She'S Mine

She'S Mine
Bermain Drama


__ADS_3

Dad Kim dan mom Lisa yang mendengar keributan dari arah ruang tamu langsung menghampiri ketiganya.


"Ada apa ini?" tanya dad Kim yang melihat ketegangan antara Alex dan Zea. Bahkan saat ini Keyra masih terlihat sibuk menenangkan suaminya yang terlihat emosi.


Ketiga masih memlilih diam, sama sekali tak ada yang menjawab keiingin tahuan dad Kim.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya dad Kim lagi. "Kim ada apa?"


Alex masih diam, dia masih menatap Zea dengan pandangan tajam penuh kebencian. Sedangkan Zea, gadis itu masih menatap Alex dengan ekspresi wajah tak percayanya. Bagaimana bisa percaya? Alex saja mengatakan sesuatu yang baginya itu tak mungkin.


"Lex, yang kamu bilang barusan gak bener 'kan? Kamu bilang gitu cuma karena marah sama aku kan?" tanya Zea yang masih percaya jika Alex belum menikah apalagi memiliki istri.


Alex masih diam dengan ekspresi wajah yang tak berubah sama sekali.


"Gadis itu..." Zea menunjuk ke arah Keyra. "Gadis itu bukan istri kamu kan Lex? Dia hanya sepupu kamu yang kebetulan malam ini menginap di sini kan Lex?" tanya Zea yang kembali membombardir Alex dengan berbagai pertanyaan.


"Keyra memang istri gue." Alex berkata dengan tegas sembari merengkuh pinggang Keyra.


"Gak Lex. Itu gak mungkin." Zea menggelangkan kepalanya tak percaya. "Kamu bohongkan Lex. Gadis itu gak mungkin istri kamu. Gak mungkin."


"Kenapa gak mungkin?" tanya Alex. "Kamu liat ini?" Alex mengangkat tangannya dan tangan Keyra untuk memperlihatkan cincin pernikahan mereka.


"Gak mungkin Lex." Zea menggelengkan kepala saat melihat cincin nikah di jari manis Alex dan juga Keyra.


Sejak kapan cincin itu melingkar dijari Alex? Kenapa dia tak menyadarinya? Padahal seharian ini mereka bersama.

__ADS_1


"Kamu percaya atau tidak, itu bukan urusanku." Alex berkata dengan dingin.


Zea terdiam dengan kedua tangan terkepal erat. 'Kapan Alex menikah? Dan bagaimana bisa Alex menikah dengan Keyra? Kenapa gue bisa kecolongan seperti ini? Lalu bagaimana dengan nasib gue? Gue hanya punya sisa waktu tiga hari lagi. Gue gak mau di penjara. Gue juga gak mau nikah sama Baskara si bandot tua itu. Apalagi harus jadi istri ke empatnya,' batin Zea dengan pandangan penuh kebencian ke arah wanita yang saat ini berada di pelukan Alex.


Detik selanjutnya Zea tiba-tiba menangsis histeris. "Kamu pembohong Lex. Kamu pembohong," teriak Zea dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya.


Alex bergeming. Dia membiarkan Zea melakukan drama yang akan Alex pastikan jika ini drama terakhirnya.


"Kamu sudah janji untuk bertunangan denganku. Kamu janji akan belajar mencintaiku. Tapi kenapa? Kenapa kamu justru menikah dengan gadis itu?" Zea berbicara dengan diiringi tangisan yang menyayat hati. Namun sayang. Tak ada satupun orang disana yang berusaha menenangkan wanita itu. Sepertinya semua orang sudah mulai jengah dengan drama tak berkelas yang Zea ciptakan.


"Setelah semua yang aku korbankan untukmu, apa ini balasan yang harus aku dapatkan?" tanya Zea pada Alex dengan suara sedikit meninggi.


Alex tersenyum sinis. "Korbankan untuk gue? Apa yang lo korbankan untuk gue?"


"Apa lo yakin kalau lo benar-benar cacat?" tanya Alex.


Deg


Zea terdiam. Dia mulai gugup. Bahkan keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya.


Apa mungkin Alex tau jika dirinya sedang berakting? Tapi bagaiaman mungkin? Terakhir mereka bertemu, Alex masih sangat mempercayainya. Bahkan Alex berjanji akan membujuk kedua orang tuanya agar mengizinkan mereka bertunangan.


"Mak-maksud kamu apa Lex?" tanya Zea mencoba untuk tenang. "Kamu gak percaya sama aku?" tanya Zea lagi.


Alex masih memilih diam. Dia ingin melihat sejauh mana Zea menutupi kebohongannya.

__ADS_1


"Kamu bahkan liat sendiri bagaimana kakiku tertimpa lighting saat menolongmu. Kamu juga tahu jika kakiku mati rasa. Lalu bagaimana bisa kamu meragukanku?" tanya Zea yang kini sudah berani sedikit meninggikan suara agar terlihat lebih meyakinkan.


"Lalu bagimana dengan penjelasan dokter yang mengatakan jika kaki lo baik-baik aja? Apa lo mau bilang kalau dokter itu berbohong?" Alex kembali bertanya dan semakin memojokan Zea.


Zea kembali terdiam. Dulu Alex tak pernah mempermasalahkan keterangan dokter dan hanya percaya padanya. Lalu kenapa Alex sekarang mulai curiga? Apa ini karena istrinya itu?


"Aku gak bilang dokter itu bohong Lex," ucap Zea ketika kembali menemukan jawaban yang tepat untuk Alex. "Tapi bukankah ada beberapa penyakit yang tak bisa terdeteksi oleh medis, namun di rasakan oleh pasiennya?"


"Sudahlah Zea. Gue udah muak bermain drama sama lo," ucap Alex dengan sangat jujur.


"Drama? Apa maksudmu Lex. Aku tidak sedang bermain drama. Apa kamu udah gak percaya lagi sama aku Lex?" tanya Zea.


Disisi lain dan Kim, mom Lisa dan Keyra sudah duduk manis di sofa menatap ke arah Alex dan Zea. Ketiganya terlihat asik seakan mereka sedang menonton live drama.


"Wow...." Alex bertepuk tangan sembari mengelilingi Zea yang masih duduk diam di kursi rodanya. "Sepertinya lo udah pantas mendapat piala oscar. Akting lo sangat menyakinkan. Bahkan gue yang bodoh ini sempat mempercayai semua yang keluar dari mulut manis lo itu," ucap Alex yang kini sudah kembali berdiri di tempatnya.


"Lex, kamu ngomong apa sih? Aku gak ngerti," sahut Zea dengan bibir gemetar. 'Apa mungkin Alex sudah tahu semuanya?'


"Lo masih gak mau jujur?" tanya Alex. Namun Zea masih memilih diam. Hingga membuat Alex geram.


Dia merogoh kantong celana miliknya. Mengambil benda pipih miliknya lalu memaikan beberapa saat sebelum akhirnya menunjukan sebuah foto pria pada Zea.


"Apa kamu mengenalnya?" tanya Alex diiringi dengan senyum smirk di bibirnya.


Zea membelalakan kedua matanya saat melihat foto pria yang sangat dia kenal di ponsel Alex. 'Evan, bagaimana bisa Alex memiliki foto Evan? Apa mungkin....'

__ADS_1


__ADS_2