
Dad Kim menatap kesal ke arah sang putra yang benar-benar sangat mengesalkan itu. "Gak perlu Kim, gak perlu."
"Ohh,, kirain perlu," sahut Alex dengan satainya.
"Kikim...." Dad Kim yang kesal langsung mencubit paha sang putra.
"Sakit Dad," pekik Alex sembari mengusap pahanya yang terasa nyeri.
"Cepat jemput Keyra!"
"Kikim...." Dad Kim menatap tajam Alex. Dia benar-benar tak habis pikir, kenapa bisa memiliki putra sebodoh Alex.
Apa mungkin karena sejak kecil Alex selalu di manja dan semua keinginannya dengan mudah terwujud tanpa usaha, hingga hal itu membuat otak dan pikiran putranya itu stay di tempat?
Huh.. kalau benar itu yang terjadi. Dad Kim bersumpah tak akan lagi memanjakan Alex agar pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang suami itu bisa menggunakan otak minimalisnya dengan lebih baik lagi.
"Ckk.. iya dad iya, ini Alex jemput Keyra." Alex berdiri dari duduknya. Dia menarik nafas beberapa kali untuk sedikit menetralkan detak jantungnya.
"Buruan! Nanti keburu calon istrimu sampai."
"Iya, iya. Perasaan daddy bawel banget hari ini. Gerutu Alex."
Kini Alex berjalan sedikit terburu-buru karena desakan Dad Kim. Apalagi tinggal beberapa meter lagi Keyra hampir tiba di hadapannya.
"Eeh.. ehh.. ehh...." pekik semua orang secara bersamaan. Dan detik selanjutnya.
Brug
"Ohh, shiitt....." umpat Alex saat dirinya terjatuh di lantai karena tersandung karpet merah. 'Sial, kenapa pake jatuh segala sih. Kalau udah kayak gini mau di taruh mana muka gie.'
Alex menatap ke sekelilingnya. Dan benar saja semua mata terlihat menatap ke arahnya.
__ADS_1
'Astaga Kikim, malu-maluin banget sih. Kalau gini terus mendingan mommy tuker tambah beneran deh kamu sama Hiro,' batin mom Lisa yang kini menahan malu karena ulah sang putra.
"Aduh.. sepertinya mempelai pria kita sudah tidak sabar menunggu calon istrinya," ucap seorang MC mencoba mencairkan suasana.
"Sabar Lex, sabar," teriak Mike, Ello, Hiro dan Agam saling bersahutan.
"Awas kalian!" Alex menatap sekilas keempat pria yang saat ini sedang mentertawakannya.
"Ehem..." Alex kembali berdiri sembari menyugar rambutnya. Dia menebar senyum termanisnya ke arah para tamu undangan. Sambil berucap tanpa suara. "It's oke, i'm fine."
Pria yang sebentar lagi tak berstatus lajang lagi, kini sudah berdiri tegak dengan wajah sok coolnya untuk menyambut Keyra, sang calon istri. Bahkan dia bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
"Kak Alex gak pa-pa kan?" tanya Keyra begitu menerima uluran tangan Alex.
"Gak pa-pa lah. Emang kak Alex kenapa?" tanya Alex sembari tersenyum ke arah Keyra.
Sedangkan Keyra kini hanya bisa tersenyum lega. Karena sedikit banyak dia sudah mulai tahu jika tingkat kepercaya dirian Alex memang di atas rata-rata manusia normal pada umumnya. Hingga hal seperti ini pasti tak akan menjadi masalah bagi seorang Kim Alexsander.
Alex dan Keyra sudah duduk berdampingan. Dan sampai saat ini Alex masih belum melepaskan genggamannya pada tangan Keyra.
Sontak hal itu membuat sorak Ello dan kawan-kawan semakin menjadi-jadi. "Sabar ngab, Key gak bakalan kemana-mana lagi," teriak Mike hingga membuat suasana semakin riuh.
"Untuk pihak keluarga dan para tamu undangan, di mohon untuk diam sejenak. Karena sesi ijab kabul akan segera di mulai," ucap salah satu pembaca acara hingga membuat suasana di ballroom kini menghening seketika.
Alex mengangkat pundaknya lebih tegap. Grogi? Tentu saja grogi. Ini pertama kali dia akan melakukan ijab kabul dengan di saksikan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Ya walaupun hanya ada sekitar dua ratusan undangan yang hadir, namun tetap saja membuat Alex nervous.
"Apa bisa kita mulai ijab kabulnya?" tanya pak penghulu pada Papa Arya dan juga Papi Genta yang saat ini bertugas sebagai saksi pernikahan.
"Bisa pak penghulu," jawab Papi Genta dan Papa Arya bersamaan.
"Baiklah kalau begitu kita mulai ijab kabulnya." Pak penghulu mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan Alex. Dan tanpa ragu Alex langsung menerima uluran tangan tersebut.
__ADS_1
"Bismillahirohmanirrohim," seru pak penghulu dengan sangat lantang. "Ananda Kim Alexander."
"Iya saya."
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Kim Alexander bin Kim Hyung Sik dengan Keyra Luvina Salsabila binti Santoso dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan satu set perhiasan emas di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Keyra Luvina Salsabila binti Santoso dengan mas kawin tersebut di bayar tunai," sambung Alex tak kalah lantang. Bahkan saat ini ia seperti tak percaya bisa mengucapkan kalimat itu dengan sekali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu pada Papi Genta dan Papa Arya.
"SAH!" jawab keduanya secara bersamaan.
"Sahh, Sahh, Sahh....." sahut Ello and the geng. Bahkan dirinya dan Mike langsung berdiri dan bersorak seakan baru saja memenangkan jackpot besar.
"Kakak...." Ayura menarik sang suami agar kembali duduk. "Kita lagi di nikahan kak Alex, bukan di stadion liat Cristian Ronaldo nyetak gol," gerutu Ayura yang kesal pada suaminya. Bisa-bisanya di acara pernikahan yang harusnya penuh khidmat ini, Ello justru dengan santainya bersorak-sorak seperti seorang supporter bola.
"Maaf Yang, abis kakak seneng banget. Si makhluk gak peka itu akhirnya nikah," sahut Ello nyengir.
"Hmm...."
"SAH," kata pak penghulu mengulang sebagai penegasan jika pernikahan Alex dan Keyra benar-benar sudah sah di mata hukum dan agama.
"Alhamdulillah...." ucap semua tamu undangan bersamaan.
Pak penghulu pun mulai melanjutkan dengan do'a untuk rumah tangga sepasang pengantin baru di hadapannya.
"Silahkan di pasangkan cincin pernikahannya!" perintah pak penghulu. Tanpa menunggu lama, Alex pun mengambil cincin bermata berlian yang sudah di persiapkan mom Lisa. Dan begitu pula sebaliknya, Keyra juga memasangkan cincin milik Alex.
"Pengantin wanita silakan cium punggung tangan suaminya!" perintah pak penghulu lagi. Keyra pun langsung menurutinya. Dia menarik lembut tangan Alex yang beberapa saat lalu sah menjadi suaminya.
Setelah Keyra mencium punggung tangan Alex, kini Alex membalasnya dengan mengecup puncak kepala Keyra dengan tak kalah lembut.
__ADS_1
Dan saat itu juga suara ballroom kembali riuh dengan sorakan dan tepuk tangan saling bersautan secara bergantian dari para tamu undangan,terutama di sisi kanan barisan terdepan dimana para sahabat Alex berada.
"Giliran kayak gini gak perlu di suruh udah ngerti," gumam Dad Kim tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat kebahagiaan yang benar-benar terpancar pada wajah anak dan menantunya. 'Semoga secepatnya kalian saling mengungkapkan perasaan kalian satu sama lain.'