
Alex mengerutkan dahinya saat mendengar alasan ke tiga Ello yang saat ini datang dan menganggu dirinya. "Perintah kak Hiro? Maksudnya gimana?" tanya Alex tak mengerti.
"Kak Hiro lagi meeting dadakan sama bokap lo, jadi dia gak bisa dateng ke sini dan posisinya nomer telfon lo sama Keyra gak bisa di hubungi. Jadi kak Hiro nyuruh gue dateng kesini buat ngomong langsung ke lo," jawab Ello panjang lebar.
"Ngomong langsung apa? Jangan muter-muter ngomongnya. Bikin gue pusing aja," gerutu Alex yang kesal karena Ello yang berbicara terlalu berbelit-belit.
"Launching produk pakaian Dad Kim tinggal seminggu lagi. Dan elo dan Zea sebagai model sekaligus brand ambasador justru mengacaukan semuanya," ucap Ello memulai penjelasannya.
"Kok jadi gue?" tanya Alex sembari menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Ya iyalah elo. Ngapain pake acara drama kecelakaan segala. Mana si Zea pake acara pura-pura lumpuh lagi," gerutu Ello yang ikut kesal. Bukan tanpa alasan dia kesal, karena dia ikut terkena imbasnya. Saat di rumah, Hiro terus mengomel tentang Alex dan Zea padanya dan pada Ayura hingga membuat telinganya cukup panas bahkan mungkin hampir terbakar.
Ini adalah proyek iklan pertama yang di tangani oleh Hiro. Hingga pria yang hampir menginjak usia dua puluh lima tahun itu mati-matian berjuang agar proyek iklan pertamanya berjalan dengan semestinya dan sesuai rencana.
"Ya itu bukan salah gue lah. Itu salah nenek lampir sialan itu," sahut Alex tak terima di salahkan.
"Bhahaha...." Keyra dan Ayura langsung tertawa saat mendengar Alex mengatakan jika Zea adalah nenek lampir sialan.
"Kenapa?" tanya Alex dan Ello bersamaan.
Keyra dan Ayura langsung menggelengkan kepala sembari melambaikan tangan ke kanan dan kekiri sebagai tanda tidak apa-apa.
"Back ke topic." Ello berkata dengan pandangan mata kembali menatap Alex. "Karena ini sudah sangat mepet, jadi kak Hiro minta gue buat ngasih tahu elo kalau dua hari lagi elo dan Keyra akan pemotretan. Jadi persiapkan diri kalain."
"Tunggu, tunggu, tunggu. Kok Keyra?" tanya Keyra menyela.
"Ya kalau Ayura yang jadi model makin gak nyambung. Kan ini produknya pakaian remaja bukan pakaian ibu hamil," sahut Ayura terkekeh.
"Kak Hiro maunya kamu Key, karena kak Hiro takut salah pilih model lagi. Apalagi waktu sampai produk launching hanya tinggal satu minggu lagi," ujar Ello yang kini sudah mengalihkan pandangannya ke arah Keyra.
"Tapi mana ada model pendek kayak Keyra? Biasanya juga tinggi-tinggi kayak tiang listrik," ujar Keyra yang merasa sangat tidak cocok menjadi model brand fashion terkenal milik dad mertuanya.
__ADS_1
"Gak pa-pa Key, justru kali ini kak Hiro merasa jika harus membuat hal yang berbeda dari yang lainnya. Apalagi target pasarnya adalah masyarakat Indonesia yang memang tak memiliki tubuh yang terlalu tinggi," ujar Ello menjelaskan
"Tapi Keyra gak pernah jadi model seperti itu," ucap Keyra lirih. Dia takut jika dirinya yang menjadi model produk yang akan lauching justru tak laku di pasaran. Hingga menimbulkan banyak kerugian. Dan yang lebih Keyra takutkan yaitu takut di salahkan.
"Gak pa-pa sayangku. Ini kan masih ada waktu dua hari sebelum pemotretan. Jadi kakak bisa ajarin kamu," sela Alex mencoba meyakinkan.
"Cieee sayangku...." sorak Ayura dengan wajah girangnya. Dia sangat senang karena sepertinya Keyra dan Alex sudah saling mengakui perasaan satu sama lain. Bahkan karena sorakan itu berhasil membuat wajah Keyra kembali memerah untuk kesekian kalinya.
"Sayang, jangan godain mereka mulu," tegur Ello. "Saat ini kita harus selesaiin dulu tugas dari kak Hiro. Atau nanti semalaman kita akan mendengar ocehan kak Hiro," sambungnya lagi.
"Iya, iya maaf. Abis mereka gemusin sih," sahut Ayura terkekeh.
"Gimana Key lo mau kan bantuin kita semua?" tanya Ello. Karena secara tidak langsung jika Keyra menerima tawaran ini, Ello akan terbebas dari keresean kakak iparnya.
"Kamu juga bisa bantu perusahaan dad Kim. Bantu kak Hiro juga. Jadi kamu harus mau ya," ucap Ello lagi dengaj sedikit memaksa.
"Keyra....."
Keyra menggelengkan kepalanya. Tentu saja Keyra tak rela miliknya di pegang-pegang wanita lain walaupun hanya sebatas ke profesionalan dalam bekerja.
"Jadi kamu mau 'kan pemotretan bareng dengan kakak?" tanya Alex dengan ekspresi wajah penuh harap.
Keyra menganggukan kepalanya. "Ya Keyra mau."
"Yes... makasih sayangku," ucap Alex yang reflek langsung memeluk tubuh Keyra.
"Ehem.. ehem..." Ello berdehem cukup keras saat Alex dan Keyra berpelukan cukup lama hingga mengabaikan keberadaannya dan Ayura.
"Ngapa sih ngab?" ketus Alex sebal. Karena Ello sangat mengganggu kesenangannya.
"Masih ada kita disini. Jadi kalian bisa lanjutin nanti lagi," jawab Ello dengan wajah sebalnya.
__ADS_1
"Emang kenapa kalau ada kalian?" tanya Alex. "Bukannya kalian dulu juga peluk-pelukan bahkan cium-ciuman walaupun ada gue sama Mike?" sindir Alex dan hal itu tentu saja berhasil membungkam mulu Ello.
'Astaga kayaknya sumpah gue manjur. Si mantan playboy jomblo udah OTW bucin,' batin Ello.
"Udah gak ada yang di omongin lagi kan? Kalau iya, sekarang kalian boleh pulang. Soalnya kita sibuk," ucap Alex mengusir little pasutri.
"Lo ngusir kita?" Ello membelalakan matanya tak percaya.
"Nah itu tau," jawab Alex santai.
"Kakak ihhh, gak boleh gitu!" ucap Keyra sembari mencubit pingang suaminya.
"Aww...sakit Yang!" rengek Alex manja.
"Mangkannya lain kali jangan kayak gitu," ucap Keyra kesal. Bisa-bisanya Alex mengusir Ello dan Ayura, padahal mereka sudah cukup banyak membantu mereka. Termasuk membongkar kelicikan Zea.
"Iya, iya gak lagi." Alex berkata dengan wajah memelasnya. Dia tak mau Keyra marah karena hal sepele seperti ini.
"Sayang kita pulang yuk. Nanti siang kakak ada kelas. Jadi harus ke kampus," ajak Ello yang kini sudah berdiri dari duduknya.
"Tapi Ayura masih kangen sama kak Keyra," ucap Ayura seolah memohon agar diizinkan di sini sebentar lagi.
"Lain kali masih bisa ketemu. Lagian kalain kan masih home schooling bareng," balas Ello.
"Ya udah deh." Akhirnya Ayura mrngalah dan menyutujui ajakan suaminya untuk pulang.
"Manfaatin setiap celah yang ada buat bales Zea," bisik Ello pada Alex sebelum akhirnya menggandeng istrinya.
"Kita pulang dulu ya kak Key," pamit Ayura dan di balas anggukan kepala oleh Keyra.
"Take care!" ucap Keyra.
__ADS_1
'Manfaatin celah?' batin Alex mencoba memahami perkataan Ello padanya.