
Alex menatap tajam ke arah Zea. Dia tak menyangka wanita yang pernah sangat dekat dengannya adalah wanita bar-bar yang tak tahu diri.
"Lo masih nanya gue usir apa enggak?" tanya Alex tak percaya.
Zea menganggukan kepalanya. Dia sangat yakin Alex tak mungkin mengusirnya. Pria itu tak mungkin tega. Apalagi saat ini sudah lewat tengah malam.
"Iya gue usir lo. Dan gue harap lo gak pernah lagi menginjakan kaki lo di kediaman Kim," ucap Alex dengan tegas lalu berjalan ke arah istrinya yang tengah meringis kesakitan. "Kamu gak pa-pa Yang?" tanya Alex sembari mengusap lembut pipi Keyra yang terluka akibat cakaran Zea.
"Key gak pa-pa kak," jawab Keyra. Dia tak ingin Alex terlalu mengkhawatirkan dirinya karena memang cakaran Zea tak seberapa. Dan hanya menyisakan lupa kecil yang terasa perih di pipinya.
"Mommy ambilkan obat!" ucap mom Lisa lalu berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya untuk mengambil kotak P3K.
"Lex, lo gak beneran ngusir gue kan?" tanya Zea yang masih berdiri di sudut ruangan itu.
"Bawa wanita itu pergi pak. Dan jangan pernah izinkan dia masuk ke rumah ini lagi!" perintah Alex pada pak Sukma.
"Baik Den," jawab pak Sukma sembari menganggukan kepalanya. "Mari mbak, saya antar anda keluar," ucap pak Sukma. Ia mencekal tangan Zea dan menarik wanita yang sudah membuat kekacauan itu keluar dari rumah majikannya.
"Lepaskan!" Zea menghempaskan tangan pak Sukma yang mencengram pergelangan tangannya. "Saya bisa jalan sendiri!" ucap Zea lagi hingga membuat Pak Sukma melepaskan tangan wanita itu.
Zea menatap nyalang arah Alex dan Keyra. Hatinya terbakar saat melihat Alex begitu mengkhawatirkan istrinya itu. Bahkan Alex terlihat memperlakukan Keyra dengan penuh kasih sayang. Apalagi, orang tua Alex juga terlihat begitu menyayangi wanita itu.
"Mari mbak!" ajak pak Sukma saat Zea masih diam terpaku di tempatnya.
'Kalau gue gak bisa dapetin Alex, gue juga akan buat lo gak bisa memilikinya.' Dan detik selanjutnya Zea berlari ke arah sepasang suami istri itu. Dia menarik rambut Keyra dan membenturkan kepala wanita yang berstatus istri Alex itu ke tembok.
__ADS_1
"Zea apa yang lo lakuin?" Alex menarik kasar tubuh Zea lalu menamparnya dengan keras. Bahkan Alex tak segan menjambak rambut wanita siluman itu.
Alex tak peduli di bilang banci karena bermain kasar pada wanita. Yang Alex tahu sekarang, dia harus memberi pelajaran wanita siluman itu karena sudah berani mencelakai istrinya.
"Dasar wanita sialan." Alex menghempaskan tubuh Zea hingga tersungkur ke lantai.
"Lex, sudah. Lebih baik kamu bawa istri kamu ke rumah sakit. Biar dad yang urus wanita itu," ucap dad Kim dengan geram. Dia tak terima putri kesayangannya di sakiti hingga seperti ini.
Alex menatap ke arah Keyra. Lalu kembali berlari mendekat. "Kakak, sakit...." rintih Keyra sebelum akhirnya kedua matanya terpejam.
"Key, Sayang!" Alex menepuk pelan pipi istrinya.
"Astaga ada apa ini?" pekik mom Lisa saat mendapati Keyra sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari dahinya.
"Mom, ikut Alex ke rumah sakit." Dengan sekali hentakan, Alex mengangkat tubuh istrinya. Dia berjalan tergesa menuju garasi dengan diikuti oleh mom Lisa yang masih terlihat linglung.
"Tidak ada yang akan menjadi istri Alex selain Keyra," sela dad Kim dengan aura dingin yang berhasil membuat Zea bungkam. Dia tak menyangka ternyata ayah dari seorang Kim Alexander yang selalu terlihat ramah itu mempunyai sisi yang mengerikan saat keluarganya mulai di usik.
"Pak Sukma bawa dia ke kantor polisi! Dia harus menerima hukuman yang setimpal setelah apa yang dia lakukan pada putriku," ucap dad Kim dan berjalan keluar lebih dulu.
"Om jangan om. Zea mohon jangan bawa Zea ke kantor polisi. Zea gak mau." Zea memohon sembari meronta melepaskan diri. Namun dad Kim yang sudah sangat muak dengan apa yang Zea lalukan memilih untuk tak menggubris permohonan Zea.
Dad Kim akan memastikan Zea mendapat hukuman yang pantas agar wanita itu tak lagi berbuat semaunya.
~
__ADS_1
"Sayang, are you okay?" tanya Alex saat Keyra baru saja membuka kedua matanya.
"Key dimana kak?" tanya Keyra sesaat setelah menatap kesekelilingnya yang hanya terlihat tirai dan tirai lagi.
"Kita di IGD rumah sakit sayang. Apa ada yang sakit?" tanya Alex saat melihat istrinya merintih kesakitan.
"Keyra gak pa-pa kak. Cuma kepalanya sedikit nyeri dan....."
"Kakak panggil dokter. Kamu tahan sedikit ya sayang. Kakak gak akan lama," ucap Alex panik dan langsung meninggalkan Keyra begitu saja.
"Padahal Keyra gak pa-pa. Kenapa kak Alex panik gitu," gumam Keyra saat melihat suaminya menghilang dari balik tirai.
Tak berselang lama, dokter dan dua suster datang untuk memeriksa keadaan Keyra lagi. Dokter juga bertanya keluahan yang Keyra rasakan saat ini. Dan setelah selesai menyelesaikan pemeriksaan, dokter meminta Alex untuk masuk.
"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya Alex tak sabar. Bahkan saat ini dia sudah menggengam tangan Keyra di sisi ranjang.
Jujur saja dia begitu khawatir dengan keadaan istrinya itu. Atau lebih tepatnya Alex sangat khawatir sekaligus takut jika Keyra amnesia dan melupakan jika dirinya sebagai suaminya. Apalagi Alex melihat sendiri bagaimana Zea membenturkan kepala istrinya itu ke tembok dengan cukup keras.
Dokter tersenyum. Memaklumi rasa kekhawatiran Alex sebagai seorang suami. "Nona Keyra sudah baik-baik saja. Bahkan setelah cairan infus ini habis, nona Keyra sudah di izinkan pulang," terang dokter itu.
"Dokter yang bener dong. Masa istri saya udah boleh pulang. Nanti kalau terjadi apa-apa dengan istri saya, apa dokter mau bertanggung jawab," sentak Alex.
"Kak..." Keyra menarik tangan Alex. Dia merasa suaminya itu sangat tidak sopan. "Keyra gak pa-pa. Keyra juga gak betah di rumah sakit," ucapnya lagi.
Keyra tak suka berada di rumah sakit. Karena dia justru kembali mengingat ayahnya yang beberapa bulan yang lalu meninggal di rumah sakit. Dan itu membuat dadanya sesak.
__ADS_1
"Tapi Yang, kakak gak mau terjadi sesuatu sama kamu." Alex menatap khawatir ke arah istrinya.
"Keyra baik-baik aja. Percaya sama Keyra."