She'S Mine

She'S Mine
Takut Gagal


__ADS_3

Semua orang di meja makan menatap ke arah Alex dengan satu pikiran yang sama, yaitu apa Alex tak sepeka itu?


"Kak, Ayura tahu kak Alex udah gak sabar pengen maen kuda-kudaan saat honeymoon di Turki nanti. Tapi tolonglah peka sedikit. Apa kak Alex gak liat bekas cakaran di wajah kak Keyra yang bahkan masih belum kering sama sekali," ucap Ayura sembari menggelengkan kepalanya samar.


Alex mengalihkan pandangannya ke arah istrinya. Dan benar saja apa yang di katakan Ayura. Bahkan bukan hanya luka cakaran di wajah Keyra saja yang belum kering. Tapi juga perban yang membungkus kepala istrinya saja masih belum bisa di lepas. Ternyata terlalu fokus membayangkan dirinya dan Keyra yang saling beradu di bawah selimut hotel membuat Alex melupakan sesuatu yang sangat penting ini.


"Maafin kakak Yang. Kakak lupa kalau kamu masih sakit," ucap Alex dengan raut wajah bersalahnya. Lalu dengan perlahan Alex menggengam tangan istrinya dan mengecupinya dengan penuh kasih sayang.


"Woey botak! Lo bisa mesra-mesraan nanti di kamar kalau kita udah pulang," ucap Hiro saat melihat Alex yang sok mesra. Hingga membuat wajah Keyra memerah. Bahkan dia sudah menundukan kepalanya karena malu menjadi pusat perhatian.


"Enak aja bilang gue botak. Kak Hiro gak liat rambut gue yang banyak gini," ucap Alex sembari mengelus kepalanya. "Loh rambut gue kemana?" Alex langsung panik saat tak mendapati sehelai rambutpun di kepalanya.


Dia bahkan sudah berdiri dan mengelus setiap sisi kepalanya dengan raut wajah bingung sekaligus takut karena dia tak merasakan ada rambut di kepalanya.


"Emang sejak kapan tuyul punya rambut?" tanya Mike hingga membuat semua orang di meja makan tertawa. Apalagi selimut yang sejak tadi membungkus tubuh Alex sudah jatuh di kursi saat dia berdiri hingga menyisakan celana putih yang cukup minim.


"Ahh sial.. gue lupa kalau pakai bald cap," umpat Alex saat mengingat jika sekarang dirinya sedang cosplay menjadi tuyul.


"Kakak duduk." Keyra menarik tangan Alex agar kembali duduk. Bahkan dia juga kembali menyelimuti tubuh suaminya yang polos. Keyra ingin tertawa saat melihat wajah bingung sekaligus kesal suaminya. Tapi dia lebih tak tega saat suaminya menjadi bahan tertawaan semua orang.

__ADS_1


"Kakak diem ya, biar Keyra yang lepas bald cap-nya." Keyra berdiri di belakang tubuh Alex dan perlahan mulai melepaskan bald cap di kepala suaminya hingga rambut-rambut Alex yang sempat menghilang kini kembali lagi.


"Makasih sayang," ucap Alex saat Keyra sudah kembali duduk di sampingnya. "Nih kak Hiro liat! Kepala gue gak botak kan? Bahkan rambut gue banyak, lebat, lembut dan pasti wangi," sambung Alex dengan kesombongannya yang kembali muncul. Sedangkan Hiro kini justru terlihat cuek dan terkesan tak peduli. Bahkan dengan santainya dia menghabiskan jus jeruk di gelasnya tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya ke arah Alex.


"Udah-udah," sela Dad Kim menengahi. "Kikim, sekarang kamu udah tau kan alasan Dad ngundurin jadwal honeymoon kamu sampai bulan depan? Kan gak lucu kalau foto-foto saat di Turki nanti wajah Keyra terdapat bekas luka yang belum hilang."


"Iya Dad, Alex ngerti." Alex menjawab sembari menganggukan kepalanya pelan.


"Selain karena menunggu luka di wajah Keyra sembuh, sekalian juga kita nunggu acara tujuh bulanan Ayura selesai," ucap Dad Kim lagi.


"Lah apa hubungannya sama acara tujuh bulanannya Ayura?" tanya Alex tak mengerti.


"Loh kan yang dapet tiket gratis honeymoon aku sama Keyra. Kenapa Ayura sama Ello ikut?" tanya Alex masih tak mengerti.


"Iya memang cuma kamu yang dapet tiket gratis dan uang jajan. Karena Ello beli tiket sendiri bukan Daddy yang beliin," jawab Dad Kim apa adanya.


"Tapi kenapa mereka musti ikut sih Dad? Kan yang honeymoon Alex sama Keyra. Yang pengantin baru kan kita bukan mereka berdua," sahut Alex kesal. Dia khawatir acara honeymoon-nya gagal karena di hancurkan oleh sepasang suami istri sableng itu.


"Siapa juga yang mau ikut-ikutan honeymoon. Orang Ayura sama kak Ello mau babymoon," sela Ayura dengan ketus. Dia sangat menyadari jika Alex tak suka dirinya dan Ello ikut ke Turki bersama mereka. Tapi Ayura benar-benar ingin pergi ke Turki setelah acara tujuh bulanannya nanti.

__ADS_1


"Alex gak setuju Dad kalau mereka ikut. Alex gak mau acara honeymoon Alex dan Keyra gagal hanya gara-gara tingkah jail mereka," ucap Alex. "Lagian Dad gak liat sekarang? Ada kalian semua aja Alex di kerjain sampe kayak gini. Apalagi kita hanya berempat. Bisa-bisa Alex di suruh terjun bebas dari atas balon udara cuma buat menuhi ngidam gak jelasnya," ucap Alex sinis.


"Itu gak mungkin Kim. Ayura gak bakalan minta kayak gitu," ucap mom Lisa meyakinkan.


"Mommy gak tau aja Ayura kayak apa. Alex yang lebih tahu kelakuan bumil bar-bar itu," ucap Alex sembari menunjuk kearah Ayura.


Ayura menundukan kepalanya. Dia mengakui jika dirinya memang bar-bar. Bahkan terkesan rese. Tapi dia melakulan semua itu hanya agar hidup orang-orang di sekitarnya berwarna. Tak terlalu kaku dan tak terlalu serius. Bukan kah hidup juga butuh hiburan?


Lagipula sejauh ini tak ada yang protes dengan yang dia lakukan. Hanya papi Genta saja yang tadi sempat melakukan protes. Padahal yang lain ikut tertawa dan terhibur dengan permintaannya pada Alex.


"Ya udah kalau kak Alex gak izinin. Ayura gak jadi ikut ke Turki bareng kalian. Biar Ayura dan kak Ello ke Turkinya setelah kak Alex dan kak Keyra kembali dari honeymoon aja," ucap Ayura lirih. Sebenarnya berat mengatakan itu. Karena Ayura merasa pergi bersama-sama akan lebih seru dan menyenangkan daripada pergi terpisah. Toh tujuan mereka sama-sama ke Turki kan?


"No. Dad gak setuju," sahut Dad Kim. "Kalian akan tetap ke Turki bareng-bareng," sambungnya dengan sangat tegas.


"Tapi Dad...."


"Memang apa masalahnya sih Kim? Kalian juga bakalan tidur di kamar terpisah. Kamu gak usah khawatir. Kamu tetap satu kamar dengan Keyra. Kalian bebas mau ngapain aja saat berduaan. Lagian bukan cuma Ayura sama Ello aja yang bakalan ikut kamu ke Turki. Tapi Hiro dan Mike juga."


"What? Kita ikut?" pekik Hiro dan Mike hampir bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2