
Setelah acara pertemuan singkatnya dengan Alex, Key memilih untuk mampir ke kediaman Aditama terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
Tujuan Key kesana ingin memberikan sebagian makanan yang di belikan Alex untuknya. Karena Key tau jika dirinya tak mungkin bisa menghabiskan makanan itu sendiri.
Dan Key juga tak bisa membawa semua makanan itu kerumah. Karena bisa jadi kakak angkatnya merasa curiga padanya. Lagi pula anggap saja makan ini sebagai sedikit simbol ucapan terimakasih Key, karena Ayura sudah membantu dirinya merubah penampilan menjadi gadis feminine. Bahkan sampai Alex tak menyadari jika Nana adalah Keyra.
Sudah beberapa kali Key mengetok pintu rumah Ayura namun sampai saat ini pintu tak kunjung juga di buka. "Pada kemana sih? Tumben udah sore gini tapi sepi," gumam Key dengan pandangan mata memindai sekeliling. Bahkan pak Sapto yang tadi membukakan gerbangpun kini terlihat meninggalkan pos satpam.
Tok... Tok.. Tok..
Untuk kesekian kalinya Key kembali mengetuk pintu di hadapannya. Hingga terdengar suara sahutan dari seseorang yang sangat dia kenali.
Ceklek..
"Cari siapa ya?" tanya Hiro begitu pintu utama terbuka.
"Ayuranya mana kak?" tanya Keyra. Dia sedikit merasa heran pada Hiro yang berbicara sangat sopan padanya.
"Kayak kenal sama suaranya," gumam Hiro namun masih sangat terdengar jelas di telinga Keyra.
"Ihh..kak Hiro masa gak ngenalin Key sih." Key mencebikan bibirnya saat mengetahui alasan kenapa Hiro berbicara sangat sopan padanya. Ternyata Hiro sama sekali tak mengenalinya.
Sebenarnya wajar saja Hiro tak mengenali Key. Karena penampilan Key memang berubah seratus delapan puluh derjat. Dia yang biasa memakai pakaian seperti remaja laki-laki, kini terlihat anggun saat mengenak dress.
"Ya ampun Keyra. Kamu cantik banget," puji Hiro setelah memperhatikan wajah gadis di depannya dengan intens. "Kakak nyampek pangling."
"Biasanya Key jelek ya kak?" tanya Key masih dengan wajah yang di tekuk.
"Cantik. Biasanya kamu juga cantik. Tapi kalau penampilan kamu kayak gini jadi kayak cewek beneran," ujar Hiro terkekeh.
"Maksud kak Hiro selama ini Key cewek jadi-jadian?" Key menatap sebal ke arah Hiro.
Hiro menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia merasa kali ini salah bicara. "Emm..bukan gitu Key. Cuma......"
__ADS_1
"Cuma apa?" tanya Keyra tak sabar.
"Cuma apa ya?" Hiro nampak berfikir. Mencari kata yang pas untuk menjawab pertanyaan Keyra yang seakan menyudutkannya.
Namun setelah beberapa saat berpikir, Hiro sama sekali tak menemukan jawaban yang cocok untuk pertanyaan yang di lonyarkan oleh Keyra.
"Cuma apa kak?" tanya Keyra lagi.
"Gak ada cumanya Ra. Tapi yang kamu cantik banget hari ini," ujar Hiro sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Ckk... kak Hiro gombal," ujar Key dengan wajah memerah. Di bilang cantik oleh pria setampan Hiro tentu saja membuat hati Keyra berbunga-bungu.
"Gak gombal Key. Kak Hiro jujur kok," ujar Hiro yang memang saat ini berkata jujur. "Ayo masuk aja Ra. Kok malah kita ngobrol di depan pintu," ajak Hiro sembari membuka lebar pintu rumah utama.
"Key gak masuk kak, mau langsung pulang. Key kesini cuma mampir buat ngasih ini." Key mengulurkan dua buah tas spunbond berwarna coklat bertuliskan nama restoran Korea yang tadi dia kunjungi.
"Apa ini?" tanya Hiro sembari menerima dua buah tas spunbond dari tangan Keyra.
"Sedikit makanan untuk kak Hiro dan yang lain," jawab Key sambil tersenyum.
"Sama-sama kak. Kalau gitu Key pamit dulu." Hiro menganggukan kepala sebagai jawaban.
"Take care cantik," ujar Hiro sebelum akhirnya Keyra benar-benar meninggalkan kediaman Aditama.
~
Hari ini Alex sangat bahagia. Dia tak menyangka bertemu dengan Nana sebentar saja sudah membuat hatinya berbunga-bunga.
"Key mana mbak?" tanya Alex begitu masuk kedalam rumah.
"Non Keyra ada di ruang makan mas," jawab asisten rumah tangga Alex. "Sini mas biar mbak bawakan." Mbak Siti mengulurkan tangannya hendak mengambil beberapa paper bag di tangan Alex.
"Gak usah mbak. Biar Alex aja," ujar Alex tersenyum, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya dengan sedikit cepat agar seger sampai ke ruang makan.
__ADS_1
"Keyra, adik kak Alex yang paling cantik," panggil Alex dengan lantang. Hingga membuat Key yang sedang membuka bowl makanan menengok ke asal suara.
"Kak Alex," pekik Keyra saat meraskaan Alex memeluknya. Bahkan kakak angkatnya itu mengangkat tubuhnya dan memutar tubuh mereka bersamaan. "Kak Alex stop! Key pusing," rengek Keyra saat merasakan kepalanya ikut berputar-putar.
"Upss sorry." Alex menurunkan Key lalu merapikan rambut adiknya yang berantakan karena ulahnya.
"Kak Alex kenapa sih?" tanya Keyra heran.
"Pokoknya hari ini kakak lagi seneng banget," ujar Alex sambil tersenyum. Dan lagi-lagi senyuman itu membuat Keyra terpesona. 'Please kak Alex jangan senyum kayak gitu,' batin Keyra.
Alex mengambil beberapa paper bag yang tadi sempat dia letakan begitu saja di atas lantai. "Ini buat kamu."
Key menatap bingung beberapa paper bag yang di ulurkan Alex ke arahnya. "Buat Key?" tanya Key memastikan.
"Iya buat adek kak Alex yang paling manis. Kan tadi pagi kakak janji bakal ngasih hadiah ke kamu," ujar Alex mengingatkan. "Ini ambil dek," perintah Alex.
"Dek?" Lagi dan lagi, Key menatap Alex dengan wajah bingung.
"Iya dek. Kamu kan adek kak Alex. Jadi mulai sekarang dan seterusnya, kak Alex bakalan panggil Keyra dengan sebutan adek," ujar Alex menjelaskan.
'Adek?' Key tersenyum kecut. 'Kenapa sahabat virtual gue harus elo sih kak?' batin Keyra kecewa.
"Udah jangan bengong aja," ujar Alex membuat Key tersadar dari lamunannya. "Ini ambil buat kamu!" Alex kembali mengulurkan paper bag di tangannya ke arah Keyra. Dan mau tak mau Keyra pun menerima hadiah dari kakak angkatnya itu.
"Makasih kak," ujar Keyra sambil tersenyum. Tentu saja senyum yang di paksakan.
"Iya sama-sama." Alex mengusap sekilas puncak kepala Keyra. Lalu pandangan matanya tertuju pada makanan yang berada di atas meja makan. "Apa ini?"
"Tteokbokki extra topping mozarella sama kimbab," jawab Key yang kini juga menatap ke arah makanan yang tadi di belikan oleh Alex.
"Loh kamu beli ini di restoran Korea yang ada di mall?" tanya Alex begitu melihat nama restoran Korea yang ada di tutup bowl tteokbokki.
"Hah?"
__ADS_1
"Ini kamu tadi beli disini?" tanya Alex menunjuk nama restoran yang tertulis di tutup bowl, hingga membuat Keyra menelan salivanya dengan susah payah. Jujur saja dia takut ketahuan. Dan sialnya saat ini Key tak tau harus menjawab apa.
"Kok kakak gak liat kamu dek. Padahal tadi kakak juga disana," sambung Alex.