
Ayura yang sudah masuk ke dalam kamar langsung mencari keberadaan Keyra. Ternyata dua hari tak bertemu dengan sahabatnya membuat Ayura rindu.
"Kak Keyra," sapa Ayura dan langsung berhamburan memeluk Keyra yang saat ini sedang menghabiskan sarapannya.
"Ayura....." Setelah beberapa detik kaget dengan kehadiran, kini Keyra sudah balas memeluk sahabatnya itu.
"Kangen tau, dua hari gak ketemu kak Key," ujar Ayura sembari mengurai pelukannya. Bahkan saat ini bibirnya sudah mengerucut tajam.
"Ya ampun Ra, cuma dua hari doang loh." Keyra menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan Ayura.
Dulu dia merasa heran sekaligus risih saat Ayura memanggilnya dengan sebutan kakak. Apalagi bisa di bilang umur mereka hanya berbeda bulan dan tak terpaut jauh.
Namun lama-kelamaan dia mengerti. Ternyata alasan Ayura memanggil kakak padanya karena Ayura ingin selalu menjadi yang terkecil di antara semuanya. Karena bagi Ayura menjadi si bungsu itu menyenangkan. Apalagi hal itu membuat Ayura selalu di manjakan oleh orang-orang terdekatnya termasuk sahabat-sahabat Ello.
"Dua hari itu lama tau. Kalau di jamin aja udah empat puluh delapan jam. Kalau di menitin udah dua ribu delapan ratus delapan puluh menit. Belum lagi di detikin, bisa jadi seratus tujuh puluh dua ribu delapan ratus," ucap Ayura. "Jadi kita udah gak ketemu selama ratusan ribu detik kak," sambung Ayura berapi-api.
"Kamu ngitungin apa sih Yang?" tanya Ello yang baru saja bergabung dan tanpa permisi langsung menjatuhkan tubuhnya di kursi kosong yang ada disana.
"Ngitung berapa lama aku sama kak Keyra gak ketemu," jawab Ayura jujur. Hingga membuat Ello mengelengkan kepalanya, mencoba maklumi kelakuan istri kecilnya itu.
"Ehh, tunggu dulu deh kak." Ayura menyibak rambut yang menutupi leher Keyra. "Ohh My God." Ayura membelakan kedua matanya sembari menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Keyra langsung menutup kembali lehernya dengan rambutnya yang tergerai saat menyadari apa yang saat ini di lihat oleh Ayura.
Bahkan saat ini wajah Keyra sudah sangat memerah karena malu. Terutama malu pada Ello. Bisa-bisanya pandangan Ayura jelalatan sampai ke lehernya.
"Bini lo kenapa?" tanya Alex yang juga baru saja bergabung.
"Kak Alex ganas banget," sahut Ayura.
"Ganas apa sih?" tanya Alex tak mengerti.
"Leher kak Keyra banyak banget stampelnya," ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari leher Keyra yang saat ini sudah kembali tertutup oleh rambut.
__ADS_1
"Gue kira apa," jawab Alex dengan santainya dan langsung mendudukan tubuhnya di hadapan Keyra.
"Kak Alex udah jebol gawang? Atau cuma bisa sampai di situ aja?" tanya Ayura kepo sembari melirik ke arah Keyra.
"Rahasia," jawab Alex yang kini justru mulai melanjutkan sarapan siangnya.
"Ihh... Kak Alex di tanyain pelit banget," sahut Ayura sebal.
"Bodo...." balas Alex cuek.
"Kayaknya emang cuma bisa mentok disitu aja deh Yang," sahut Ello meledek.
"Sembarangan lo." Alex yang kesal langsung melempar sendok ke arah Ello, namun karena reflek sahabatnya itu cukup baik, hingga membuat sendok yang di lempar oleh Alex dapat di tangkis dengan sangat mudah oleh Ello.
"Kak Key coba berdiri deh!" perintah Ayura.
Keyra menatap Ayura dengan wajah bingungnya. "Kenapa?"
"Udah berdiri aja kak. Buruan!" pinta Ayura tak sabar.
Setelah melihat anggukan kepala dari Alex, Keyra pun berdiri. "Udah berdiri nih Ra. Emang kenapa sih?" tanya Keyra masih dengan wajah bingungnya.
"Coba kakak berjalan! Sepuluh langkah aja," pinta Ayura lagi.
"Buat apa sih Ra?" Kini Alex yang bertanya. Karena dia sudah sangat penasaran dengan apa yang di inginkan oleh istri sahabatnya itu.
"Kak Alex diem deh. Kakak kan maen rahasia-rahasiaan sama Ayura. Dan Ayura bakalan bongkar sendiri rahasia kak Alex," jawab Ayura tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Alex.
"Kak Key buruan jalan. Cuma sepuluh langkah aja kok," desak Ayura. Hingga mau tak mau Keyra berbalik ke arah dan mulai mengikuti perintah Ayura untuk berjalan sebanyak sepuluh langkah.
Selangkah, dua langkah, tiga langkah, enam langkah. "Kakak.... liat itu liat. Kak Keyra jalannya kayak bebek," ucap Ayura girang srmbari memberitahu suaminya.
Sedangkan Ello yang sejak tadi melihat setiap langkah Keyra kini memilih memalingkan wajahnya. Dia baru mengerti apa maksud istrinya itu menyuruh Keyra berjalan sebanyak sepuluh langkah.
__ADS_1
Dan Ello sangat malu. Bisa-bisanya Ayura melakukan hal konyol seperti itu hanya untuk melihat seberapa jauh hubungan Alex dan juga Keyra.
"Yey.. kak Alex udah berhasil jebol gawang," sorak Ayura.
"Yang, pelan-pelan. Kasihan baby kita," ucap Ello panik.
"Maaf kak, abis Ayura seneng banget. Bentar lagi baby kita punya temen baru," balas Ayura nyengir.
Alex dan Keyra saling pandang. Bukan hanya karena Ayura yang mengetahui hubungan mereka sejauh mana. Tapi juga karena ucapan Ayura yang mengatakan jika baby 'nya sebentar lagi akan memiliki teman.
Mereka berdua belum membicarakan soal anak sebelumnya. Baik Alex dan juga Keyra sama-sama belum tahu apakah pasangan mereka secepaynya menginginkan adanya anak di antara mereka atau justru ingin menundanya terlebih dahulu.
"Kakak....." Keyra menatap Alex dengan wajah bingungnya.
Alex melambaikan tangannya agar Keyra kembali duduk di sebelahnya. "Nanti kita bicarakan," bisik Alex sembari mengusap puncak kepala Keyra.
"Selamat ya kak Alex akhirnya...."
"Sayang udah jangan di bahas lagi!" potong Ello. "Itu gak sopan."
"Iya deh maaf," ucap Ayura dengan wajah tertunduk.
"Sayang kamu marah?" tanya Ello sembari menggengam tangan Ayura.
Ayura menggelengkan kepalanya. "Gak kok, Ayura gak marah," ucapnya sembari tersenyum ke arah Ello.
Untuk apa marah? Karena yang di ucapkan Ello memang benar. Tak seharusnya dia ikut campur terlalu jauh dengan hubungan pernikahan Alex dan Keyra. Karena mereka berhak memiliki privasi mereka masing-masing.
Kalau sepasang suami istri itu mau bercerita, Ayura akan mendengarkan. Namun jika mereka tak mau bercerita, tak seharusnya Ayura memaksa.
"Btw, ngapain lo kesini pagi-pagi?" tanya Alex untuk memecahkan ketegangan di kamar itu.
"Yang pertama, ini bukan pagi. Tapi siang," ralat Ello. "Yang kedua gue kesini karena nomer telfon lo sama nomer Keyra gak bisa di hubungi sama sekali," sambung Ello.
__ADS_1
"Ahh, iya.. sejak kemarin Keyra belum isi daya HP. Mungkin HP kita udah mati kehabisan daya," sahut Keyra menjelaskan kemungkinan nomernya tak bisa di hubungi. Apalagi sejak semalam hingga sekarang dia belum memegang ponsel sama sekali.
Ello menganggukan kepalanya. "Yang ketiga gue kesini atas perintah kak Hiro."