
Keyra menganggukan kepalanya. "Keyra serius."
"Itu artinya kamu mau mulai membuka lembaran baru bareng kakak?" tanya Alex lagi.
"Keyra mau."
"Kamu mau belajar mencintai kakak?"
"Keyra mau."
"Kamu mau belajar menerima kakak sebagai suami bukan lagi sebagai seorang kakak?"
"Keyra mau."
"Kamu mau........"
"Keyra mau kak. Keyra mau. Semua yang kak Alex katakan Keyra mau," potong Keyra yang sudah lelah mengatakan mau.
Alex menghela nafas lega. "Kita buka lembaran baru sama-sama ya Key. Kakak janji akan belajar jadi suami yang baik buat kamu nanti."
Keyra menganggukan kepalanya. "Keyra juga janji bakalan jadi istri yang baik buat kakak."
"Walaupun saat ini kamu belum mencintai kakak, Kakak akan berusaha buat kamu jatuh cinta sama kakak," ucap Alex tersenyum senang.
'Key udah cinta sama kak Alex. Key mau nikah sama kakak juga karna Key gak mau kehilangan kak Alex. Dan Key hanya berharap kak Alex membalas perasan Key suatu saat nanti.'
~
Alex kembali kemarnya dengan senyum lebar di bibirnya. Dia tak menyangka Keyra mau menerima pernikahan ini dan memulai dari awal kisah mereka.
"Gak pa-pa kamu belum cinta sama gue Key. Tapi setelah kita nikah nanti, kakak akan pastikan kamu gak bisa hidup tanpa seorang Kim Alexander." Alex tersenyum membayangkan akan hidup bahagia bersama Keyra dan anak-anak mereka kelak.
"Pasti anak-anak kita bakalan lucu dan gemesin," gumam Alex. "Yang cowok ganteng kayak Dad nya. Yang cewek cantik kayak mom nya."
"Ya ampun Alex. Lu mikirnya jauh amat," ucap Alex sembari memukul kepalanya dengan pelan.
__ADS_1
Setelah puas membayangkan kebahagiaan yang akan dia capai bersama gadis kesayangannya, kini Alex mulai mengisi daya batrai ponselnya. Dia harus menghubungi suster yang menjaga Zea untuk mengetahui kondosi gadis itu. Karena walau bagaimana pun Zea masih menjadi tanggung jawabnya sampai gadis itu sembuh.
Baru beberapa saat ponselnya menyala, sudah ada puluhan pesan dan ratusan panggilan tak terjawab dari Zea dan susternya.
Alex yang merasa bersalah langsung menghubungi nomer suster yang sengaja dia pekerjakan untuk menjaga Zea.
"Hallo sus," sapa Alex begitu panggilan tersambung. "Gimana keadaan Zea sekarang?"
"Mbak Zea sejak semalam gak mau makan Mas. Katanya cuma mau makan kalau sama Mas Alex aja," jawab suster itu tak enak hati. Karena merasa tak bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. "Ini mbak Zea mau ngomong."
"Alex....." terdengar suara Zea dari seberang telepon.
"Zee kata suster kamu belum makan sejak semalam?" tanya Alex sedikit khawatir. Dia takut keadaan Zea drop dan memperburuk kondisinya.
"Kenapa gue telfon gak di angkat? Bahkan dari semalem nomer lo gak aktif. Gue juga udah spam chat tapi gak lo baca apalagi bales. Lo kemana aja? Kenapa gak kesini? Gue nungguin elo Lex. gue cuma mau makan sama lo," ucap Zea panjang lebar.
"Sorry gue sibuk Zee. Dan mungkin untuk beberapa hari kedepan gue gak bisa jagain lo. Elo sama suster Nisa dulu gak pa-pa kan?" tanya Alex tak enak hati. Karena dia pernah berjanji untuk selalu ada di samping Zea sampai gadis itu sembuh.
"Gak mau. gue maunya sama lo Lex," rengek Zea.
"Tapi gue gak bisa kesana Zee."
Alex menghela nafas kasar. "Oke gue kesan sekarang!"
"Gue tunggu Lex," jawab Zea girang.
Setelah mematikan telepon, Alex langsung menyambar jaketnya. Bahkan dia memutuskan untuk tak mandi terlebih dahulu.
"Mau kemana kamu Kim?" tanya Dad Kim.
"Alex mau ke apartemen Zea Dad. Mau liat keadaan Zea," jawab Alex.
"Gak, gak boleh. Sekarang kamu balik lagi ke kamar kamu!" perintah mom Lisa tegas dengan sorot mata tajam.
"Tapi mom...."
__ADS_1
"Mom bilang masuk!" sentak mom Lisa. "Kamu itu besok nikah. Untuk apa kamu pergi menemui wanita lain. Apa kamu gak pikirin perasaan Keyra?"
Deg
Alex terdiam. Dia tak pernah berpikir sampai sejauh itu. 'Gimana bisa gue nyakitin Keyra setelah dia mau belajar memulai hidup baru sama gue. Harusnya sekarang gue mikirin perasaan Keyra juga.'
"Sekarang lebih baik kamu masuk lagi ke kamar kamu sebelum Keyra tahu," perintah mom Lisa lagi. "Dan persiapkan diri kamu buat acara ijab kabul besok. Nanti Dad kamu akan kirim bacaan ijab kabul yang harus kamu hafalkan."
Alex menganggukan kepalanya. "Iya mom."
~
Sejak kemarin sore, semua anggota keluarga Kim sudah menginap di hotel tempat di selengarakannya pernikahan antara Alex dan juga Keyra.
Awalnya Alex merasa heran karena tak menyangka jika acara pernikahannya di lakukan do salah satu hotel milik ayah Mike. Alex pikir pernikahannya akan di adakan di rumah dengan sederhana.
Namun mom Lisa mengatakan jika ini adalah seponsor dari keluarga Jonathan. Karena ayah Mike sudah menganggap Alex seperti anaknya sendiri. Hingga memaksa mom Lisa untuk mengadakan pernikahan dadakan itu di hotelnya.
Pukul delapan Alex memasuki ballroom hotel yang sudah di sulap menjadi tempat berlangsungnya pernikahannya dengan Keyra.
Alex menatap takjub pada dekorasi yang menghiasi setiap sudut ballroom. Rasanya dia tak percaya jika acara pernikahannya di persiapkan dalam waktu satu hari. Bukan dekorasi sederhana tapi juga bukan dekorasi mewah. Tapi cukup membuat semua jatuh cinta saat pertama melihat dekorasi ini. 'Mungkin ini yang di nakan the power of duit.'
Ya walaupun acara ini hanya di hadiri keluarga terdekat dan teman-teman orang tuanya. Namun nyatanya membuat Alex cukup gerogi.
Semalaman dia sudah menghafalkan ijab kabul yang akan dia ucapakan. Dan Alex berdoa semoga saja otaknya tak blank di waktu yang tak tepat.
Tak lama berselang, seorang pembawa acara mempersilahkan semua tamu undangan untuk berdiri karena pengantin wanita akan segera masuk ke dalam ballroom.
"Mempelai wanita memasui ruangan," ucap seseorang di balik microphone yang hari ini bertugas sebagai pemandu acara dari pernikahan Keyra dan Alex.
Keyra menggunakan pakaian kebaya berwarna putih serta singer berwarna perak dan bunga melati putih yang menjuntai dari kepala benar-benar membuatnya nampak berbeda hari ini.
Sedangkan di sisi kanan dan kiri ada mom Lisa dan mama Rani yang menuntun Keyra ke arah meja akad.
Disisi lain atau lebih tepatnya di meja akad, Alex nampak terpesona dengan calon istrinya. Gadis mungil yang dulu sangat tomboy, kini terlihat anggun dan mempesona. Bahkan hingga membuat Alex tak rela sedetikpun mengedipkan kedua matanya.
__ADS_1
"Ehem...." Dad Kim berdehem. "Jumput calon istrimu Kikim, bawa dia kesini!" perintah Dad Kim dengan berbisik.
"Emang perlu di jemput?" tanya Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari Keyra.