa cintanya yang memang sangat nyata.
__ADS_1
"Tidur yang nyenyak istriku. Aku sangat mencintaimu," ucap Alex lalu membenarkan selimut yang membungkus Keyra.
Sepertinya setelah kembali bermain sabun di kamar mandi, Alex harus memilih tidur di sofa. Atau dia akan tersiksa semalaman karena harus tidur satu ranjang dengan Keyra. "Dia milikku, tapi aku masih belum bisa menyentuhnya."