She'S Mine

She'S Mine
Pasangan Paling Serasi


__ADS_3

Setelah semalaman beradu dengan hati dan pikirannya, pagi ini Alex memutuskan untuk mulai menata hati dan perasaannya.


"Benar kata Nana, gue harus ngikuti kata hati gue," gumam Alex saat mengingat pembicaraannya dengan Nana beberapa waktu yang lalu. "Lagi pula percuma gue punya pacar tapi gue sama sekali gak punya perasaan sama dia."


Hari ini Alex berniat menemui Jesy untuk mengakhiri hubungan mereka. Dia sudah tak peduli jika harus kembali menyandang status playboy jomblo. Yang terpenting bagi Alex saat ini adalah meyakinkan diri untuk memastikan siapa gadis yang memiliki hatinya. Apakah Nana, Zea, atau justru gadis lain.


Namun yang Alex tahu, dirinya merasa bahagia saat bisa berkomunikasi dengan Nana. Dan dia akan merasa khawatir jika sahabat virtualnya itu tak ada kabar.


Memang rasanya sangat aneh kalau Alex mengatakan sudah mulai menyukai Nana. Apalagi mereka baru bertemu satu kali dan itu pun dia tak bisa melihat wajah gadis itu karena tertutup dengan masker. Tapi Alex tak bisa membohongi hatinya jika dia menyayangi Nana, dia tak bisa berjauhan dari Nana.


Dan perasaan asing itu baru dia rasakan saat bersama Nana. Karena dengan mantan-mantannya yang dulu, Alex tak pernah merasakan hal semacam itu. Bahkan saat ini Alex mulai tak yakin jika dirinya dulu pernah menyukai Zea.


Bukan tanpa alasan Alex merasa perasaannya ke Zea hanya sekedar rasa suka. Karena memang secara fisik Zea benar-benar tipe gadis yang dia sukai. Dan Alex kini mulai menyadari jika patah hatinya dulu bukan karena Zea tak mau jadi kekasihnya, melainkan karena penolakan Zea di hadapan semua teman-teman sekolahnya membuat Alex merasa harga dirinya tergores. Apalagi saat itu adalah kali pertama dia di tolak mentah-mentah oleh seorang wanita.


Dan mulai saat ini Alex akan mencoba mengerti dan belajar memahami isi hatinya. Mencoba mengartikan semua perasaannya dengan hati-hati. Karena Alex tak mau lagi salah langkah dan akhirnya kembali melukai hatinya sendiri.


"Key...."


Tok...Tok..Tok..


"Key, ayo turun sarapan dek," teriak Alex sembari mengetuk pintu kamar Keyra. Ya setiap pagi mengajak sarapan pagi adik angkatnya sudah menjadi salah satu rutinitas wajib bagi Alex.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka dan memunculkan Key yang nampak berbeda pagi ini. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu terlihat memakai dress berwarna baby pink pemberian Alex.


"Aneh ya Key pake baju kayak gini?" tanya Key yang saat ini berdiri dengan gelisah di hadapan kakak angkatnya.


Alex menatap Key dengan pandangan tak terbaca. Ini pertama kalinya dia melihat Key mengenakan pakaian yang bisa di bilang girly. Karena biasanya Key selalu memakai kaos over size berwarna gelap dan celana jeans.

__ADS_1


"Kalau gitu Key ganti baju dulu. Kayaknya Key aneh pake baju ini." Key hendak berbalik namun tubuhnya di tahan oleh Alex.


"Cocok kok dek. Kamu terlihat lebih manis," puji Alex dengan jujur. Kemudian tangannya terulur untuk mengambil topi yang di atas kepala Keyra dan langsung memakainya ke kepalanya sendiri. "Jangan sering-sering pakai topi dek."


"Kenapa emangnya?"


"Nanti muka cantik adik kak Alex gak keliatan," ujar Alex sambil terkekeh. Dia merangkul Keyra dan mengajaknya turun bersama.


Keyra tersenyum. Mungkin wajahnya saat ini sudah memerah saat mendengar pujian dari Alex. Bohong kalau Key merasa tak senang mendengar pujian dari kakak angkatnya itu. Karena pada kenyataannya Key sangat menyukai pujian dari Alex. Entah pujian itu jujur atau tidak, Key tak peduli.


"Ya ampun anak mommy Lisa cantik banget," ujar mom Lisa begitu melihat Key dan Alex berjalan ke arah meja makan.


"Tante ihh... Key jadi malu." Key menundukan kepalanya dengan wajah yang kembali memerah. Hari ini wajah dia seperti biasa. Tak memakai make up sama sekali karena dia memang tak bisa. Tapi Alex dan mom Lisa justru memujinya dan hal itu membuat Key menjadi salah tingkah.


"Key jangan panggil tante lagi dong. Panggil mom. Kan kamu udah jadi anak mommy," ujar mom Lisa.


"Tapi tan...."


"Panggil om, Daddy ya Key," sahut Dad Kim tak mau kalah.


Key menatap mom Lisa dan Dad Kim bergantian. Rasanya masih cukup aneh jika dirinya memanggil mereka Dad and Mom.


"Udah gak pa-pa. Panggil Dad Kim and Mom Lisa aja. Lagi pula kamu kan udah jadi bagian dari keluarga ini. Kamu juga udah jadi adek kak Alex," sela Alex hingga membuat Key mengalihkan pandangan kearah Alex.


Deg


Beberapa saat pandangan mereka terkunci. Dan lagi-lagi Key merasa jantungnya berdebar tak menentu. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba hinggap di hatinya. Hingga detik selanjutnya Key memilih memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Gimana Key? Mau ya panggi mom and Dad?" tanya mom Lisa tak sabar.

__ADS_1


Key kembali menatap mom Lisa yang saat ini tersenyum kearahnya. Hingga pada akhirnya Key pun menganggukan kepala sebagai pertanda dirinya setuju memanggil Dan and Mom ke orang tua Alex.


"Makasih sayang," ujar mom Lisa senang.


"Ayo duduk dek." Alex menarikan kursi untuk Keyra. Membuat Key menatap heran pada perlakuan manis kakak angkatnya itu.


Jujur saja Key takut, takut hatinya tak bisa di ajak kompromi. Key takut dirinya jatuh cinta dengan kakak angkatnya setelah semua sikap baik dan manis Alex padanya.


"Dek, ayo duduk!" perintah Alex lagi hingga membuat Key langsung mendudukan tubuhnya di kursi yang di tarik Alex untuknya.


"Anak manis." Alex mengusap sekilas puncak kepala Keyra sebelum akhirnya ikut mendudukan tubuhnya tepat di samping Key.


'Please kak. Jangan kayak gini. Key takut, Key takut menyalah artikan sikap baik kakak ke Keyra,' batin Key bermonolog.


Dan sialnya, Alex justru kembali memperlakukan Key dengan lebih manis. Dia mengambilkan makanan untuk Key seperti yang di lakukan mom Lisa untuk Dad Kim.


Key tahu semua itu Alex lakukan sebagai rasa sayang dan perhatiannya pada Key yang notabenenya adalah adik angkatnya.


Tapi disini Key tak bisa menjamin bisa menahan hatinya untuk tidak menyukai Alex. Key yakin semua wanita juga akan dengan mudah memberikan hatinya jika mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari seorang pria. Apalagi pria itu tampan dan kaya.


"Udah jangan bengong. Buruan makan. Abis ini kakak anter ke rumah Ayura," ujar Alex dan berhasil membuat Key tersentak dari lamunannya. Dan diapun mengikuti perintah Alex untuk memakan sarapannya.


"Dad kamu lihat tadi kan?" tanya mom Lisa sesaat setelah Key dan Alex pamit dan menyisakan mereka berdua yang masih melanjutkan sarapan.


"Liat apa?" tanya Dad Kim tak mengerti.


"Tadi si Kikim perhatian banget sama Key. Mereka keliatan cocok banget ya Dad." Mom Lisa tersenyum saat mengingat perlakuan Alex pada Keyra.


"Mereka memang cocok. Tapi kita gak bisa maksa mereka buat jadi sepasang kekasih ataupun sepasang suami istri," sahut Dad Kim sesaat setelah menengguk habis air putih di dalam gelasnya.

__ADS_1


"Mom gak bakalan maksa mereka. Tapi mom bakalan bantuin mereka buat bisa jadi pasangan paling serasi di abad ini," ujar mom Lisa bersemangat. Hingga membuat Dad Kim hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sang istri.


__ADS_2