She'S Mine

She'S Mine
Maaf


__ADS_3

Begitu masuk ke dalam kamar, Keyra langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Jujur saja, saat ini hati dan pikirannya sedang dalam keadaan tidak baik.


Tok.. Tok.. Tok..


"Key, ini kak Alex. Apa kakak boleh masuk?" tanya Alex dari balik pintu kamar Keyra.


"Masuk aja kak. Pintunya gak di kunci," sahut Keyra sembari mendudukan tubuhnya di atas ranjang.


Ceklek..


Pintu terbuka, tak lama Alex masuk dan berjalan ke arah Keyra. "Apa kakak mengganggumu?"


"Enggak," jawab Keyra sembari menggelengkan kepalanya. "Memangnya kenapa?"


"Gak pa-pa Key, kak Alex cuma mau ngambil hape kakak yang semalem kakak bawa kesini," ucap Alex tak enak hati. Begitu mengingat kejadian semalam yang justru membuat mereka dipaksa untuk menikah.


Alex mulai berjalan kearah balkon dengan bulu kuduk yang mulai berdiri tegak. Entah kenapa menatap pintu kaca yang menghubungkan kamar Keyra dengan balkon justru membuat Alex teringat dua pocong sialan yang berani-beraninya menampakan diri di hadapannya.


Pandangan mata Alex mulai menyusuri setiap sisi lantai kamar untuk mencari ponselnya. Dan sialnya sampai sekarang Alex tak melihat keberadaan ponselnya.


"Mau Keyra bantu?" tawar Key yang tak tega melihat Alex kebingungan mencari ponselnya.


"Ehh.. gak usah," jawab Alex tak enak hati. Entah kenapa sejak pengerebakan pagi tadi, dia menjadi sedikit canggung dengan Keyra.


"Gak pa-pa biar Keyra bantu." Tanpa menunggu persetujuan Alex, Keyra turun dari ranjang dan mulai misi pencarian ponsel milik Alex.


"Apa jangan-jangan hape gue di gondol pocong? Tapi perasaan yang tukang nyolong itu tuyul bukan lontong. Masa iya sekarang mereka udah tuker profesi?" gumam Alex yang mulai kesal karena tak menemukan ponselnya. Padahal dia merasa sudah mencarinya di segala sisi.


"Pocongnya butuh duit buat beli rumah baru kak. Mangkannya sekarang jadi maling hape," sahut Keyra yang mendengar jelas gumaman Alex.


"Hah seriusan? Tapi emang kenapa sama rumah lamanya?" tanya Alex penasaran.


"Rumah mereka udah di gusur gara-gara salam dari binjai," jawab Keyra sambil terkikik geli dengan ucapannya sendiri.

__ADS_1


"Ehh,, iya pantesan mereka malem-malem masih klayapan di sini," sahut Alex yang kini ikut terkekeh tak jelas. Bahkan keduanya seolah lupa jika semalam mereka ketakutan karena melihat pocong jadi-jadian.


"Itu kayaknya hape kak Alex." Keyra menunjuk benda pipih yang tergeletak di bawah meja belajarnya.


"Nah iya, itu hape gue," ucap Alex mendekat dan langsung mengambil ponselnya. "Yah mati," gumam Alex yang melihat layar ponselnya tak menyala.


"Mungkin habis batrainya kak," sahut Keyra menimpali.


Alex menganggukan kepalanya. "Iya mungkin batrainya abis. Soalnya ini hape-nya cuma lecet doang," ucap Alex sembari membolak balikan ponsel di tangannya.


"Kalau gitu kak Alex balik ke kamar dulu ya. Makasih udah bantu nyariin," pamit Alex. Dia pun mulai berjalan menuju pintu kamar Keyra.


"Kak...." panggil Keyra.


"Hmm.. kenapa Key?" Alex membalikan badannya dan menatap ke arah Keyra.


"Maaf," ucap Keyra lirih dengan kepala yang mulai menunduk.


Alex mengerutkan dahinya tak mengerti. "Maaf? Maaf untuk apa?" tanya Alex tak mengerti. Karena saat ini dia merasa Keyra tak melakukan kesalahan apapun padanya.


Alex berjalan mendekat dan berjongkok tepat di hadapan Keyra yang saat ini duduk di bibir ranjang.


"Lihat kak Alex!" perintah Alex sembari menggenggam tangan Keyra. "Kamu gak perlu minta maaf. Kamu gak salah Key. Harusnya kakak yang minta maaf. Kalau saja semalam kakak gak tidur di kamar kamu, kita pasti gak bakalan di gerebek kayak tadi."


Keyra menggelengkan kepalanya. "Kak Alex gak salah. Kalaupun kak Alex gak datang ke kamar Key, Keyra yakin, Keyra sendiri yang akan datang ke kamar kak Alex."


"Apa kamu nyesel nerima pernikahan ini?" tanya Alex dengan lembut. "Kalau kamu nyesel kakak akan bilang sama mommy untuk membatalkan pernikahan ini. Walaupun...."


"Walaupun apa kak?" tanya Keyra penasaran.


"Sudahlah kamu gak perlu tahu," jawab Alex tersenyum. "Kalau kamu mau kakak akan bilang sama mom and dad buat batalin pernikahan kita."


"Walaupun apa kak?" tanya Keyra yang sudah sangat ingin tahu.

__ADS_1


"Kamu gak perlu tahu Key."


"Key perlu tahu," sahut Keyra dengan sangat tegas.


Alex menghela nafas panjang. "Mommy ngancem bakalan hapus nama kak Alez dari KK dan mommy juga bakalan narik semua fasilitas yang selama ini kakka dapetin," jawab Alex dengan ekspresi melasnya.


"Sampai segitunya?" tanya Keyra tak percaya.


"Hmm iya.." jawab Alex tersenyum. "Tapi kamu gak perlu khawatir Key. Kalau kamu memang mau menolak pernikahan ini, kakak gak pa-pa kok jadi gelandangan. Ya walaupun gak punya duit, tapi setidaknya kakak masih punya ketampanan yang berharga," lanjut Alex sambil terkekeh.


'Kakak bakalan nglakuin apapun demi kebahagiaan kamu Key. Walaupun seandainya kebahagian itu bukan datang dari kakak,' batin Alex. Bagi Alex menikah cukup sekali seumur hidup. Sama seperti kedua orang tuanya.


Alex memang merasa cemburu saat Hiro ataupun Mike mendekati Keyra. Dan Alex merasa hal itu wajar karena itu tandanya Alex benar-benar mencintai Keyra.


Tapi disisi lain Alex juga tak mau egois. Bagiamana bisa dia memaksa Keyra untuk bersamanya, padahal Alex tahu jika gadis itu tak mencintainya.


Mungkin Alex akan merasa bahagia bisa menikah dengan Keyra gadis yang di cintainya. Tapi dia juga tak sanggup membayangkan bagaimana rasanya menjadi Keyra yang harus menikah dan menjalani hidup bersama orang yang tidak dia cintai.


"Keyra mau kok nikah sama kak Alex," jawab Keyra yang memberanikan diri menatap Alex.


"Kakak gak pa-pa Key kalau harus jatuh miskin. Asal kamu selalu bahagia. Karena kebahagian kamu adalah kebahagiaan kak Alex."


"Tapi Keyra mau nikah sama kak Alex."


"Pikirkan baik-baik Key. Karena setelah menikah nanti kita bukan lagi kakak adik. Tapi suami istri. Dan kamu pasti tahu kan perbedaan kakak adik dan suami istri?" tanya Alex.


Keyra menganggukan kepalanya. "Keyra tetep mau nikah sama kak Alex," jawab Keyra dengan mantap.


Bukan tanpa alasan Keyra mau menikah dengan Alex. Bahkan saat ini ada tiga alasan kuat yang membuatnya yakin menikah dengan Alex.


Selain karena tak mau Alex bertunangan dengan Zea si pembohong ulung, Keyra juga tak mau Alex kehilangan fasilitas yang selama ini dengan mudah Alex dapatkan.


Keyra tak akan bisa membiarkan pria yang di cintainya berada di posisi sulit keuangan. Apalagi Keyra sangat tahu jika Alex adalah pria royal yang cukup boros soal uang. Dan Keyra tak bisa membayangkan pria yang selama ini hidup di zona ekonomi nyaman bahkan berlebihan, harus turun derastis ke zona kekurangan.

__ADS_1


"Kamu serius Key?" tanya Alex tak percaya.


__ADS_2