
Keyra terbangun saat mendengar seseorang muntah di dalam kamar mandi. Dan dengan tubuh yang di balut dengan selimut, Keyra berjalan ke arah kamar mandi.
"Kakak...." Keyra yang melihat Alex muntah dari celah pintu yang tak tertutup rapat, memilih langsung menerobos masuk begitu saja.
"Kakak kenapa?" tanya Keyra khawatir sembari memijat tengkuk suaminya.
Alex menggelengkan kepalanya. "Gak tau, perut kakak rasanya kayak di aduk-aduk." Alex menjawab setelah memcuci mukanya. "Kamu udah bangun?" Alex membalikan badannya menatap ke arah Keyra.
"Iya udah bangun kan udah bisa berdiri disini emang kakak kira Keyra sleepwalking (salah satu kondisiĀ gangguan tidur di mana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur)," jawabnya sebal.
"Bukan begitu. Kenapa sih pagi-pagi udah ngomel aja?" tanya Alex diiringi dengan senyuman saat menyadari jika Keyra tak lagi mempermasalahkan kejadian semalam.
"Lagian kakak ngomongnya terlalu basa-basi," jawab Keyra. "Sekarang kakak jawab Keyra, Kenapa bisa muntah-muntah begini?" Keyra balik bertanya.
"Gak pa-pa kok. Kakak gak pa-pa."
"Katanya gak pa-pa, tapi kok bisa muntah begini?"
Alex pun menceritakan dirinya yang memilih tidur di sofa dari pada di ranjang karena takut tak bisa mengontrol naf*sunya lagi.
"Maaf, ini salah Keyra." Key menundukan kepalanya karena merasa sangat bersalah. Dia bisa tidur dengan nyaman di atas ranjang sedangkan Alex harus rela kedinginan dan tidur di sofa.
"Gak pa-pa, kakak baik-baik aja kok," ucap Alex mengusap lembut kepala istrinya.
"Keyra kerokin ya," ucap Keyra memberanikan diri mengangkat kepalanya agar bisa menatap Alex.
"Kerokin?" Alex mengerutkan dahinya. Kata-kata itu tidak asing di telinganya tapi dia tidak ingat apa itu kerokin.
"Masa kakak gak tau kerokan?" Keyra menatap Alex tak percaya. Ya walaupun Keyra tau jika suaminya itu berdarah campuran Indonesia Korea. Tapi bukankah sejak kecil Alex tinggal di Jakarta?
"Pernah denger tapi lupa kerokan itu apa."
Mendengar jawaban Alex, Keyra langsung menarik suaminya itu keluar dari kamar mandi. "Kakak duduk sini," perintah Keyra yang meminta Alex duduk di ranjang.
Setelah memastikan Alex duduk diam di ranjang, Keyra berjalan ke walk in closet untuk mengambil minyak roll on yang selalu dia bawa di dalam tasnya. Dan kali ini Keyra benar-benar bersyukur karena sling bag miliknya tak ikut hilang.
"Kakak tengkurap," pinta Keyra sesaat setelah kembali dengan membawa minyak angin dan uang koin.
"Ahh,, kakak sekarang inget. Kerokan itu garis-garis merah kayak tato itu kan?" tanya Alex sembari melakukan perintah Keyra yaitu tengkurap.
__ADS_1
"Hmm, iya," jawab Keyra. "Kita mulai ya!"
"Aww.... Kamu apakan punggung kakak," pekik Alex saat merasakan ada sesuatu yang menyayat kulit punggungnya.
"Diem kak. Liat ni, merah banget warnanya," sahut Keyra sembari meneruskan aktivitasnya.
"Iya merah, tapi ini namanya KDRT Key," desis Alex. Bahkan tubuhnya mulai menggeliat karena tak tahan dengan rasa perih di punggungnya.
"Kata orang kalau gak biasa di kerok emang sakit. Tapi ntar kalau udah biasa juga gak sakit lagi. Toh Keyra lakuin ini juga biar masuk angin kakak sembuh dan kakak gak bakalan kembung lagi."
"Tak ini sakit banget Key," rengek Alex.
"Kakak itu cowok. Masa gini aja ngeluh. Gimana nanti mau lindungin Keyra," ketus Keyra sebal karena Alex yang terus saja mengeluh.
Mendengar ucapan Keyra membuat Alex hanya bisa diam tanpa bisa membantah lagi.
Hingga akhirnya setelah beberapa menit menahan goresan-goresan koin di punggungnya, Keyra sudah menyelesaikan tugasnya. "Perfect..." Keyra menatap kagum dengan mahakarya yang sudah dia ciptakan.
"Udahan?" tanya Alex.
"He'em udah." Keyra melepas selimut yang sejak tadi membalut tubuhnya dan memakainya untuk menyelimuti tubuh Alex. "Kakak pake ini. Biar anget."
"Gak pa-pa. Semalem gaun Keyra udah di cuci kok. Mungkin sekarang udah kering," ucap Keyra lalu turun dari ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Alex menghela nafas berat. "Sampai kapan gue harus kesiksa kayak gini," gumamnya. "Gue yakin masih ada seribu satu cara yang bakalan mommy lakuin buat nyiksa gue."
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu menyadarkan Alex dari lamunannya. "Siapa sih pagi-pagi udah kesini," gerutu Alex. Namun karena pintu kamarnya yang terus menerus di ketuk membuat Alex mau tak mau melihat siapa yang datang.
"Selamat pagi, kami staf dari JONA hotel ingin mengantarkan sarapan pagi dan baju ganti untuk tuan dan nona Alexander," ucap seorang pria sembari menahan senyum di bibirnya.
Plak
Tangan Alex mendarat sempurna di kepala pria itu. "Anjimm... sakit ngab," desis Mike saat kepalanya terkena hantaman tangan Alex.
"Seneng lo semalem udah ngerjain gue sama Keyra?" tanya Alex sembari menatap tajam sahabatnya.
"Gimana-gimana? Lo berhasil 'kan jebol gawang Keyra?" tanya Mike penasaran.
__ADS_1
Alex menatap sengit ke arah Mike. "Berhasil dari mana? Yang ada gue masuk angin gara-gara tidur di sofa gak pake baju," ketus Alex sebal.
"Hah seriusan?" tanya Mike tak percaya.
"Hmm... lo liat ini?" Alex melepaskan selimut yang sejak tadi menutupi tubuhnya.
"Asataga ganas banget bini lo sampe merah-merah gitu."
Pletak
Sebuah sentilan keras mendarat apik di dahi Mike. "Njirr, sakit ngab." Mike mengusap dahinya yang berdenyut.
"Ini namanya tato kerokan oncom," kesal Alex.
"Lah mana gue tahu. Emang gue pernah kerokan," ketus Mike yang tak kalah kesalnya. "Lagian lo udah di bantuin masih aja gagal. Dasar noob (istilah untuk pemula atau pendatang baru, atau seseorang yang tidak berpengalaman dalam suatu profesi atau aktivitas)."
"Berani lo ngatain gue?" Alex menatap tajam ke arah Mike. Dia tak terima di katai noob oleh seseorang yang sebenarnya juga tak berpengalaman sama sekali dalam hal ini.
"Lah, emang lo noob. Apa lo mau gue contohin?" tanya Mike sembari teraenyum mengejek. Dan hal itu justru membuat Alex semakin murka.
Bugh.. Bugh..
"Woey gue laporin polisi lo ya, berani-beraninya menganiyaya pewaris tunggal JONA hotel," ujar Mike saat mendapat pukulan di kedua bahunya. Ya walaupun pukulan Alex tak begitu keras, tapi tetap saja membuat Mike kesal.
"Udah pergi sana lapor polisi," usir Alex sembari menarik troli makanan dan juga koper miliknya.
"Awas aja lo," ancam Mike dengan menatap sebal sahabatnya.
"Hushh... hushh.. pergi jauh-jauh sana," ucap Alex kembali mengusir sebelum akhirnya Alex menutup pintu kamarnya dengan cukup keras.
"Ckk.. dasar temen laknat," gerutu Mike. "Udah di bantuin malah ngusir. Gue sumpahin lo kena karma," teriak Mike dari balik pintu kamar yang sudah tertutup.
Sedangkan di dalam kamar Alex memilih cuek. Dan mengabaikan teriakan-teriakan sahabatnya yang kini sedang marah-marah tak jelas.
"Siapa kak?" tanya Keyra yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Staf hotel sinting," jawab Alex asal.
"Hah...?"
__ADS_1
"Udah gak usah di pikirin. Sekarang kita sarapan dulu!"