She'S Mine

She'S Mine
Zea Berbohong


__ADS_3

Begitu mendengar gedoran pintu dari Alex, Key langsung berjalan ke arah pintu dengan cepat. Dia harus segera memberitahu Alex jika Zea sudah membohonginya.


Ceklek


Brug


Bertepatan dengan daun pintu yang terbuka, Zea pun menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan posisi kaki kiri tertindih tubuhnya. Hingga hal itu membuat luka jahit di kaki kirinya kembali terbuka dan mengeluarkan darah segar.


"Zee kamu kenapa?" Alex berjalan cepat mendekat ke arah Zea dan langsung mengangkat gadis itu untuk di bawa keluar dari kamar mandi agar segera mendapat pertolongan.


"Dia sengaja nyakitin gue Lex," ucap Zea lirih sembari meneteskan air mata.


"Cepat panggil dokter Key! Kenapa kamu diem aja," teriak Alex yang saat ini sangat panik.


"I-iya kak," jawab Keyra sembari berlari memanggil dokter. Dia tak menyangka caranya justru membuat luka Zea kembali terbuka. Tapi disisi lain dia juga bersyukur karena akhirnya dia tahu jika sebenarnya kaki kiri Zea tak lumpuh ataupun mati rasa seperti yang Zea katakan selama ini.


Setelah tiga puluh menit menunggu di luar, akhirnya pintu ruang inap itu kembali terbuka.


"Bagaiamana keadaan Zea dok?" tanya Alex khawatir.


"Pasien baik-baik saja. Hanya luka jahitnya sedikit terbuka. Tapi anda tak perlu khawatir, karena hal itu bukan sesuatu yang fatal," ucap dokter menjelaskan hingga membuat kelegaan di hati Alex.


"Key, kakak anter kamu pulang," ucap Alex yang entah kenapa kembali bersikap dingin pada Keyra.


"Kak, sebenernya kak Zea....."


"Masuk! Kita pamit dulu sama Zea." Tanpa menunggu jawaban dari Keyra, Alex kembali masuk ke ruang inap untuk menemui Zea.


"Lex......" Zea menatap Alex dengan ekspresi sendunya.


"Key, minta maaf sama Zea!" perintah Alex.


"Minta maaf? Minta maaf untuk apa?" tanya Key dengan ekspresi bingungnya. Pasalnya dia merasa tak melakukan kesalahan apapun.


"Emang kamu gak ngarasa bersalah sama Zea?" Alex mengalihkan pandangannya ke arah Keyra.


"Bersalah? Enggak. Key ngerasa gak ngelakuin hal yang salah. Jadi Key gak akan perlu minta maaf," ucap Key dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi kamu udah bikin Zea jatuh Key," sentak Alex.


Key menatap Alex dengan wajah terkejutnya. Ini pertama kali Alex menyentaknya. Dan itu benar-benar terasa begitu menyakiti hatinya.


"Key gak mau minta maaf," ucap Key terbata menahan air matanya yang hampir jatuh.


"Lex, aku gak pa-pa kok. Mungkin Key gak sengaja," sela Zea sembari tersenyum sinis pada Keyra.


"Lihat Key! Zea bahkan tak menyalahkanmu!"


"Itu karena Key gak salah kak," teriak Keyra. Dia tak terima saat Alex menyalahkannya atas kondisi Zea saat ini.


"Keyra!"


"Bela terus aja dia! Gak usah peduliin penjelasan Key," ucap Keyra kesal. "Lebih baik Key pulang sendiri. Kak Alex gak perlu anter Keyra," sambung Keyra sembari berlari keluar dari ruang inap Zea.


"Key tunggu!" teriak Alex, namun tak membuat langkah Keyra terhenti.


"Zee, gue nganter Key pulang dulu gak pa-pa kan?" tanya Alex dengan suara lembutnya.


"Gue cuma bentar aja kok," ucap Alex memotong perkataan Zea. "Gue janji bakalan langsung balik."


Zea menghela nafas panjang. "Ya udah gak pa-pa. Tapi jangan lama-lama ya," pinta Zea penuh permohonan.


"Iya. Gak lama," jawab Alex. Lalu segera berbaik untuk mengejar Keyra.


"Key, kakak anter!" Alex menarik lengan Keyra yang hendak keluar dari lobby rumah sakit.


"Gak perlu. Key bisa pulang sendiri!" Keyra menepis tangan Alex dengan kasar. Dia masih tak terima Alex menyentaknya hanya karena membela siluman ulat si ratu drama itu.


Tak mau berdebat lagi, Alex justru membopong Keyra dengan tanpa permisi. "Kakak lepasin...." pekik Keyra yang merasa kaget saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara.


"Diam, apa kamu mau jadi pusat perhatian orang disini?" Bisik Alex.


Keyra menatap kesekeliling. Dan benar saja ada beberapa orang yang menatap mereka sambil berbisik-bisik. Hingga akhirnya Keyra memilih untuk diam dan menyembunyikan wajahnya di dada Alex.


~

__ADS_1


Sudah sejak beberapa menit yang lalu Keyra berada di dalam satu mobil bersama dengan Alex, namun keduanya masih terlihat saling diam dengan pemikirannya masing-masing.


"Kak......" panggil Keyra. Dia memutuskan untuk meluruskan masalah yang sedang terjadi saat ini. Keyra tak ingin Zea semakin lama membohongi Alex dengan berpura-pura lumpuh.


"Hmm....." jawab Alex tanpa mengalihkan pandangan matanya dari jalan raya di depannya.


"Key mau ngomong," izin Keyra.


"Ngomong aja, gak perlu izin." Alex berkata dengan wajah dinginnya, hingga membuat Keyra merasa sedikit takut.


"Emm.... apa kak Alex udah tahu kalau sebenernya kak Zea itu gak lumpuh?" tanya Keyra lirih, dia benar-benar takut dengan reaksi Alex. Namun Key tetap harus mengatakan kenyataan yang dia ketahui.


"Kamu jangan asal ngomong Key," sentak Alex.


"Key gak asal ngomong kak." Keyra balik menyentak karena dia merasa di posisi yang benar. "Key liat sendiri kak Zea bisa berdiri saat Key teriak ada kecoa."


"Berdiri dari mana? Jelas-jelas kakak liat sendiri kalau Zea jatuh di lantai. Bahkan luka di kakinya kembali berdarah. Tapi kamu bukannya bantuin malah......."


"Malah? malah apa?" Keyra menyahuti ucapan Alex sambil berteriak. Dia tak menyangka Alex tak mempercayai dirinya.


"Udah lah. Kakak gak mau debat." Alex memilih untuk tak melanjutkan ucapannya. Dia tak ingin berdebat dengan Keyra. Karena walau bagaimanapun Keyra adalah gadis yang dia cintai. Dan Alex takut ucapannya justru menyakiti Keyra.


"Key gak ngajak kak Alex buat berdebat. Key cuma minta kak Alex buat percaya sama Key. Kakak jangan mau di bohongi gadis ular itu!"


"Key jaga ucapan kamu. Gadis itu punya nama. Dan kamu harus tahu kalau Zea terluka seperti itu karena nolongin kakak. Jadi please kamu harus berbuat baik sama dia Key," pinta Alex.


"Key tahu dia terluka karena nolongin kakak. Tapi kak Alex juga harus tahu kalau luka dia tak separah yang kakak pikirkan! Please buka mata kakak. Jangan bodoh!" ucap Key dengan nafas naik turun menahan emosi.


"Cukup Key! Kakak gak mau denger apapun lagi dari kamu."


"Oke gak masalah kalau saat ini kak Alex gak percaya sama Key. Tapi Key tetep bakalan buktiin ke kak Alex kalau Zea gak cacat atau pun lumpuh!" ucap Keyra bertepatan dengan mobil Alex yang berhenti di depan gerbang kediaman Kim.


Dan karena kekesalannya yang sudah sampai di puncaknya, Key pun langsung turun dari mobil Alex tanpa permisi. Bahkan Key juga membanting pintu mobil itu dengan cukup keras tanpa peduli seberapa mahal mobil kakak angkatnya itu.


"Maafin kakak Key," gumam Alex sembari menatap Keyra yang berjalan masuk de dalam rumah.


Alex yang awalnya ingin pulang dulu ke rumah, kini memilih mengurungkan niatnya. Dia ingin memberikan waktu pada Keyra untuk memenangkan diri. Karena Alex tahu jika saat ini Keyra sedang sangat marah dan kesal padanya.

__ADS_1


__ADS_2