She'S Mine

She'S Mine
Permintaan Ayura


__ADS_3

"Kok cuma satu kak?" tanya Ayura. "Tiga ya, kabulin tiga permintaan Ayura," pinta Ayura dengan wajah penuh permohonan.


"Ngak. Lo itu di kasih hati malah masih minta ginjal, jantung, usus, empedunya juga," gerutu Alex sebal. Udah untung dia mau mengalah dan memberi satu permintaan. Ini malah minta lebih.


"Ya udah deh Ayura gak minta tiga permintaan. Tapi dua ya?" pinta Ayura sembari mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.


"Ngak. Satu permintaan atau enggak sama sekali," tolak Alex untuk yang kedua kalinya.


"Ckk... kak Alex pelit," gerutu Ayura dengan bibir yang sudah mengerucut tajam.


"Kok lo jadi ngatain gue pelit?" Alex yang tak terima di bilang pelit langsung menatap tajam ke arah Ayura.


Namun bukannya takut, Ayura justru terlihat cuek. Bahkan dengan beraninya dia membalas tatapan si mantan playboy cap wajan gosong di hadapannya. "Emang kak Alex pelit."


"Terselah lo deh." Alex membalas dengan lebih cuek. "Kalau emang lo gak mau ya udah gak pa-pa. Gue jadi gak perlu repot-repot ngabulin permintaan lo."


"Yahh... kak Alex kok gitu sih." Ayura kembali memanyunkan bibirnya. "Ya udah deh satu permintaan gak pa-pa. Daripada gak sama sekali," ucap Ayura yang pada akhirnya memilih untuk mengalah.


"Keputusan yang bagus." Alex mengacungkan dua jempolnya. "Jadi lo mau minta apa?" tanya Alex terlihat sedikit antusias. Bahkan dia sudah menyiapkan diri seandainya Ayura memintanya untuk makan dengan porsi banyak seperti beberapa bulan yang lalu.


Ayura terdiam. Satu alisnya terlihat sedikit terangkat. Sepertinya gadis itu sedang memikirkan satu permintaan yang akan dia sebutkan saat ini.


Hingga beberapa saat kemudian sebuah senyum mengembang di bibir gadis absurd itu. Ralat wanita absurd. Karena perut Ayura yang buncit sudah bisa menandakan jika gadis itu tak lagi gadis.


"Lo minta apa?" tanya Alex penasaran sekaligus curiga saat melihat senyum aneh sahabatnya itu.


"Sini Ayura bisikin," ucap Ayura meminta agar Alex mendekat.


"Ngomong aja langsung. Gak usah bisik-bisik. Disini gak ada orang," ucap Alex menolak mendekat karena entah kenapa melihat wajah semangat Ayura justru membuat dirinya merinding.

__ADS_1


"Ihh... sini kak cepetan. Keburu ada yang dateng." Ayura kembali meminta Alex mendekat. Hingga mau tak mau pria yang baru beberapa minggu menyandang status sebagai seorang suami itu menuruti permintaan Ayura untuk mendekat.


"What?" pekik Alex sembari menjauhkan tubuhnya dari Ayura sesaat setelah mendengar permintaan ibu hamil itu. "Lo yang bener aja dong Ra." Alex menatap kesal ke arah Ayura. Dia tak menyangka Ayura akan meminta hal konyol semacam itu.


"Tadi katanya Ayura boleh minta apa aja. Dan kak Alex bakalan kabulin. Ya udah itu permintaan Ayura," balas Ayura dengan santainya.


"Ya tapi gak permintaan gak masuk akal gitu dong Ra."


"Gak masuk akal dimananya sih kak?"


"Ya itu. Masak lo nyuruh gue kayak gitu." Alex menatap tak percaya ke arah Ayura.


"Ya udah kalau gak mau. Ayura juga gak maksa. Tapi Ayura juga gak bisa maafin kak Alex. Dan nanti Ayura bakalan ngaduin ke kak Ello kalau ternyata selama ini kak Alex mempunyai dendam terpendam sama kak Ello." Alex berkata dengan cuek. Seakan memberitahu Alex jika yang saat ini butuh itu dia bukan Ayura.


"Gimana kalau permintaannya di ganti yang lain?" tanya Alex. "Misal tas, sepatu, atau HP deh HP. Lo boleh pilih keluaran terbaru kalau mau," tawar Alex.


"Ya udah tas aja ya. Atau sepatu limited edition. Kalau kamu mau boleh minta dua-duanya." Alex kembali menawar permintaan Ayura agar di ganti dengan barang.


Ayura menggelengkan kepalanya. "Kalau itu mah Ayura tinggal minta sama kak Ello juga langsung di beliin. Gak perlu minta sama kakak," ucap Ayura. "Lagian Ayura kan gak suka koleksi barang-barang kayak gitu. Jadi Ayura lebih pilih permintaan Ayura yang tadi aja."


"Tapi Ra...."


"Kalau kak Alex gak mau ya udah gak pa-pa. Ayura gak maksa. Dan kak Alex bakal tau kan akibatnya kalau Ayura gak maafin kak Alex," ucap Ayura cuek namun terkesan penuh ancaman bagi seorang Kim Alexander.


Alex terdiam. Ucapan Keyra beberapa saat yang lalu kembali melintas di kepalanya. "Key gak mau ya kalau nanti Ayura jadi marah juga sama Key gara-gara kakak."


Ucapan Keyra memang terkesan biasa saja. Namun di balik kata-kata itu tersimpan nasib benda pusakanya untuk kedepannya.


"Ya deh iya. Gue setuju." Alex berkata dengan berat hati. Namun dia harus mengambil keputusan ini dan mengabulkan permintaan Ayura yang sangat tak berperi kemanusiaan.

__ADS_1


"Nah gitu dong. Kan kalau gini Ayura bakalan maafin kak Alex dengan senang hati," ucap Ayura dengan senyum merekah yang menghiasi wajah cantiknya.


"Hmm...."


"Oke, karena kak Alex udah setuju, jadi Ayura bakal siapin semuanya. Kak Alex tinggal terima beres aja," ucap Ayura yang langsung berselancar dengan ponsel pintarnya. Sedangkan Alex, pria itu memilih kembali menemui istrinya dan memberitahu jika Ayura sudah memaafkannya.


Dan untuk permintaan Ayura yang cukup tak masuk akal, Alex hanya bisa pasrah. Semoga ini tak menjadi aib untuknya.


...***...


Seharian ini Alex menahan Keyra di kamar dengan alasan agar istrinya itu beristirahat dengan cukup. Padahal sejujurnya dia sangat malas keluar karena tak ingin bertemu dengan Ayura.


Ya wanita itu benar-benar menghabiskan waktunya seharian ini di kediaman Kim. Dan entah apa yang dilakukan Ayura, Alex tak peduli. Dia masih cukup kesal dengan satu permintaan Ayura tadi pagi.


Tok.. Tok.. Tok..


"Iya bentar," ucap Alex saat mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar. "Kenapa mbak?" tanya Alex saat melihat asisten rumah tangganya berdiri di depan pintu.


"Ibu minta saya manggil mas Alex sama mbak Keyra buat makan malem bareng," ucap mbak Siti menjelaskan maksud kedatangannya.


"Iya bentar lagi Alex turun. Sekarang lagi nunggu Keyra ganti baju," jawab Alex.


Mbak Siti menganggukan kepalanya. "Ini juga ada titipan dari mbak Ayura buat mas Alex katanya."


Alex menatap paper bag berwarna coklat yang di ulurkan mbak Siti ke arahnya. Hingga mau tak mau Alex menerimanya.


"Kalau gitu saya permisi mas," pamit mbak Siti sebelum akhirnya meninggalkan kamar Alex.


Alex melihat isi paper bag coklat di tangannya. Dia mengambil secarik kertas yang sengaja Ayura tulis untuknya. Tak lama dia mendengus sebal saat membaca kata demi kata yang tergores di lembaran kertas putih itu.

__ADS_1


__ADS_2