
Suster yang melihat kedatangan Alex langsung berdiri begitu Alex tiba di hadapannya. "Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya suster itu dengan sangat sopan.
"Zea kemana sus? Kok gak keliatan?" tanya Qlex yang langsung mengatakan tujuannya menghampiri suster yang merawat Zea.
"Nona Zea belum kembali sejak pergi bersama pria yang menolongnya tadi," ucap suster itu merasa bersalah karena membiarkan Zea pergi berdua dengan pria asing.
Alex menganggukan kepalanya mengerti. Namun tak lama kemudian suara Zea terdengar dari arah belakang. "Ada apa Lex?" tanya Zea. Untung saja gadis yang berpura-pura lumpuh itu memakai kursi roda elektrik. Hingga tak mengharuskan seseorang untuk mendorong kursi roda tersebut.
Alex membalikan badannya menghadap ke arah Zea. "Kamu dan suster langsung pulang ya. Gue pesenin taksi online. Soalnya gue gak bisa nganter lo balik," ucap Alex.
"Kenapa gak bisa anter aku pulang? Kamu masih ada kerjaan?" tanya Zea dengan tatapan sendunya.
"Gue mau...."
"Kak udah belum? Kita jadi kan perginya?" tanya Keyra yang langsung melingkarkan tangannya ke lengan Alex. Dia memang sengaja melakukan hal itu untuk menunjukan ke Zea jika Alex adalah miliknya.
"Jadi kok. Kamu tenang aja." Alex berkata sembari mengusap sekilas puncak kepala istrinya yang entah kenapa tiba-tiba terlihat sangat manja padanya.
"Kalian mau kemana?" tanya Zea dengan kedua tangan terkepal erat menahan amarah di hatinya saat melihat Keyra yang kini bergelendot manja di lengan Alex.
"Kita mau jalan-jalan ke mall," jawab Keyra dengan santainya.
"Sayang..." bisik Alex yang tak menyangka Keyra akan mengatakan hal yang sejujurnya.
Keyra mengusap lembut lengan Alex sembari tersenyum ke arah suaminya itu, seolah memberi tanda jika Alex harus diam dan percaya apa yang di ucapan Keyra adalah hal yang terbaik.
"Gue ikut!" sahut Zea. 'Gak bakalan gue biarin lo deket-deket sama Alex. Karena Alex cuma milik gue. Gue gak mau lepasin Alex dan berakhir nikah sama Baskara tua bangka itu.'
__ADS_1
"Jangan ikut. Kasian suster lo. Dia udah seharian di luar jagain lo. Dia juga butuh istirahat," ucap Alex melarang Zea ikut. Dia tak ingin kencan pertamanya dengan Keyra gagal karena keberadaan Zea si pengganggu.
"Gue bisa sendiri Lex. Gak perlu suster. Biarin suster pulang duluan. Tapi gue ikut lo," ucap Zea memberi solusi. Karena walau bagaimanapun waktunya hanya tersisa tiga hari untuk menjerat Alex agar bisa menjadi miliknya dan dia bisa terlepas dari jeratan tuan Baskara.
"Biarin dia ikut kak," sahut Keyra. Dan lagi-lagi hal itu memancing amarah Zea. Bagaimana bisa kini Keyra seolah-olah sedang mengatuh Alex. Harusnya Alex tunduk padanya bukan pada Keyra.
"Tapi..."
"Udah gak pa-pa dia ikut," ucap Keyra yang sengaja memotong ucapan Alex. "Ayo kita berangkat sekarang," ajak Keyra dan berjalan lebih dahulu meninggalkan Zea.
"Sayang, kok kamu izinin dia ikut sih?" bisik Alex saat mereka sudah berjalan cukup jauh dari Zea.
"Gak pa-pa kak, lumayan buat hiburan," jawab Keyra dengan birbisik juga.
"Maksud kamu?" tanya Alex tak mengerti.
Setibanya di parkiran mall, Alex mencari pihak keamanan untuk membantunya menindahkan Zea dari mobil ke kursi roda, karena Alex tak mau jika harus kembali mensucikan diri lagi.
"Lex kenapa gak kamu aja sih yang bantuin aku?" tanya Zea dengan wajah yang ditekuk. Seharian ini dirinya benar-benar di haruskan untuk menahan emosinya agar tidak meledak.
"Aku capek abis pemotretan. Takutnya aku gak kuat ngangkat kamu. Nanti kamu nyalahin aku kalau jatuh," ucap Alex yang lagi-lagi bersikp sangat dingin dan cuek pada Zea.
Zea hanya diam. Di tak lagi protes. Karena rasanya percuma jika saat ini dirinya protes. Dan Zea juga gak mau Keyra merasa menjadi gadis yang paling di perhatikan oleh Alex.
'Sabar Zee sabar. Tiga hari, tiga hari kamu harus berjuang sekuat tenaga agar Alex kembali menatap ke arah kamu. Setidaknya kamu harus dapetin uang lima miliar dari Alex atau kamu harus berurusan dengan Baskara,' batin Zea menyemangati dirinya sendiri.
"Kita kemana dulu?" Pertanyaan yang tentu saja di lontarkan Alex pada istrinya.
__ADS_1
"Kita makan dulu yuk kak. Tadi kita belum sempet makan setelah pemotretan," jawab Keyra yang tentu saja saat ini sudah kembali bergelendot manja di lengan suaminya.
"Apapun yang kamu mau pasti kakak turutin." Alex menoel gemas hidung istrinya.
'Sebenarnya siapa Keyra? Bukankah dia adik sepupu Alex?' Zea yang memang belum mengetahui sosok pasti Keyra kini hanya bisa menatap kesal kedekatan antara Alex dan Keyra.
Ya sampai saat ini Zea mengira jika Keyra adalah adik sepupu Alex. Karena saat di rumah sakit dulu, Alex tak menceritakan siapa Keyra sebenarnya. Dan saat Zea mencari Alex di rumahnya seminggu yang lalu, dia melihat foto Keyra bersama dengan Alex dan kedua orang tua Alex yang di pajang di ruang tamu.
Zea terus menatap kesal ke arah Keyra dan Alex yang kini berjalan mesra di hadapannya. Ingin rasanya protes, namun dia sadar jika dirinya harus bersikap manis di hadapan Alex agar pria itu bersimpati padanya.
"Kamu mau pesen apa?" Lagi-lagi pertanyaan manis itu Alex tujukan kepada Keyra yang saat ini sedang sibuk membolak balikan buku menu di tangannya.
"Bakso aja kak," jawab Keyra. "Disini ada bakso," ucapnya lagi.
"Tumben beli bakso disini. Biasanya kamu paling suka bakso di SMA lamamu," ucap Alex dengan wajah herannya.
Keyra mendekat ke arah Alex dan membisikan sesuatu pada suaminya itu. "Kamu seriusan Yang?" tanya Alex yang juga masih berbisik.
"He'em," jawab Keyra sembari menganggukan kepalanya, sebelum akhirnya Alex menyetujuinya dan mengatakan menu pesanan mereka kepada pelayan yang sejak tadi berdiri di sisi meja.
.
.
.
Makasih ucapan dan do'anya😍😍 Maaf gak bisa bales satu persatu☹☹ Tapi aku berdo'a semoga do'a yang baik dari kalian semua kembali lagi menjadi kebaikan untuk yang sudah mendo'akan😊😊
__ADS_1
Hugs and kisses online buat kalian semua🤗🤗💋💋 And I love you forever❤❤❤