She'S Mine

She'S Mine
Jatuh Cinta


__ADS_3

Selesai makan malam, mereka semua memutuskan untuk langsung pulang. Namun sebelum pulang, Ayura menyempatkan diri untuk menelepon mang Ucup agar menyudahi acara keliling Jakarta-nya.


"Gimana udah?" tanya mom Lisa setelah Ayura mematikan panggilan telepon.


"Udah mom. Ayura udah nyuruh mang Ucup buat langsung pulang," jawab Ayura sembari memasukan ponselnya ke dalam hand bag.


Mom Lisa menganggukan kepalanya. "Mungkin sepuluh sampai lima belas menit yang akan datang, dia bakalan telfon mommy nanya dimana restoran yang mommy pesan buat kalian," ujar mom Lisa terkekeh.


Setelah berbincang singkat di parkiran, akhirnya Keyra pulang bersama dengan Dad Kim dan Mom Lisa.


Drt.. Drt.. Drt..


Suara dering ponsel mom Lisa terdengar bertepatan dengan mobil yang mereka tumpangi tiba di kediaman keluarga Kim.


"Kamu masuk dulu aja sayang. Mommy mau angkat telfon dulu," ucap Mom Lisa sesaat setelah melihat siapa sang penelpon.


Keyra menanggukan kepalanya. "Kalau gitu Key masuk dulu Dad, Mom."


Setelah memastikan Keyra masuk, mom Lisa langsung mengangkat telepon yang tak lain dari sang putra. "Hallo Kim, what happen aya naon?" tanya mom Lisa basa-basi, karena sebenarnya ia sendiri sudah mengetahui tujuan sang putra meneleponnya.


"Mommy kebiasaan deh, lama banget ngangkatnya," ucap Alex dari seberang telepon. Dia sedikit sensi setelah mengetahui mobil yang dia buntuti sejak dua setengah jam yang lalu ternyata tak ada penumpangnya sama sekali kecuali sang pengemudi yaitu mang Ucup.


"Mommy tadi sibuk. Kenapa nelfon mommy? Dan kenapa kamu belum pulang?" tanya mom Lisa yang tentunya juga hanya basa-basi saja.


"Dimana restoran yang mami reservasi buat kencan Keyra?" Alex balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan mom Lisa.


"Untuk apa kamu nanyain itu?"


"Alex mau nyusulin Key mom. Alex takut terjadi sesuatu sama dia," ucap Alex yang mulai frustasi dengan perasaannya sendiri.


"Gak perlu Kim."


"Kenapa? Kenapa gak perlu? Memangnya mommy gak khawatir sama Keyra?" tanya Alex yang walaupun sedang kesal tapi tetap berusaha merendahkan nada suaranya, karena walau bagaimanapun lawan bicaranya saat ini adalah ibunya yang harus selalu Alex hormati dan jaga perasaannya.


"Bukan gitu Kim. Tapi Keyra baru saja sampai rumah. Dia sekarang ada di kamarnya," jawab mom Lisa sambil menahan senyumnya saat mendengar nada suara Alex yang terdengar khawatir bercampur kesal namun tetap tidak menaikan nada suaranya ke nada tinggi.

__ADS_1


"What? Key udah pulang?" tanya Alex tak percaya.


"Hmm......" jawab mom Lisa dengan deheman.


"Jadi Key sekarang udah di rumah? Udah selesai kencannya?" tanya Alex yang masih belum percaya. Apalagi saat ini waktu baru menunjukan pukul sembilan lewat empat puluh lima menit.


"Hmm... sekarang lebih baik kamu juga pulang!" perintah mom Lisa dan langsung mematikan panggilan telepon tanpa menunggu jawaban dari sang putra.


"Mom, emang kita gak keterlaluan ngerjain Kikim sampe kayak gini?" tanya Dad Kim tak tega. Karena walau bagaimanapun Alex adalah putra semata wayangnya. Yang sejak kecil selalu Dad Kim manjakan. Bahkan sebisa mungkin semua keinginan Alex selalu di kabulkan oleh Dad Kim.


"Sekali-kali gak pa-pa Dad. Lagi pula ini juga demi Alex dan Keyra. Mereka itu saling jatuh cinta tapi keduanya gak ada yang nyadar," jawab mom Lisa. "Daddy gak perlu khawatir. Sebagai seorang ibu, mommy juga ngerjain si Kikim masih dalam batas wajar kok."


Dad Kim hanya bisa menghela nafas panjang. "Ya udah terserah mommy aja. Apapun yang menurut mommy baik untuk Kikim, Daddy pasti akan dukung."


~


Alex masuk kedalam rumah dengan berlari. Tadi setelah mom Lisa mematikan telepon secara sepihak, Alex langsung memacu mobilnya dengan kecepatan sedikit di atas rata-rata agar segera sampai di rumahnya.


"Key, Keyra....." teriak Alex memanggil adik angkatnya.


"Keyra mana mom?" tanya Alex tak sabar.


"Dia ada di kamarnya."


Dan tanpa menjawab, Alex langsung berlari menaiki tangga menuju lantai dua dimana letak kamarnya dan kamar Keyra berada.


"Key....." Tanpa permisi Alex langsung masuk ke dalam kamar sang adik.


"Kak Alex," pekik Keyra kaget. Untung saja dirinya sudah selesai memakai baju setelah membersihkan diri. Bagaimana jika belum dan Alex masuk tanpa permisi seperti sekarang.


Alex mendekat lalu menarik tangan Keyra dan mengajaknya duduk di sisi ranjang.


"Gimana kencan kamu tadi? Kamu gak di apa-apain kan sama kak Hiro?" tanya Alex dan seperti biasa dia mengecek setiap bagian tubuh Keyra apakah ada yang terluka atau tidak.


"Key eng....."

__ADS_1


"Kalian dinner dimana? Ayura sama Ello gak biarin kamu sama kak Hiro berduaan kan?" tanya Alex lagi sembari menatap intens kedua mata Keyra.


"Kita....."


"Ceritain semuanya ke kakak. Apa yang kalian berempat lakukan saat double date tadi," perintah Alex. Dia sudah tak sabar mendengar setiap detail yang Keyra dan Hiro lakukan saat bersama.


"Maaf kak. Keyra gak bisa cerita." Keyra berkata sembari menudukan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Alex dengan wajah tak sukanya.


"Ini rahasia antara kami kak. Jadi Key gak bisa cerita ke kak Alex," jawab Keyra lirih. Dia merasa tak enak hati sudah membohongi sang kakak.


"Tapi aku kakak kamu Key. Aku berhak tau semua tentang kamu. Jadi gak perlu ada rahasia-rahasia lagi di antara kita," ucap Alex mencoba membujuk Key agar mau bercerita.


"Maaf kak....."


Alex langsung berdiri dari duduknya. Sekuat tenaga dia menahan kekesalanya karena Key yang tak mau bercerita padanya. "Baiklah kalau kamu emang gak mau cerita. Kakak gak bakalan maksa," ucap Alex dengan nada datar namun berhasil membuat Keyra semakin merasa bersalah. Bahkan setelah mengatakan hal itu Alex langsung pergi begitu saja meninggalkan kamar Keyra.


"Kak Alex maafin Key. Key gak bisa cerita karna Key udah janji sama mom Lisa," gumam Keyra lirih sembari menatap tubuh Alex yang hampir menghilang di balik pintu kamarnya.


Setelah kepergian Alex dari kamarnya, Key memilih untuk mencari udara segar di balkon kamarnya. Bahkan terpaan angin malam yang dingin tak membuat Keyra ingin beranjak dari tempatnya berdiri.


Keyra menghela nafas kasar. "Aku bingung dengan perasaanku ke kak Alex," gumam Keyra lirih sembari menatap jutaan bintang di langit malam.


Drt.. Drt.. Drt..


Terdengar nada dering dari atas nakas kamar. Tapi Key yang sedang tak ingin di ganggu memilih untuk mengabaikan panggilan masuk itu.


Namun bukannya berhenti berbunyi, ponsel Keyra justru terus berdering. Hingga mau tak mau dia kembali masuk ke dalam kamar untuk melihat siapa sang penelpon.


Key mengerutkan dahinya saat melihat nama Alex di layar ponselnya. Dan dengan sedikit ragu akhirnya Key mengeser tombol hijau dan mengarahkan ponselnya ke telinga.


"Hallo....."


"Nana.... Kayaknya gue jatuh cinta."

__ADS_1


__ADS_2