
"ahh jadi seperti itu..? maaf karena salah paham padamu, kukira kita tidak ada urusan lagi yakan? jadi silahkan menjauh oke..." ucap wonyoung santai seperti tidak bersungguh-sungguh meminta maaf
"tak perlu minta maaf, aku sudah memaafkanmu kawan" ucap lelaki itu
"sejak kapan kita berteman?" tanya wonyoung dingin dan sinis
"wonyoung tidak boleh seperti itu, dia sudah memaafkanmu setidaknya terima saja permintaan pertemanan TAEHYUNG ini" ucap bibi membela pria bernama taehyung
jadi sekarang wonyoung, bibi dan "taehyung"
sedang makan direstoran sekitaran kampus, acara penerimaan MABA di kampus sudah selesai sekitar setengah jam yang lalu
"tapi bi.. dia ini selalu mengikutiku, waktu aku pergi mencari asrama untuk tempat tinggal, dia terus mengikutiku" ucap wonyoung menatap sinis taehyung
"kan aku sudah bilang jalan itu satu tempat tinggal denganku jalan menuju apartemenku" bela diri taehyung
"AKU TIDAK PERCAYA DENGANMU!" ucap wonyoung menaikkan nada bicaranya membuat bibi dan taehyung rada gemetar dibuatnya, pelanggan lain yang sedang menikmati makanan pun menoleh bingung
"ah maafkan anak saya" ucap bibi meminta maaf kepada pengunjung lain, bibi langsung menarik masing-masing lengan wonyoung dan taehyung, wonyoung berada di sebelah kiri bibi sedangkan taehyung di sebelah kanan bibi
"ayo kita pergi dari sini" ajak bibi pada kedua kucing dan tikus ini setelah membayar makanannya dikasir...
saat keluar dari restoran, tiba-tiba HP taehyung bergetar
"bi aku angkat telfon dulu yah" ucap taehyung pada bibi dan berjalan menjauh, taehyung sempat melihat wonyoung namun ia hanya berdiam diri sambil bersandar kesalah satu tiang
"bi ayo kita ke parkiran, katanya bibi mau antar aku ke apartemenkan, ayo bi lebih cepat lebih baik" bujuk wonyoung
"kan ada taehyung, sekalian aja kita antar dia juga. gimana?" kata bibi berusaha keras membuat keponakan dan ANAK TEMAN AKRABNYA itu berteman
"bibi ini apa-apaan sih? kan aku sudah jelas tidak mau berteman dengan dia!" seka wonyoung tidak mau satu mobil dengan taehyung
"wonyoung bibi sangat tidak suka dengan sikapmu ini, kau tidak mau berteman dengannya? terus kau akan dijaga oleh siapa jika bibi tidak ada disampingmu saat mengurus kuliahmu itu?" ucap bibi rada jengkel dengan sikap wonyoung
"bibi aku ini bisa jaga diri? bukan anak-anak atau lansia, lagi pula aku tidak percaya dengan lelaki itu." bela wonyoung
"wonyoung... kan tadi bibi sudah bilang taehyung itu anak sahabat bibi, bibi yang jamin seratus persen kalau dia itu anak baik-baik" ucap bibi meyakinkan wonyoung
"tapi bi dia it.." ucapan wonyoung terpotong
"hai wonyoung" tiba-tiba taehyung muncul di belakang wonyoung sambil menepuk bahunya, taehyung lanjut berjalan kearah bibi
"bibi sepertinya aku akan pulang deluan, aku sekarang harus kekantor" ucap taehyung kepada bibi yang berhenti berdebat dengan wonyoung
"aishh.. padahal tadi rencananya bibi dan wonyoung akan mengantar mu pulang, sekalian kau melihat apartemen wonyoung dan wonyoung melihat apartemenmu, tapi yasudahlah.. bibi paham kok semenjak kepergian ayahmu kau menjadi semakin sibuk, apalagi ibumu yang sakit.. ah maaf bibi tidak bermaksud membuatmu bersedih, bibi hanya mengkhawatirkanmu" jelas bibi panjang lebar
"iya bi, terima kasih pengertiannya... terimakasih juga wonyoung mau mengantarku pulang" ucap taehyung tersenyum pada wonyoung
__ADS_1
"siapa juga yang mau mengantar mu pulang"
ketus wonyoung
"hmm.. yasudah bagaimana jika kita tukaran nomor telfon" taehyung mengulurkan handphonenya ke depan wonyoung
"aku tidak mau" ucap wonyoung sangat dingin, dan taehyung hanya tersenyum lembut
"wonyoung kau ini apa-apaan sih..sini bibi yang berikan nomor telponnya" bibi segera mengambil handphonenya didalam tas dan menyebutkan nomor wonyoung
"astaga bibi.." bibi hanya bisa pasrah pada bibinya itu
"terimakasih banyak bi, aku pergi dulu" ucap taehyung membungkuk pada bibi
"aku pergi dulu wonyoung, aku hubungi kau malam nanti jangan lupa save nomorku oke?" lanjut taehyung yang lagi-lagi tersenyum lembut pada wonyoung dan berlalu
"sepertinya anak ini menyukai wonyoung, aku harap kau akan menjaga wonyoung jika aku tidak ada" batin bibi, bibi hanya senyam-senyum melihat tingkah laku taehyung pada wonyoung
"astaga apakah bibi sudah salah tanggap padaku? hiss...dasar kim taehyung sia*an itu! dia sengaja sekali menyodorkan hpnya di depan bibi, dia pasti tau jika aku menolaknya maka bibi akan menerimanya. Dan lagi apa-apaan senyum lembutnya itu? seperti setan kerasukan malaikat saja!! Belum lagi ia mengatakan dia yang mengurus kantor orang tuanya sengaja sekali mencari perhatian bibi, lagipula kalau memang sudah berkantor mending tak usah kuliah saja sana, supaya tak bertemu denganku lagi lalu hidupku bisa tenang!!!!!!!!!!!" SUARA HATI wonyoung yang terdalam
"yasudah EOMMA kita pergi saja dari sini" ucap wonyoung penuh penekanan sembari menyambar lengan sebelah kiri bibinya itu
sedangkan dari kejauhan ada seseorang sedang ber-smirk ria tanpa sepengetahuan wonyoung san bibinya
skip,
wonyoung dan bibi sampai di apartemen
"ceklek.." suara pintu dibuka
saat pertama kali masuk wonyoung cukup terkejut melihat penampakan apartemen itu
"bibi tidakkah ini terlalu cukup untukku tinggali?" wonyoung berkata sambil berjalan masuk melihat-lihat isi ruangan itu
bibi melihat wonyoung lalu berkata "yasudah kamu tinggal di asrama saja"
"iya bi ayo kita ke asrama saja, lagi pula ini masih satu jalan dengan asrama dari kampus" ucap wonyoung kembali kehadapan bibinya
"lalu kita apakan apartemen ini? kan bibi bilang ini dibayar dengan cash!!" kata bibi mengangkat satu alisnya
"aishh bibi mau menggodaku ya?" kata wonyoung kesal
"hahaha tidak kok" mereka berdua terus bercanda
__ADS_1
"sana pergi liat kamarmu, lalu kita pulang, besok lalu kita bawa semua barang-barangmu kesini" kata bibi menunjuk salah satu pintu bercat putih di apartemen itu memberi isyarat pada wonyoung bahwa pintu kamar itu adalah kamarnya
wonyoung membuka pintu kamar itu dan...
"hah!.. apakah bibi serius ini apartemen ku? mungkin kita salah masuk" ucap wonyoung merasa aneh dengan kamarnya ini karna terlalu besar
"wonyoung ini apartemen mu dan atas namamu, lagipula Cardkey tadi itu tetap terbukakan?" ucap bibi meyakinkan
"ta-tapi ini... te-terlalu besar u-untuk ku" ucap wonyoung tersendat-sendat
"kamu tidak usah khawatir bibi akan sering datang kesini" senyum ramah bibi
"bibi..." wonyoung mulai lirih
"eomma..." kali ini wonyoung manangis, ia menghampiri bibi dan memeluknya
"terima kasih" ucap wonyoung
"iya sama-sama, ini sudah tugas bibi sebagai ibu penggantimu" bibi memeluk sambil mengelus kepala wonyoung
"ya sudah ayo kita pulang, ini sudah sore, kita harus sampai dirumah sebelum malam, kasian pamanmu jika makan diluar" lanjut bibi
"hmm iya bi..."
.
.
.
hellow helloe hellow guys👋
thx udah mampir in my story
jangan lupa untuk
Â
**LIKE ✨
Â
coment** juga kalau ada saran and kritik:)
hehe🦄
__ADS_1