
3 hari kemudian,
"hoamm..." wonyoung mengawali paginya dengan menguap, ia masih merasa mengantuk meskipun sudah cuci muka
"hm... uh.. seharusnya aku tidak begadang tadi malam, akukan harus ke kampus" rutuk wonyoung pada dirinya sendiri karna menonton drama semalam bersama...
BIBINYA_-
flashback
"Wonyoung.." teriak bibinya dari ruang tengah
"iya bibi" sahut wonyoung dari dalam kamar
"eitss kan kemarin kau sendiri yang bilang akan memanggilku EOMMA!!" bibi masih berteriak, memang benar sejak melihat pengakuan bibi dan pamannya saat dikamar malam itu, dia memutuskan memanggil paman dan bibinya dengan sebutan EOMMA dan APPA
"wonyoung ingat aku tidak memaksamu memanggil aku eomma, tapi kau sendiri yang memutuskan jadi kau harus tepati oke!!" sahut bibi masih berteriak,
"kalau sudah begitukan namanya pemaksaan bibi" batin wonyoung ingin berteriak, memang akhir-akhir ini bibi dekat sekali pada wonyoung, Wonyoung memutuskan untuk menghampiri bibinya di ruang tengah
"iya eomma ada apa?" ucap wonyoung sopan sambil mendaratkan pantatnya disofa samping bibinya itu
"ha.. panggil seperti itu sayang, good Girl" ucap bibi tersenyum
"temani bibi nonton drama hari ini" lanjut bibi meminta
"tapi eomma, ini sudah pukul 10 malam, nanti aku kesiangan besok, eomma kan tau kalau besok hari pertama aku ke kampus" ucap wonyoung menatap bibi agar mengerti
"terus kenapa kalau kau terlambat? mereka akan membatalkan mu masuk ke kampus ha? mereka akan mengeluarkan mu?" cetus bibi
"bukan begitu bi tap.." ucapan wonyoung terpotong oleh bibi
"kalau kau dikeluarkan, bibi tinggal memasukkan mu ke Universitas••••, jadi kau tidak usah repot-repot pindah dari sini" kata bibi yang lebih memilih menatap TV daripada wonyoung
wonyoung tau kali ini mood bibinya benar-benar buruk, jadi wonyoung diterima di Universitas****, 3 jam yang lalu pemberitahuannya keluar dan wonyoung dinyatakan lolos dan diterima sebagai mahasiswa baru, bibinya tentu tidak menerima itu dia segera meminta wonyoung membatalkan untuk kuliah disana tapi wonyoung menolak dan bibi tidak bisa berbuat apa-apa karna itu perjanjiannya sendiri, Paman yang sedang ship malam pun hanya berusaha mengingatkan istrinya itu lewat telfon agar menepati janjinya sendiri
"hmm.. Ayo nonton dramanya, bibi mau nonton yang mana?" ucap wonyoung berusaha mengganti topik pembicaraan sembari menyalakan TV menggunakan remot dan mencari channel siaran drama yang bibi inginkan
"hmm.. nonton yang itu saja" bibi menjawab pertanyaan wonyoung cukup lama sebelum wonyoung memberhentikan siaran channel yang tepat dengan drama yang ingin ia tonton bersama wonyoung
__ADS_1
wonyoung akhirnya mengikuti ajakan bibinya, mereka menonton film sampai pukul 11.30am KST
flashback end
meja makan,
hari ini paman masih belum pulang kerumah karna shipnya akan berlanjut sampai sore.
"eomma akan menemanimu ke kampus hari ini" ucap bibi pada wonyoung yang sedang memakan sarapannya
"EOMMA SERIUS?" wonyoung terkejut mendengar ucapan bibinya
"hey jangan suka terkejut saat makan. lagi pula memang kenapa kalau seorang ibu menemani anaknya ke sekolah" ucap bibi pada wonyoung
"bukan begitu, bibikan akan menemani ku untuk mencari tempat tinggal, bibi sudah mencutikan diri untuk sore hari, apa tidak masalah jika satu hari penuh? bibi akan merasa lelah nantinya karna malam akan lanjut ke RS" jelas wonyoung
"aishh kau ini, untuk apartemen pamanmu sudah membelikannya secara cash, jadi kau tidak usah takut jika akan mencicil, kau tidak perlu memikirkan biaya hidup selama kuliahmu cukup kuliah dengan baik saja, PAHAM..." bibi menekankan kata paham
wonyoung masih sangat terkejut dengan kata-kata bibinya ini, beli apartemen secara cash? tidak memikirkan biaya hidup? seberapa banyak uangnya? ia tidak bisa berkata-kata lagi
"yasudah... terserah bibi saja" wonyoung menyerah dengan bibinya,ia tidak mau berdebat karna sudah kehabisan kata-kata sambil memakan sarapannya
"iya? a-a nde eomma" wonyoung gugup melihat bibinya seperti itu, wonyoung langsung mengerti maksudnya.
skip
Parkiran kampus,
"wonyoung apa perlu bibi belikan mobil, tak apa kalau kau tak tahu membawa mobil, nanti bibi akan pekerjakan sopir biar bisa antar jemput kamu kemanapun" bisik senonoh bibi ditelinga wonyoung,
"astaga uang bibi ini ada berapa ya tuhan?" batin wonyoung,
"tidak perlu begitu bi, disini memang ramai karna bukan cuma satu fakultas yang ada, bibi tidak perlu cemas berjalan kaki seperti ini anggap aja olahraga" wonyoung paham betul bahwa bibinya ini risih karna terlalu padatnya manusia, yah pantas saja padat orang hari ini penerimaan siswa baru seluruh fakultas di Universitas ini,
pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa baru untuk masuk ke aula! pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa baru untuk masuk ke aula! , suara terdengar begitu nyaring menyusuri seluruh tempat di kampus
"hm yasudah.. sekarang kau pergilah ke aula kampus nikmati masa pengenalan mu, kau harus pandai mencari teman.. nde?!?" seru bibi sambil memutar tubuh wonyoung dengan tangannya agar menghadap ke aula yang menjadi pusat perhatian mahasiswa lainnya
"terus bibi akan tunggu dimana?" tanya wonyoung melihat sekeliling sembari mencari tempat yang cocok untuk bibinya itu, namun ia hanya melihat kursi taman
__ADS_1
"kau pikir bibi anak kecil atau lansia ha? perlu dijaga?" ketus bibi "pergi saja kesana bibi akan tunggu di kursi taman itu, kau tidak perlu khawatir bibi ini punya banyak jaringan, kau tahu bibi bisa saja memanggil tukang pijat untuk datang kesini?" ucap bibi tersenyum aneh
"bibi aku serius" rengek wonyoung
"sana cepat pergi!! tinggal kau disini" ucap bibi mendorong bahu wonyoung
"hmm yasudah aku pergi, tapi bibi tak apa kan?" wonyoung meyakinkan sambil berjalan menuju aula
"iya sana bayy" kata bibi singkat sambil melambaikan tangan dan duduk dibangku taman yang dimaksud wonyoung tadi
"doakan aku ya, biar dapat namja ganteng" kata wonyoung mulai berlari kecil
"jangan macam-macam wonyoung atau kau akan ku kurung saja dirumah..." kata bibi tertawa "tapi kalau kau dapat juga tidak apa-apa, setidaknya dia harus baik" kali ini keduanya hanya tertawa dengan jarak yang sudah cukup jauh karna wonyoung yang berlari...
"akhh... YAK!! kau jalan tidak pake mata hah! kenapa menabrakku sih?!" ucap wonyoung yang kesal karna terjatuh
"ahh mianhae kalau kau kesakitan... tapikan tadi kau yang lari dengan sembarangan" ucap seseorang, memang benar wonyoung yang menabrak LELAKI itu karna berlari dengan menghadap kebelakang
"TAPIKAN KAU SUDAH LIHAT KALAU AKU LAGI DIJALAN!!! KENAPA KAU!!... KAU???! " wonyoung terkejut melihat lelaki dihadapannya ini
"iya kenapa aku?" ucap laki-laki itu dengan lagak sok polos "sini aku bantu berdiri" lanjut lelaki itu mengulurkan tangan berusaha membantu
"aku bisa sendiri" ucap wonyoung dingin sambil berusaha bangun namun tetap dibantu oleh lelaki itu
"sepertinya kau mahasiswa baru ya? wah aku juga begitu, sepertinya kita memang ditakdirkan bersama" ucap lelaki itu sembari membantu wonyoung berdiri, meskipun wonyoung memberontak tidak mau dibantu
"kenapa harus bertemu dengan dia lagi sih!sepertinya bertemu denganmu itu malapetaka ya?" batin wonyoung, ia menatap sinis orang yang ada didepannya ini
"yasudah ayo kita masuk ke dalam acaranya akan dimulai beberapa saat lagi" ajak lelaki itu menyambar lengan kiri wonyoung,
wonyoung memberontak dan...
hello GUYS👋
jgn lupa
LIKE and COMENT
__ADS_1
like biar author semangat untuk uploadnya🔥