
Alex menatap ke arah yang di tunjuk oleh Keyra. Dan detik selanjutnya kedua matanya membulat dengan sempura.
"I-itu punyamu?" tanya Alex sembari menelan salivanya dengan susah payah. Hanya melihat lingerie saja sudah membuat tubuh Alex panas dingin. Apalagi kalau bisa liat isinya.
Alex mengelengkan kepalanya berulang kali. Berharap semua pikiran kotor yang bersliweran di kepalanya musnah saat ini juga.
"Yang bener aja dong kak. Masa Keyra punya baju tipis begini. Yang ada nanti Keyra masuk angin," gerutu Keyra sebal.
"Trus ini punya siapa?" tanya Alex lagi. Kini dia memilih memalingkan wajahnya dari baju kurang bahan yang saat ini tergantung cantik di dalam lemari pakaian yang terbuka lebar.
"Gak tau kakak. Mana sekarang baju yang kemarin Keyra bawa ke hotel ini gak ada semua," keluh Keyra dengan wajah menahan tangis. Bagimana bisa bajunya lenyap tanpa jejak. Dan kini justru berubah menjadi pakaian haram berbagai warna seperti ini.
"Hah? Seriusan baju kamu gak ada?" Alex kembali bertanya untuk kesekian kalinya.
"Iya, gak ada. Bahkan baju kak Alex juga gak ada sama sekali," ucap Keyra yang tadi sempat mengecek semua lemari di walk in closet.
Alex yang belum sepenuhnya percaya dengan perkataan Keyra memilih langsung mengecek sendiri dengan cara membuka satu persatu lemari di sana.
"Iya, baju kakak ilang semua," ucap Alex diikuti helaan nafas kasar. "Ini pasti ulah mereka semua," tuduh Alex yang saat ini baru menyadari kenapa bisa Ayura dan Mike menumpahkan jus jeruk dengan waktu yang hampir bersamaan.
"Trus gimana?" tanya Keyra dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca.
"Ya udah sekarang kamu mandi dulu aja. Nanti keburu kamu masuk angin," jawab Alex sembari menatap gaun Keyra yang basah karena ulah Ayura.
"Trus Keyra ganti pake baju apa?" tanya Keyra dengan wajah bingungnya.
"Selagi kamu mandi, kakak bakalan ke kamar mommy buat pinjem baju. Nanti kakak kasihin ke kamu kalau udah selesai." Alex kembali menjawab pertanyaan Keyra.
Keyra menghela nafas panjang. Sepertinya memang tak ada cara lain selain yang di katakan oleh suaminya itu. Apalagi saat ini dia mulai merasa lengket karena air jus jeruk yang menembus hingga ke dada dan perutnya.
"Iya udah. Key mandi dulu. Tapi kakak jangan lama-lama ya. Key takut disini sendirian." Keyra mengusap bahunya yang mulai merinding. Di hotel sebesar ini mustahil jika tak ada penunggunya, pikir Keyra.
"Iya kak Alex janji bakalan cepet. Lagian kamar Mommy hanya berbeda satu lantai dari kamar kita," ucap Alex. "Kakak pergi dulu." Alex mengusap sekilas puncak kepala Keyra sebelum benar-benar meninggalkan Keyra di kamar hotel sendirian.
Alex langsung mengetuk pintu setelah tiba di depan kamar yang di tempati oleh mom Lisa.
__ADS_1
"Mom.. ini Alex," panggil Alex. "Mom.. Dad.."
Alex menghela nafas kasar. "Masa iya udah pada tidur. Kan gak mungkin," gumam Alex lalu kembali mengetuk pintu untuk kesekian kalinya.
Hingga tak lama kemudian, terdengar pintu di bukan dari dalam.
Ceklek
"Mom, kemana aja sih kok lama banget buk...." Alex menghentikan ucapannya. Dia menatap heran pada perempan berusia sekitar tiga puluh tahun di hadapannya.
"Mbak siapa ya? Kok ada di kamar mommy saya?" tanya Alex.
"Mas bisa lihat ini." Perempuan itu menunjuk seragam yang dia kenakan. "Saya housekeeper di hotel ini." sambungnya.
"Trus mom and dad saya dimana? Apa ada di dalam?" tanya Alex sembari mengintip celah dari celah pintu yang sedikit terbuka. Namun sayangnya dia sama sekali tak melihat apapun dari celah itu.
"Penghuni kamar 4301 sudah cekout sekitar setengah jam yang lalu," ucap housekeeper itu menjelaskan.
"What?" pekik Alex dan langsung menatap ke arah housekeeper itu. "Yang bener aja mbak? Jangan bercanda."
"Mommy beneran ngerjain gue," gerutu Alex kesal. Lalu detik selanjutnya dia pergi ke kamar yang berada di sebelah kamar mom Lisa. Karena setahu Alex, kamar itu di tempati oleh Ello dan Ayura.
Dan sama seperti saat di kamar mom Lisa, ternyata Ello dan Ayura sudah cekout di waktu yang sama dengan sang mommy.
"Sial. Gue harus gimana sekarang?" Alex mengusap wajahnya dengan kasar.
"Gue yakin, semua orang udah chekout dari hotel. Dan ninggalin gue sama Keyra."
Alex menatap kemeja dan jasnya yang sampai saat ini masih basah. "Lengket banget lagi."
~
Sudah sejak lima belas menit yang lalu Alex kembali ke kamarnya dan Keyra. Namun hingga saat ini Keyra tak kunjung keluar dari kamar mandi. Entah apa yang di lakukan gadis itu di dalam sana.
"Key, Keyra," panggil Alex sembari mengetok pintu kamar mandi. "Kamu gak pa-pa kan?" teriak Alex yang mulai khawatir.
__ADS_1
Tak lama Keyra membuka pintu kamar mandi. Lalu memunculkan kepalanya dari balik pintu. "Baju gantinya mana?" tanya Keyra sembari mengulurkan tangannya.
Alex menggaruk tengkuknya. "Baju ganti ya?"
"Iya banju ganti Keyra mana? Gaun Keyra udah basah," ucapnya lagi masih dengan tangannya yang terulur ke arah Alex.
Kamu tunggu di sini bentar. Alex berlari ke arah walk in closet. Tak ada cara lain selain memberikan lingerie tadi sebagai baju ganti untuk Keyra.
Tak lama berselang Alex memberikan baju haram itu ke Keyra. Dan tanpa melihat kembali, Keyra kembali masuk ke dalam kamar mandi.
"Kakak...." pekik Keyra dan kembali membuka pintu kamar mandi. "Kenapa ini baju gantinya." Keyra mengulurkan kembali lingerie ke arah Alex.
"Sementara pakai itu aja dulu Key. Soalnya mommy dan juga Ayura udah chekout dari hotel. Jadi kakak gak bisa minjem baju ke mereka," ucap Alex menjelaskan.
"Tapi ini...."
"Gak pa-pa, kali ini aja. Please," bujuk Alex. Karena dia benar-benar tak tau lagi harus berbuat apa.
Keyra menghela nafas berat. "Ya udah deh."
Keyra kembali menutup pintu kamar mandi. Terpaksa dia harus memakai baju haram ini. Karena handuk di dalam hotel hanya tersisa satu. Itu pun berukuran sedang. Hingga tak mungkin juga Keyra bersikap egois.
"Ya ampun tipis banget." Keyra menatap pantulan dirinya di cermin.
"Gak pa-pa deh, kan masih ada selimut."
Setelah menarik nafas berulang kali, akhirnya Keyra memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi.
"Keyra udah selesai," ucap Keyra. "Kakak mandi gih!"
Alex yang saat ini sedang berusaha menghubungi mom Lisa langsung membalikan badannya saat mendengar suara lembut Keyra.
Deg
'Ya ampun. Cobaan apa lagi ini?'
__ADS_1