
Ayura yang melihat air mata di sudut mata Key memilih langsung memeluk gadis itu. "Kak Key kok malah nangis sih? Maafin Ayura ya kalau pertanyaan Ayura salah," ujar Ayura merasa bersalah.
"Hey Ra, pertanyaan kamu gak salah kok. Orang aku gak kenapa-napa," ujar Key hingga membuat Ayura mengurai pelukannya. Ia menatap wajah Keyra yang saat ini tersenyum padanya.
"Beneran kak Key gak pa-pa?" tanya Ayura tak enak hati sudah membuat air mata Key menetes keluar.
"Enggak pa-pa. Ni liat aku udah senyum kan?" Key tersenyum selebar mungkin agar Ayura tak merasa bersalah lagi.
"Ahh, syukurlah." Ayura kembali memeluk Keyra dengan cukup erat.
"Ra jangan gini. Kasihan dedek di perut kamu," ucap Key mengingatkan.
"Ups..." Ayura mengurai pelukannya. Dia mengusap lembut perutnya yang mulai membesar di usia kehamilannya yang mengingjak empat bulan lebih. "Maafin mami ya sayang. Mami masih suka lupa kalau sekarang ada kamu disini," ujar Ayura sembari terkekeh.
"Dasar mami gak ada akhlak," sahut Key sembari menggelengkan kepala.
Key merasa lucu melihat perempuan seusianya sudah hamil sebesar itu. Padahal selama hampir delapan belas tahun hidup, Key belum pernah merasakan namanya pacaran. Sedangkan gadis cantik dengan wajah khas asia timur di depannya ini justru sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak.
Namun disisi lain, Key merasa kagum sekaligus bahagia karena kehidupan Ayura dan suaminya yang terbilang sangat harmonis. Dan jujur saja hal itu membuat Key memimpikan untuk menikah muda dan tentunya juga berharap mempunyai keluarga kecil yang sangat bahagia seperti sahabatnya ini.
"Kak Key ihh... orang Ayura beneran lupa." Ayura mencebikan bibirnya hingga membuat wajahnya terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
"Iya iya Ayura gemoy. Maafin aunty ya dek. Aunty gak maksud ledekin mami kamu kok." Key ikut mengusap perut Ayura.
"Oh iya kak Key. Ayura lupa ngasih tau."
"Lupa ngasih tau apa?" Key menatap Ayura dengan rasa keingin tahuannya.
"Lupa ngasih tau kalau Miss.Laurent gak ngajar hari ini karena ibu mertuanya nikah lagi," jawab Ayura nyengir.
__ADS_1
"Jadi maksud kamu hari ini kita free?" Ayura menganggukan kepala sebagai jawaban.
Kini giliran Keyra yang tersenyum aneh. Membuat Ayura mengerutkan dahinya karena merasa heran. "Kenapa kak?"
"Kamu mau gak ajarin aku belajar make up?" tanya Key sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Jujur saja dia merasa aneh saat menyadari dirinya ingin seperti gadis seusiannya yang mulai menyukai make up.
"Hah?" Ayura melongo saat mendengar pertanyaan Keyra. Dia masih mengira jika telenganya salah menerima informasi.
"Ajarin aku make up," pinta Keyra. "Aku juga pengen bisa kayak kamu. Pinter make up. Aku juga udah bawa semua peralatan make up nya kok," ujar Keyra sembari membuka tas ranselnya dan menunjukan beberapa alat dan produk untuk merias wajah. Dan tentu saja semua itu adalah hadiah dari kakak angkatnya kemarin.
"Wow.. ini make up sultan." Ayura menatap produk make up milik Keyra dengan wajah berbinar. Karena semua produk kosmetik milik Key berasal dari brand terkenal dan di bandrol dengan harga yang cukup membuat kantong kering.
"Ini hadiah dari kak Alex," ucap Keyra.
"Wah kak Alex baik banget. Aku juga mau jadi adeknya kalau gini mah." Ayura terkekeh sembari mengambil sebuah lipstik berwarna merah muda.
Key hanya tersenyum menanggapi celotehan Ayura. Karena dia sendiri merasa beruntung menjadi bagian dari keluarga Kim. Bukan hanya kakak angkatnya saja yang baik tapi Dad Kim dan mom Lisa juga menyayanginya sama seperti mereka menyayangi Alex. Bahkan terkadang Key merasa mereka lebih menyayangi dirinya dibandingkan dengan putra mereka sendiri.
"Kita belajar di gazebo belakang aja ya Ra. Aku gak enak kalau di kamar kamu. Disana kan termasuk ruang privasi kamu dan kak Ello."
Ayura menghela nafas panjang. Dia menyadari sejak kemarin Keyra memang terlihat tak nyaman berada di kamarnya. "Ya udah oke. Kita belajar make up di gazebo belakang aja."
~
"Honey aku gak mau putus." Jesy memeluk tubuh Alex. Dia tak menyangka tujuan Alex mengajaknya ke taman hanya untuk memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin lebih dari satu bulan.
"Sorry Jes, tapi lebih baik kita cukup sampai disini aja." Alex mencoba melepas tangan Jesy yang membelit tubuhnya. Namun sayang, semakin Alex berusaha melepaskan pelukan itu, Jesy justru semakin mengencangkan pelukannya.
"Aku gak mau Hon. Aku gak mau putus," rengek Jesy. "Kenapa? Kenapa kamu putusin aku? Aku salah apa?" tanya Jesy dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
"Kamu gak salah Jes," jawab Alex. Rasanya tak tega melihat ada wanita yang menangis karena dirinya. Tapi Alex juga tak bisa terus menjalani hubungan tanpa ada rasa sedikitpun di dalamnya.
"Aku minta maaf kalau aku salah Lex. Aku janji bakal berubah jadi apa yang kamu mau. Tapi jangan putusin aku. Aku sayang kamu," ujar Jesy dengan suara parau akibat tangisannya.
"Kamu gak perlu minta maaf Jes. Ini bukan salah kamu. Ini salah aku." Alex berhasil melepaskan belitan tangan Jesy di tubuhnya. Dia membalikjan tubuhnya menatap gadis yang beberapa saat yang lalu masih berstatus kekasihnya.
"Aku gak mau putus." Jesy membalas tatapan Alex dengan wajah menghiba. Berharap Alex mengurungkan niatnya untuk memutuskan hubungan mereka.
"Maaf Jes. Tapi kita gak bisa sama-sama lagi." Alex mengusap lembut pipi Jesy dengan rasa bersalah yang cukup besar. Jesy adalah kekasih terlamanya dan dia menyakiti gadis itu.
"Kenapa? Kamu punya cewek lain? Siapa dia? Siapa yang berani rebut kamu dari aku?" tanya Jesy dengan suara mulai meninggi.
Alex menggelengkan kepalanya. "Gak ada yang rebut aku dari kamu Jes. Ini murni keputusanku sendiri."
"Gak. Gak mungkin Lex. Pasti ada cewek lain yang godain kamu kan? Siapa dia Lex? Please kasih tau aku. Biar aku kasih dia pelajaran," ujar Jesy yang masih menyakini jika hubungan mereka harus berakhir karena adanya orang ke tiga.
"Gak ada Jes. Ini semua murni kemauanku sendiri. Aku gak bisa lanjutin hubungan kita," ucap Alex tegas.
"Tapi kenapa Hon? Kenapa?"
"Maaf Jes. Tapi sejauh ini aku masih belum bisa jatuh cinta sama kamu. Dan aku gak mau kamu semakin tersakiti karena aku yang gak bisa membalas perasaan kamu," jawab Alex menatap sendu gadis yang saat ini tengah kembali menangis mendengar ucapannya.
"Tapi aku gak mau putus Lex. Aku masih mau sama-sama kamu. Aku bakalan lakuin apapun biar kamu bisa jatuh cinta sama aku. Aku bakalan nunggu kamu sampai saat itu tiba. Tapi please, jangan putusin aku Lex," pinta Jesy memohon.
"Jangan menungguku Jes. Lebih baik mulai sekarang kamu lupain aku dan belajar mencintai pria lain yang lebih pantas kamu cintai," ujar Alex.
"Aku gak mau Lex. Aku maunya kamu."
"Maaf Jes. Tapi kita gak bisa sama-sama lagi," ujar Alex yang kini benar-benar pergi meninggalkan Jesy.
__ADS_1
"Lex.. Aku gak mau," teriak Jesy namun Alex sama sekali tak menggubrisnya.