
Setelah selesai membereskan peralatan make up miliknya, Key dan Alex benar-benar langsung pamit pulang.
"Loh kak, ini kan bukan jalan pulang. Atau memang ada jalan lain selain jalan yang biasa kita lewatin?" tanya Key sembari menatap ke luar jendela.
"Kita gak langsung pulang dek," jawab Alex santai sembari menatap sekilas wajah adiknya yang terlihat terkejut sekaligus bingung.
"Maksud kak Alex?"
"Kita makan siang dulu dek. Kamu kan belum makan siang," jawab Alex hingga membuat Key membulatkan mulutnya membentuk huruf O. "Kamu pengen makan apa? Hari ini spesial kamu yang pilih menu makan siang kita."
"Beneran Key boleh milih?" Key bertanya dengan wajah berbinar.
"Iya cantiknya kak Alex," jawab Alex sembari mengusap sekilas puncak kepala Key sebelum pandangan matanya kembali fokus menatap jalanan di depannya.
Key yang lagi-lagi mendapat perlakuan manis kakaknya hanya bisa diam mematung dengan jantung yang seperti biasa berdebar lebih cepat. 'Please, kak Alex jangan gini. Bisa-bisa Key gak bisa nahan hati Key untuk gak jatuh cinta sama kakak.'
"Jadi adik kak Alex mau makan apa?" tanya Alex dan berhasil membuat Key tersentak dari lamunannya.
"Emmm......"
"Apa? Kamu pengen makan apa?" tanya Alex tak sabar.
Sejenak Key terdiam untuk memilih menu makanan yang dia inginkan. "Kalau makan bakso boleh?" tanya Key hati-hati.
"Boleh dong. Apasih yang gak boleh buat adik cantik kak Alex yang satu ini," jawab Alex tersenyum.
Bohong kalau Key tak merasa bahagia saat Alex beberapa kali memujinya cantik. Karna pada kenyataan pujian dari kakak angkatnya itu berhasil membuat hati Key berbunga-bunga.
"Tapi makan baksonya di deket sekolah SMA Key dulu, boleh gak kak?" tanya Key lagi.
Alex menganggukan kepalanya. "Boleh dong. Dan sekarang tugas kamu ngasih tau kak Alex harus nyetir ke arah mana. Soalnya kak Alex gak tau sekolah kamu dulu dimana."
__ADS_1
"Siap kak. Dan untuk arah pertama, kita belok kanan di lampu merah depan," ujar Keyra bersemangat. Bahkan terlihat jelas binar bahagia di wajah gadis itu.
'Nyenengin kamu gampang banget sih Key. Di ajak makan bakso kayak gini aja udah girang banget.' Alex tersenyum. Entah kenapa dia ikut merasakan kebahagiaan saat melihat adik angkatnya bahagia.
Mereka harus menempuh perjalan kurang lebih dua puluh lima menit agar bisa sampai ke tempat makan yang Keyra mau.
"Ayo kak turun," ajak Key sesaat setelah melepas seat belt.
Alex menatap warung bakso yang bisa di bilang cukup sederhana. Tapi bagi Alex itu tak menjadi masalah. Karena dirinya dan kedua sahabatnya sudah sangat biasa makan di pinggir jalan seperti ini. Hanya saja Alex tak suka karena disana terlihat cukup banyak remaja pria berseragam SMA yang kemungkinan berusia tak jauh beda dengan Key ataupun dirinya.
"Kok ini pintunya gak bisa di buka?" tanya Key sembari mebcoba membuka pintu mobil milik Alex.
"Jangan makan disini deh dek." Alex menatap Key penuh permohonan. Entah kenapa dia menjadi tak nyaman setelah melihat suasana warung bakso yang cukup ramai oleh kalangan siswa SMA.
"Kenapa? Kita udah jauh-jauh kesini loh kak." Key balas menatap Alex dengan wajah bingung karena Alex yang tiba-tiba berubah pikiran.
"Ya gak pa-pa sih." Alex menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia sendiri bingung harus membuat alasan apa. Karena tak mungkinkan Alex mengatakan jika dirinya tak suka hanya karena banyak pelangan remaja pria disana.
"Kita makan disini," balas Alex cepat. Lalu langsung keluar dari mobilnya. Namun detik selanjutnya dia kembali membuka pintu mobil saat menyadari Key masih berada di dalam. "Ayo turun!"
Dan kini mereka berjalan beriringan masuk ke dalam warung bakso. Setelah memesan keduanya pun langsung duduk di kursi yang baru saja di tinggalkan oleh pelangan lain.
Sebenarnya Alex merasa risih saat beberapa orang melihat kearah mereka dengan pandangan memuja. Bahkan pandangan memuja itu Alex rasakan sejak mereka baru saja masuk ke dalam warung.
"Kamu Keyra ya anak IPA 3?" tanya seorang remaja pria yang saat ini mendatangi meja mereka.
"Ehh...itu dulu sekarang udah enggak," jawab Key sambil tersenyum ke arah remaja pria itu.
"Sekarang cantik," gumam pria itu namun masih terdengar jelas di telinga Alex maupun Keyra.
"Emm.. berarti kamu udah pindah? Gak sekolah disini lagi dong?" tanya remaja pria itu dan di balas anggukan kepala oleh Keyra. "Pantes aku gak pernah liat wajah kamu lagi," lanjutnya.
__ADS_1
"Ehem......" Alex berdehem cukup keras hingga membuat Key terdiam saat ingin membalas ucapan remaja pria itu. "Maaf kita mau makan dulu," ucap Alex bertepatan dengan pesanan mereka yang baru datang.
"Ehh..iya maaf malah ganggu kalian," ucap pria itu tak enak hati. Dia sedikit ngeri saat melihat wajah Alex yang seakan tak menyukai keberadaannya. "Kalau gitu gue duluan Key."
Key menatap pria yang menjadi salah satu siswa terpopuler di sekolahnya dulu. Bukan hanya tampan, dia juga ketua OSIS yang cukup pintar. Dan Key tak menyangka siswa sepopuler dia mengetahui nama seorang Keyra.
"Makan Key! Keburu dingin!" perintah Alex. "Lagi cowok itu juga udah gak keliatan," sambung Alex dengan nada kesal. Jujur saja dia tak suka Key melihat pria lain seperti itu.
"Ehh iya kak," jawab Key sembari menarik mangkuk bakso dengan kuah panas di depannya.
Belum juga mulai memakan baksonya, kini justru datang segerombolan remaja putri datang ke meja mereka. Dan dari yang Keyra tau, mereka adalah siswi-siswi satu geng yang paling populer di sekolahnya dulu.
"Alex team Tigers ya?" tanya Siska sang ketua geng.
Alex mengangkat kepala menatap ke arah segerombolan gadis yang sudah berdiri di seberang mejanya. Lalu detik selanjutnya Alex menganggukan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan salah satu siswi disana.
"Wah gak nyangka bisa ketemu kak Alex di sini," ujar Siska dengan wajar berbinar. Sedangkan Alex terlihat tersenyum tipis menanggapi ucapan siswi itu.
"Boleh kita minta foto gak kak? Kita semua fans team Tigers loh," ucap Siska.
"Boleh dong," jawab Alex tersenyum lebar. Karena ternyata jiwa playboy tukang tebar pesona belum lenyap dari dalam dirinya.
"Maaf mbak. Tolong fotoin kita ya," pinta Siska pada Keyra.
'What mbak? Kapan gue nikah sama mas lo,' gerutu Key dalam hati. "Sini!" Key mengulurkan tangannya meminta ponsel milik Siska.
Dengan wajah cemberut dan tentu saja perasaan terpaksa, Key mulai memotret Alex bersama dengan satu geng siswi populer itu. 'Cih... dasar playboy. Di deketin cewek bening dikit langsung tebar pesona.' Key menatap kesal sang kakak angkat.
"Makasih ya mbak," ucap Siska hingga mau tak mau Key tersenyum. Tentu saja senyum yang di paksakan. "Kalau gitu silahkan di lanjut makan baksonya kak. Maaf udah ganggu," ucap Siska dengan tersenyum semanis mungkin ke Alex.
"Kamu kenapa?" tanya Alex yang melihat wajah Key di tekuk setelah kepergian Siska and the geng.
__ADS_1