She'S Mine

She'S Mine
Kejahilan Anak Papi Genta


__ADS_3

"Mom jangan!" pekik Alex sembari berjalan mundur beberapa langkah saat mom Lisa hendak menyentuh selimutnya.


"Kenapa?" tanya mom Lisa heran. "Key apa suamimu sakit?" tanya mom Lisa pada menantunya.


"Setahu Keyra kak Alex baik-baik aja." Keyra menjawab sembari menatap heran ke arah suaminya. Karena sejak tadi Alex seperti memberi isyarat mata yang Keyra sendiri sama sekali tak tahu maksudnya.


Mom Lisa balik menatap ke arah putranya. Hingga detik selanjutnya dirinya menarik paksa selimut yang membungkus tubuh Alex.


"Mom jangan!" Alex dengan sekuat tenaga menahan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Buka Kim!" perintah mom Lisa. Hingga beberapa detik selanjutnya suasana di ruang makan langsung hening seketika saat selimut yang menutupi tubuh Alex berhasil ia tarik.


Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba suara tawa menggelegar di setiap sudut ruang makan. Ello, Mike dan Hiro bahkan sampai mengeluarkan air matanya saat melihat Alex sedang cosplay menjadi tuyul botak yang hanya memakai celana putih seperti diapers.


"Kakak... apa yang kakak lakukan?" Keyra langsung mendekat dan kembali menutupi tubuh suaminya dengan selimut. Rasanya dia juga ingin tertawa. Tapi sebagai seorang istri, Keyra lebih tak tega melihat suaminya di tertawakan seperti saat ini.


Jika semua generasi ke dua sedang tertawa terbahak, beda dengan generasi pertama. Mereka semua hanya terlihat tersenyum sembari mengelengkan kepalanya seolah tak percaya dengan apa yang Alex lakukan malam ini.


"Kenapa kamu berpakaian seperti tuyul Kim?" tanya mom Lisa dengan sudut mata yang basah karena tertawa terlalu ngakak saat melihat kelakuan putra semata wayangnya. Bukannya malu dengan kelakuan sang putra, mom Lisa justru terlihat sangat terhibur.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara Ayura sayang. Kakak sebenernya juga gak mau pake costum begini. Tapi Ayura maksa kakak. Katanya takut anaknya ileran kalau ngidamnya gak di turutin," adu Alex pada istrinya. Bahkan wajahnya sudah ditekuk karena sangat malu. Apalagi hingga di tertawakan oleh para sahabat lucknatnya.


Setelah mendengar pernyataan Alex, sontak semua mata tertuju pada Ayura. "Apa bener yang di bilang Alex?" tanya papi Genta pada putri kesayangannya.


"Iya pi...." Ayura menjawab dengan kepala yang menunduk. Dia tahu saat ini papi Genta marah. Apalagi saat melihat sorot mata papinya saat menatap ke arahnya tadi.


"Wahh... adek gue emang keren. Beda dari yang lain," puji Hiro.


"Diam kamu Hiro," sentak papi Genta. "Ayura, kali ini kamu udah keterlaluan. Jangan pernah bawa-bawa bayi kamu hanya untuk ngerjain orang seperti ini," ucap papi Genta geram.


"Maaf pi..." Ayura semakin menunduk. Saat ini dia mengakui kesalahannya. Bahkan air matanya mulai menetes tanpa permisi. Hingga Ello yang menyadarinya langsung menarik tubuh Ayura ke dalam pelukannya. "It's okay sayang. Gak pa-pa. Jangan nangis," ucap Ello mencoba menenangkan sembari mengusap lembut rambut istrinya.


"Gak usah minta maaf sama papi, karena seharusnya kamu minta maaf sama Alex," ucap papi Genta dengan tegas. Bahkan seolah tangisan Ayura tak membuatnya memaafkan putrinya itu begitu saja.


"Gen jangan gitu," sela mom Lisa. "Lagian mereka juga cuma lucu-lucuan aja kok. Gak usah kaku gitu," lanjutnya. Mom Lisa tak tega melihat Ayura yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri itu menagis hingga sesenggukan.


"Iya Gen lo kayak gak pernah muda aja," sahut Papa Arya. "Apa lo gak inget. Dulu di universitas lo itu terkenal sebagai mahasiswa terjahil," ucap papa Arya mengingat masa-masa kuliahnya dulu saat di Jepang. "Iya gak ma?" tanya papa Arya pada istrinya. Karena dulu Mama Rani juga satu universitas dengan papa Arya dan papi Genta.


"Iya bener kata suamiku Gen. Lagian wajar aja Ayura jahil. Orang papinya aja dulu jahil," ucap mama Rani menyetujui ucapan suaminya. "Lagian bukannya ada pepatah yang mengatakan kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jadi wajah aja kalau anak-anak kamu jahil. Bapaknya aja dulu rajanya jahil."

__ADS_1


Papi Genta terdiam. Benar yang di katakan kedua besannya. Saat muda, dirinya adalah salah satu remaja jahil pada masanya. Dan seharusnya dia memaklumi jika Hiro dan Ayura juga sama jahilnya dengannya.


Jika Hiro sangat suka menjahili Ello, adik iparnya. Kini Ayura justru suka menjahili suami orang. Dan untung saja Alex itu sahabat kecil dari suaminya.


"Papi Alex gak pa-pa. Lagian ini cuma seru-seruan aja," sela Alex. Dia merasa tak tega melihat Ayura menangis seperti itu. Apalagi saat ini wanita itu sedang hamil. Bukankah tak baik jika wanita hamil bersedih hingga menagis?


Papi Genta menghela nafas panjang. Sepertinya dia sangat keterlaluan memarahi putrinya saat ini. "Sayang, maafin papi ya."


"Ayura kan gak niat ngerjain kak Alex kayak gitu. Anak Ayura yang pengen liat kak Alex cosplay jadi tuyul," ucap Ayura dengan suara parau akibat tangisannya. "Lagian kak Alex kan udah nikah. Jadi mungkin aja anak Ayura pengen liat kak Alex bisa nyari duit sendiri. Gak cuma jadi beban dad Kim terus," sambung Ayura dengan wajahnya yang masih bersembunyi di balik dada suaminya.


Namun ucapan polos Ayura justru membuat semua orang disana tertawa. Apalagi Dad Kim. Dia sangat menyetujui ucapan Ayura. Dan beberapa hari ini pun dia sudah memikirkan hal itu.


"Ayura bener," kata dad Kim. "Dan daddy juga sudah memikirkan ini beberapa hari belakangan," sambung dad Kim dan membuat semua orang beralih menatap pria paruh baya itu.


"Dad pikir mulai besok senin kamu harus mulai belajar mengurus perusahaan daddy."


"Tapi dad. Alex kan masih kulaih. Gimana bisa kerja?" Alex berjalan ke arah meja makan dan mendudukan tubuhnya di kursi yang masih kosong.


"Ello juga masih kuliah," sahut dad Kim. "Lagian dad gak nuntut kamu kayak Ello bisa mendirikan perusahaan sendiri. Tapi dad cuma mau kamu bekerja cari nafkah untuk Keyra. Masa iya istri kamu daddy yang nafkahin. Kan itu kewajiban kamu. Emang kamu mau Keyra jadi istri kedua daddy?"

__ADS_1


"Dad...." pekik mom Lisa dan Alex bersamaan.


__ADS_2