She'S Mine

She'S Mine
2. Masuk Kampus plus cari Asrama?


__ADS_3

pagi hari,


paman dan bibinya yang sudah selesai sarapan bergegas berangkat meninggalkan rumah karena jadwal mereka masing-masing sangat padat hari ini,


"wonyoung kami pergi dulu yah" ucap paman ramah


"jaga diri baik-baik, kalau mau keluar kunci saja pintunya, kau sudah tau sandi rumahkan, jangan lupa beritahu kami kalau kamu mau pergi kemana.. oke sayang... anyeong" ucap bibi sambil mengecup puncuk kepala wonyoung,


sedangkan wonyoung hanya mengangguk dan tersenyum "iya bibi akan ku beritahu jika mau keluar"


paman dan bibinya pun pergi keluar menuju lift, wonyoung mengantarkan sampai depan pintu dan melambaikan tangan.


skip,


setelah selesai sarapan wonyoung memutuskan untuk keluar mendaftar kuliah, ia sempat menelfon pada bibi dan pamannya namun tak di angkat, wonyoung tau jika dia pergi tidak bilang-bilang pasti itu akan membuat mereka cemas dan lagi dia tidak sempat memberitahu paman dan bibinya jika dia akan lanjut study, memang tidak salah tapi jika tidak memberitahu yang tua terlebih dahulu bukankah itu tidak sopan.


Tapi jika dia tidak pergi hari ini dia akan kehilangan kesempatannya untuk masuk ke Universitas yang di daftarkannya itu, memang masih banyak Universitas lain dan masih lebih bagus dari itu hanya saja biaya masuk pendaftarannya sangat mahal, jadi dia mencari cara apapun untuk masuk ke Universitas yang satu ini dan tinggal cara inilah yang tersisa, tes khusus.


Wonyoung pun berangkat menggunakan bus umum, dan berjalan kaki menuju Universitas


ia rencananya akan mengirim pesan pada bibinya jika sudah menyelesaikan tesnya



wonyoung sampai di Universitas


"wah jinjja?" histeris seorang namja(cowok)


"eh kenapa ada anak SMP kesini" tanya seorang yeoja(cewek) pada temannya


"aishh siapa yang bawa adeknya sih" tawa mereka di ruang tunggu


sedangkan wonyoung hanya berlalu dan tidak memperdulikan perkataan mereka, ia langsung menuju ke mahasiswa senior yang mengurus pendaftaran


"anyeonghase-yo, saya JANG WONYOUNG akan mendaftar kuliah disini"

__ADS_1


yang lain hanya tergagap tidak percaya jika wonyoung memang akan menjadi calon maba(Mahasiswa Baru), sedangkan seniornya hanya mangap-mangap kagum sama muka imutnya jang wonyoung


"hmm menarik"ucap pria yang sedang memerhatikan wonyoung dan sempat juga bertatapan dengan wonyoung, meskipun saat dilihat wonyoung hanya cuek dengan tatapan rada sinisnya itu.


tespun dimulai dengan tenang tanpa gangguan, selang beberapa saat tes selesai. Dengan suasana tegang dari semua mahasiswa, seniorpun memberitahu pengumuman diadakan 3 hari kedepan


wonyoung keluar dari Universitas bergegas untuk mencari asrama yang akan ditinggalinya nanti, dia tidak tahu seseorang sedang mengikutinya di belakang....


skip...


Meja makan,


saat ini mereka bertiga sedang makan malam


"ahjumma?" panggil wonyoung pada bibinya yang tengah menyuapkan makanan ke mulutnya.


"nde" jawab bibi setelah menelan makanannya


"aku habis mendaftar kekampus tadi"


"MWOOO!!!?(APA!!!?)..." ucap bibi dan paman yang kaget bersamaan, paman langsung buru-buru minum karena keselek


"a-aniyoo(tidak)"resah wonyoung


"wonyoung betul yang bibimu bilang, anakku.... sekarang kamu itu tanggung jawab kami seharusnya hal seperti ini di perbincangkan, kau tau kan ramai dan keamanannya kota seoul itu seperti apa?, jadi kau harus bahas itu pada kami" jelas paman


"tapi paman, aku tidak mau merepotkan kalian kumohon izinkan aku untuk kuliah... dan....berasrama" ucap wonyoung berhati-hati


"MWOO!!!?..." Lagi-lagi paman dan bibinya terkejut mendengar kata wonyoung yang mengatakan ingin berASRAMA


"wonyoung cukup" tegas pamannya


"mianhae ahjussi, tapi aku sangat ingin hidup mandiri dan juga uang warisan orang tuaku cukup kok untuk membiayai hidupku selama kuliah, aku sudah menghitungnya dengan baik paman dan bibi tenang saja" ucap mantap wonyoung


Bibi dan pamannya lagi-lagi pusing akan kata-kata keponakannya ini.

__ADS_1


"Wonyoung kau tau apa yang kau katakan sekarang ini" ucap bibi dingin sambil menunduk seakan enggan untuk menatap wonyoung


"b-bi-bibi" ucap wonyoung tersendat-sendat seakan paham betul jika bibinya sekarang sedang marah.


Bibi langsung pergi ke kamar dan mengkunci pintu, wonyoung langsung berdiri dari kursinya hendak mengikuti bibi namun di cegat oleh pamannya


"wonyoung bicara dengan paman sebentar" ucap paman, wonyoung mengangguk dan mengikuti pamannya ke ruang tengah,


"Paman aku menyesal mengatakan itu semua tadi" sesal wonyoung dengan ucapannya


"wonyoung kau mesti tahu bibimu itu sangat sensitif tentang jaga menjaga seperti ini" ucap paman mencoba memberi pengertian


"paman maafkan aku, kumohon beri aku kesempatan untuk meminta maaf pada bibi" ucap wonyoung menangis, ia sangat menyesali perbuatannya tadi


"silahkan saja minta maaf, itu hak personal mu, tapi ingat bibimu itu hanya tidak mau terjadi apa-apa padamu, sekarang dia baru merasakan arti dari mempunyai anak itu seperti apa"


"paman apapun caranya aku akan minta maaf, tapi tolong bahas dengan bibi untuk beri aku kesempatan hidup mandiri aku tidak akan jauh dari kalian hanya di sekitaran seoul paman" ucap wonyoung berlutut dikaki pamannya sambil memohon meski masih sesenggukan


pamannya langsung mengangkat wonyoung untuk duduk


"tapi kau berjanji akan memperbincangkan dulu APAPUN itu dengan paman dan bibi" ucap paman menekankan kata apapun


"iya paman aku berjanji apapun itu demi bibi"


ucap wonyoung mantap lagi-lagi masih sesenggukan


"kau sudah berjanji, iya aku memperbolehkanmu" ucap seseorang bersandar di balik pintu.......


ATTENTION PLEASEEE


*jadi namanya wonyoung aja yah guys biar gak ribet aku gak tulis JW lagi 😅


hello👋


-LIKE itu gratis bkn sih, ayolah like guys😗

__ADS_1


-COMMENT juga kalau ada saran atau kata korea yang gak dimengerti


please follow me, 10 followers pertama aku follback😚


__ADS_2